
Mobil milik Arjuna melaju dengan kencang, sirat matanya masih fokus menatap jalanan, tujuannya akan mendatangi kantor salah satu sahabatnya waktu SMA sekaligus saudara sepupu Arjuna.
"James came on, jawab telpon gue." pekik Arjuna sambil memainkan ponsel dibalik kemudi.
Masih belum ada jawaban dari James, hingga akhirnya Arjuna menyerah meletakkan ponselnya kembali di sisi kursi kemudi.
Sekitar lima belas menit kemudian nama James terpampang di layar ponsel Arjuna.
"Sial!"
"Orang sibuk susah dihubungi." cecar Arjuna yang baru saja membuka panggilan telpon dari James.
"Ada apa brother?" tanya James dengan nada santai.
"Sepertinya sangat penting." tebak James.
"Gue lagi perjalanan menuju kantor lo sekarang."
James pun terkejut mendengar kabar kalau Arjuna akan menemuinya di kantor, karena selama ini James sudah jarang bertemu dengan Arjuna. Saudara sepupunya itu terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
"Tidak bisa! Gue setengah jam lagi ada meeting dengan vendor."
"Batalkan!" sergah Arjuna.
Memang bukan Arjuna namanya kalau tidak punya sikap pemaksa.
"Seenaknya lo bilang batalin, salah lo sendiri ke sini dadakan begini."
"Gak bisa! Batalin semua jadwal lo hari ini, please."
"Kumpulkan yang lain juga." titah Arjuna lagi.
Setelah memerintah James seenaknya Arjuna mematikan sambungan telpon.
"Sorry James kalau gue sedikit egois, semuanya demi Jenny." gumam Arjuna yang masih sibuk menyetir mobil mewahnya.
•••
Sekitar setengah jam kemudian Arjuna sudah sampai di kantor milik James, langkah gesitnya langsung menuju lantai enam, karena ruangan James berada di sana.
Baru saja Arjuna membuka pintu ruangan James, tiba tiba tiga pria dengan tubuh yang sama sama gagahnya seperti Arjuna sudah menyambut kedatangan Arjuna.
* James
merupakan adik sepupu Arjuna berdarah indo chinese yang bisa saja melelehkan hati wanita dalam sekejap mata.
* Tristan
Pria asli darah Indo dengan paras rupawan, usianya lebih muda satu tahun dari Arjuna.
* Kean
Sering akrab dengan panggilan Ken yang tidak kalah mempesonanya dengan James, namun Kean tidak ada ikatan keluarga, dia hanya sahabat baik dari James yang ikut tersesat dalam geng motor pimpinan Arjuna.
"Wow! Pengantin baru sudah datang." celoteh James saat melihat kakak sepupunya baru saja memasuki ruang kerjanya.
"Makin ganteng ajah nih abang gue." puji Kean sambil beranjak dari sofa, kemudian menyelidik pada penampilan Arjuna yang terlihat semakin mempesona dalam balutan setelan jas hitam dan kaos hitam.
"Apa kabar Bang?" tanya Kean setelah menatap Arjuna penuh selidik, lalu memeluk Arjuna sesaat, dengan ala ala pria gagah dalam film action.
"Bilang sama gue Bang, ada masalah serius apa? Sampe kita kumpul di sini." Tristan langsung memotong canda tawa James dan Kean.
"Mark." ucap Arjuna sambil menghela nafasnya dalam.
"Sepertinya dia gak bosan bosan ya cari masalah sama kita."
Rupanya Kean langsung tersulut emosi setelah mendengar nama Mark dari bibir Arjuna.
"Emang ada masalah apa sih lo sama dia?"
Kali ini James yang semakin penasaran.
"Apa kalian masih ingat dengan kasus Bianca dulu?"
Arjuna mencoba mengingatkan masa masa muda mereka, lebih tepatnya mengingatkan tentang Bianca, wanita terhits di sekolahnya dulu.
"Bukannya Bianca mati bunuh diri Bang?"
Tristan masih mencoba mengingat peristiwa yang mengakibatkan Bianca meregang nyawa.
"Asumsi Mark masih berbeda, dia masih mengira aku lah yang membunuh Bianca."
"Terus lo tahu dari mana kalau Mark datang kembali untuk menuntut balas sama lo?" tanya James semakin penasaran.
"Gue dan Jenny bertemu Mark di Bali, dari matanya terlihat jelas dia ingin merebut Jenny dari gue James."
"Lo masih ingat kan siapa dalang dari peristiwa hancurnya pesawat Claudia?" ucapan Arjuna mencoba mengingatkan sahabatnya pada peristiwa kematian Claudia.
Sebenarnya Arjuna sudah tahu kalau kecelakaan pesawat yang mengakibatkan Claudia meninggal adalah hasil dari campur tangan Mark yang tak ingin melihat Arjuna bahagia dengan Claudia.
Sejak Bianca meninggal Mark tidak sekali dua kali selalu ingin melenyapkan kebahagiaan Arjuna.
"Gue takut James, gue takut kalau gue akan kehilangan wanita yang gue cintai untuk kedua kalinya." nada bicara Arjuna mulai bergetar, ia tak kuasa membayangkan aksi brutal Mark lagi.
Sebenarnya dulu Arjuna ingin sekali mengungkapkan kematian Claudia, hanya saja dia tidak memiliki cukup bukti untuk menuntut Mark, hingga akhirnya Arjuna nampak seperti pria yang pasrah terhadap takdir.
"Lalu apa rencana lo buat menyelamatkan Jenny?" tanya Tristan yang sudah tak kuasa menahan emosi.
Andai saja Arjuna memberitahukan tentang aksi pembunuhan Mark dibalik skenario kecelakaan pesawat Claudia, tentunya Tristan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memasukkan Mark dalam jerat hukum.
"Sepertinya Mark ingin mengakuisisi A&J, dia akan membuatku hancur, lalu membawa Jenny dari sisiku Tris."
"Jenny bukan wanita yang semudah itu Arjuna, lagi pula kita siap buat bantu lo." ucapan Tristan langsung memotong dugaan Arjuna.
"Percaya sama kita Bang, A&J akan baik baik saja, begitupun dengan Jenny dan juga anak anak lo." rentetan ucapan James berusaha meyakinkan kembali semangat Arjuna.
Ternyata ikatan saudara dan sahabat mereka berempat sudah terjalin kuat.
Dulu mereka pernah berjanji kalau salah satu sedang berada dalam masa sulit, apapun keadaannya mereka harus selalu ada, sampai sampai tidak mempedulikan kesibukan bisnis masing-masing.
••••
Yeaksss happy reading 😉
Klik like ya ♡♡