
...[Arjuna]...
Selama aku belum pulang, jangan terima tamu untuk orang asing.
Really miss you Jenn.
Tiba-tiba pesan whatsapp yang dikirimkan Arjuna untuk Jenny masuk ke dalam handphone Jenny. Bukan hanya Arjuna saja yang rindu bersama, Jenny juga sangat merindukan kehadiran Arjuna.
Kepergian Arjuna ke New York membuat Jenny kewalahan mengurus kedua anaknya sendirian. Sampai akhirnya, Jenny memutuskan untuk mengundang kembali mba Sinta untuk mengasuh Cleo dan Clarisa.
Urusan bisnis di New York sebenarnya hanya akal akalan Arjuna saja. Arjuna tidak ingin memberitahukan kepada Jenny kalau sebenarnya dia sedang mengurus semua siasat Mark yang kian gencar ingin menghancurkan kehidupan Arjuna. Bahkan, Arjuna pergi ke New York ditemani oleh keempat sahabatnya.
Arjuna yakin setelah misinya selesai Mark tidak akan pernah lagi berani mengganggu kehidupannya bersama Jenny.
...[Jenny]...
Aku juga merindukanmu Arjuna.
Kita semua menunggu kepulanganmu.
I love you Arjuna-ku.
Balasan pesan Jenny membuat Arjuna merekahkan seutas senyum di bibirnya.
"Aku benar benar mencintaimu Jenn, tidak ada seorangpun yang mampu memisahkan kita." bisik Arjuna setelah membaca balasan pesan whatsapp dari Jenny.
"Gawat Bang!" seru Tristan yang baru saja menutup pintu kamar hotel Arjuna.
Entah dari mana Tristan datang, yang jelas wajahnya nampak sumringah.
"Ada apa?" tanya Arjuna yang masih heran melihat raut wajah Tristan.
"Mark tidak ada di New York Bang." tutur Tristan mengungkapkan kekhawatirannya pada Arjuna.
Padahal, Arjuna datang ke New York hanya ingin meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi di masa lalu.
"Sial!" pekik Arjuna sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Sepertinya kedatangan kita ke sini sudah tercium oleh Mark." ungkap Tristan lagi.
Padahal, Arjuna sudah bertekad untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi antara dirinya dengan Mark.
"Sikap licik Mark memang tak pernah berubah." ucap Arjuna yang masih dengan tatapan penuh dilema.
"Lalu bagaimana Bang?" tanya Tristan yang kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya.
"Lebih baik kamu pulang duluan Tris, aku dengan yang lain akan mengurus semua dokumen akuisisi perusahaan Mark."
"Baik Bang, malam ini juga aku terbang ke Jakarta." ucap Tristan, lalu Tristan menepuk pundak Arjuna sesaat.
"Thanks banget Tristan, udah mau bantuin gue." ujar Arjuna, pria itu merasa sangat bersyukur memiliki sahabat yang selalu ada untuknya.
"Sudahlah Bang, gak usah sungkan. Gue cabut dulu Bang." Arjuna hanya menganggukkan kepala sambil menatap kepergian Tristan.
•••
Kalau di New York sekitar pukul sembilan malam, berbeda dengan waktu Jakarta yang menunjukkan pukul sembilan pagi.
Nampak wanita cantik dengan gaya rambut yang digulung ke atas, hanya menyisakan poni samping di kening, serta anak rambut yang menjuntai di bagian pelipis, membuat penampilan ibu muda beranak dua itu nampak cantik nan elegan.
Jenny tengah sibuk mengecek trend fashion yang sedang hits di pasaran, ia tidak ingin butik peninggalan Claudia menjadi redup di tangan Jenny. Apalagi beberapa hari terakhir Jenny selalu disibukkan dengan urusan ibu rumah tangga.
Tok.. Tok.. Tok..
Tiba-tiba terdengar ketukan pintu di ruang kerja Jenny.
"Masuk!" sahut Jenny dari dalam ruangan.
"Ada apa Tika?" sudah Jenny duga kalau ketukan pintu itu Tika yang datang.
"Aku cuma mau ngasih undangan fashion show buat Mba Jenny." ujar Tika dengan menyodorkan secarik undangan yang menggunakan kertas warna coklat tua.
"Wow! Desainer ternama level Franda Imelda mengundang butik kita Tik. Apa tidak salah?" setelah membaca nama desainer dari cover undangan tersebut Jenny merasa tidak percaya.
"Iya Mba, aku juga gak percaya. Tapi, memang benar kalau mba Franda mengundang langsung owner Cla Design` kok. Buktinya itu ada tandatangan Franda di belakang undangan." ujar Tika meyakinkan Jenny.
"Andai undangannya dapat dua, aku pasti ajak kamu Tik." ucapan Jenny sedikit ada rasa kecewa, karena Jenny tahu betul kalau Tika juga sebenarnya menginginkan hadir di sana.
"Iya ya Mba. Tapi, gak apa apa kok Mba. Mungkin lain kali kita bisa lihat fashion show bareng." sahut Tika menimpali pendapat Jenny.
"Pasti Tik, doakan saja Cla Design` makin berkembang. Biar aku bisa ajak kamu keliling dunia lihat model model bule. Haha!" ucap Jenny dengan tawa lepas.
"Aamiin ya Mba."
"Ya sudah aku balik lagi ya Mba, masih banyak kerjaan." ucap Tika lagi, lalu ia pergi dari ruangan Jenny.
Setelah Tika pergi, Jenny langsung membuka undangan tersebut, ia mencoba memastikan denah lokasi hotel yang mengadakan acara fashion show Franda Imelda.
"Aneh, kalau dari nama hotelnya seperti asing." bisik Jenny sendirian, karena seingat Jenny hotel tersebut sudah sepi, dan lama tak beroperasi.
•••
Klik like ya guys 😉