Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 78 - Makan eskrim



Sesuai janji Jenny pada Clarisa kalau weekend ini dia akan mengajak Clarisa membeli baju boneka barbie yang sama persis modelnya dengan yang dirobek oleh Cleo.


Sikap putri Arjuna ini masih tak berubah. Kalau kemauannya ingin A maka harus tetap A, sama seperti saat Clarisa meminta dibelikan boneka barbie yang sama persis dengan bonekanya yang patah.


"Mamih, sepertinya baju boneka barbienya sudah habis." gerutu Clarisa di depan etalase toko mainan.


"Habis gimana Sayang?"


"Itu masih banyak berderet di dalam kaca." sahut Jenny sambil mengangkat jari telunjuknya.


"Tapi, di sana gak ada yang sama persis seperti baju barbie yang dirobek adik Cleo Mih." kembali Jenny menepuk dahinya, dia lupa dengan karakter Clarisa yang selalu menuntut barang yang sama.


"Pilih yang lain saja Sayang, yang mirip dengan model yang rusak." Jenny mencoba memberikan alternatif pilihan untuk Clarisa.


"Tetap saja tidak ada Mamih." gerutu Clarisa yang tetap dengan ucapannya.


"Ya sudah begini saja, bagaimana kalau kita beli bahannya saja? Terus Mamih buatin sendiri, spesial buat Mba Clarisa." tidak ada pilihan lain lagi untuk Jenny, selain mengalah untuk membuat baju yang sama.


Andaikan Arjuna tahu akan sikap putrinya hari ini, sudah pasti Clarisa akan dimarahi oleh Arjuna. Sayangnya, Arjuna weekend ini sudah pamit pada Jenny akan mengurus bisnis di New York.


"Hore! Mamih memang yang paling baik." teriak Clarisa kegirangan sambil memeluk perut Jenny.


"Jadi, gimana? Apa kita pulang saja, atau mau jalan jalan lagi." tawar Jenny pada Clarisa, sementara Cleo masih setia menggandeng jemari Jenny.


"Clarisa pengen makan eskrim Mih, di caffe biasa sama papih. Tapi, papih gak ada." keluh Clarisa.


"Papih emang payah, gak asyik." gerutu Clarisa berganti pada Arjuna.


Padahal, Arjuna sudah izin pada Clarisa kalau sabtu ini dia akan terbang ke New York untuk mengurus bisnis.


"Jangan begitu Sayang, papihmu sebenarnya ingin sekali bersama kita. Tapi, urusan bisnis gak bisa ditunda. Lagipula masih ada mamih, dan adik kecil Cleo." Jenny mencoba meredam kekecewaan Clarisa.


"Iya Mih." hanya itu jawaban Clarisa.


"Ya udah kalau begitu ayo jalan! Kita cus makan eskrim ya." ucap Jenny diiringi senyuman riang seorang ibu untuk anak anaknya. Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan toko mainan.


•••


Walaupun tanpa kehadiran Arjuna, hati Jenny tetap tenang. Mungkin karena Clarisa yang sudah semakin tumbuh besar, anak perempuan Arjuna sudah pandai menjadi sosok kakak untuk Cleo.


"Mih, jangan kasih adik Cleo makan sendiri ya. Biar Clarisa ajah yang suapin." pinta Clarisa yang selalu mengerti akan tingkah adiknya.


"Iya Sayang, Baba saja yang suapin." ujar Jenny pada Clarisa.


Suasana caffe terasa sedikit hening, belum seramai biasanya. Mungkin karena waktu yang masih siang, masih sekitar pukul empat sore. Biasanya di caffe ini nampak ramai kalau sudah mulai pukul lima sore.


"Clarisa jaga Cleo dulu ya sebentar, Mamih mau pesan eskrim buat kalian." pinta Jenny pada Clarisa.


"Gak mau, Clarisa mau ikut milih eskrim." mendengar penolakkan Clarisa membuat Jenny sedikit menghela nafasnya dalam.


"Nanti Clarisa capek bolak-balik." memang sebenarnya Jenny tidak ingin Clarisa dan juga Cleo kelelahan.


"Nggak kok Mih." akhirnya, Jenny menyerah pada Clarisa.


"Ya sudah, ayo!" ajak Jenny pada Clarisa dan juga Cleo.


Padahal, mereka sudah asyik duduk di kursi caffe yang menghadap taman.


"Aku mau rasa vanilla!" seru Clarisa sambil menunjuk ke arah gambar eskrim yang ditempelkan di etalase. Kemudian Jenny memesankan eskrim yang dipilih Clarisa dan juga Cleo pada pelayan caffe.


Saat Jenny masih berdiri di depan kasir caffe, tiba-tiba ada tangan yang langsung menggenggam lengan Jenny.


"Jenny." bisik seorang pria yang menggenggam erat lengan Jenny.


Pria itu seperti tahu kalau Jenny akan berusaha menghindar darinya jika tidak ia tahan dengan kuat.


Sementara Jenny yang kesulitan menjaga Cleo dan Clarisa tak mampu menepiskan tangan pria tersebut.


Jenny pun masih tak habis pikir mengapa dirinya bertemu kembali dengan pria itu?


•••


Klik like ya 😉