Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 73 - Rencana gila



"I wanna do acquisition A&J."


Ucapan Mark terdengar sangat gila. Mungkin ini awal langkahnya untuk menghancurkan Arjuna.


"It's seems like because of Jenny?"


Tanya Ian yang mencoba meyakinkan kembali niatan Mark.


Setelah Mark kembali ke New York, dia sudah menceritakan kepada Ian tentang pertemuannya dengan Jenny dan Arjuna di Bali.


Ian adalah orang kepercayaan Mark, banyak bisnis Mark yang dipercayakannya kepada Ian. Pria berdarah Bali itu telah lama mendedikasikan dirinya bekerja untuk Mark.


"*Just not because of Jenny." * ujar Mark lagi.


"And then, for what Mark?"


"Aku hanya ingin melihat Arjuna hancur, sehancur hancurnya." ucap Mark yang masih duduk di sofa, tanpa memandang ke arah Ian.


"Sepertinya dendam di masa lalumu belum selesai."


Ian sudah sedikit mengetahui cerita di masa lalu antara Mark dengan Arjuna.


"Bukan belum selesai, karena dimulai pun belum." tandas Mark lagi.


"Lalu bagaimana dengan perasaanmu terhadap Jenny?"


"Apa kamu benar benar tertarik terhadap Jenny?"


Rentetan pertanyaan Ian berhasil membuat Mark tersenyum smirk.


"Sejak kapan aku akan tertarik hanya pada satu wanita Ian?"


"Jangan bodoh. Jenny hanya akan aku jadikan alat ku untuk balas dendam terhadap Arjuna, tapi harus aku akui kalau Jenny wanita yang berbeda."


Ian mulai merasa gelisah akan ide gila Mark.


"Jangan kamu bilang kalau kamu akan membuat Arjuna hidup setengah gila tanpa Jenny."


"Kamu terlalu cerdas untuk mengertikan jalan pikiranku Ian."


Mark langsung memotong kalimat Ian. Pria berdarah Bali itu seperti mengerti jalan pikiran Mark, menurutnya sikap Mark kali ini sangat keterlaluan.


"Sudahlah Mark, kalau kamu hanya memikirkan aksi balas dendam akibat cinta monyetmu dulu, rasanya itu terlalu berlebihan."


Sebenarnya Ian tidak ingin melihat Mark yang akan bertindak kriminal di luar batas, tapi sayangnya Mark adalah sosok pria ambisius, dia akan melakukan segala cara hanya demi mewujudkan isi kepalanya.


"Sudahlah Yan, kamu cukup membantuku saja."


"Tapi sepertinya untuk urusan ini aku tidak ingin terlibat Mark."


Potong Ian dengan sedikit perasaan takut akan tindakan kriminal yang akan dilakukan Mark.


"Apa kamu takut?"


"Sangat takut lebih tepatnya Mark."


"Aku tidak ingin berurusan dengan hukum, karena aku yakin rencanamu pasti bukan hanya untuk mengakuisisi A&J saja."


Mark langsung tersenyum kemudian tertawa lepas.


"Kamu terlalu mengerti isi kepalaku Ian."


Ujar Mark, kemudian pria itu meneguk segelas wine yang sudah ada digenggamannya.


"Apa kamu yakin akan setega itu pada Jenny?"


Kini Ian mencoba bertanya penuh selidik.


"Aku tidak akan menyakiti Jenny, hanya akan memberikan sedikit terapi jantung untuk Arjuna. Aku ingin tahu bagaimana reaksi Arjuna saat wanitanya tidak ada di sampingnya lagi."


Benar saja tebakan Ian, otak kejam Mark sudah mulai bekerja hanya demi menuruti ambisinya untuk aksi balas dendam terhadap Arjuna.


"Semua ulah Arjuna terhadap Bianca harus terbayar."


Tiba tiba Mark langsung menyebutkan nama seorang wanita yang sangat dicintainya dulu.


"Mark came on, please. Bianca itu meninggal karena bunuh diri, sama sekali tidak ada campur tangan dari Arjuna."


Kilah Ian yang ingin membenarkan asumsi Mark.


"Tetap saja aksi bunuh diri yang dilakukan Bianca itu faktornya dari Arjuna juga."


Sepertinya Mark masih bersikukuh dengan cara berpikirnya.


"Terserah kamu saja Mark. Aku hanya menegaskan kembali padamu, untuk rencanamu kali ini aku tidak ingin terlibat."


Ian yang sudah geram dengan selisih paham segera berlalu dari ruangan Mark.


"Pengecut!"


Hanya itu yang terlontar dari mulut Mark.


Hatinya sedikit kesal karena Ian tidak mau berurusan dengan rencana gila itu, padahal selama ini Ian sangat setia menemani seluruh projek bisnis Mark.


Untuk kali ini Ian lebih memilih mundur, karena dia tahu betul kalau rencana Mark sudah diluar batas.


Tentunya Ian tidak ingin terjerat hukum dengan Mark. Kalaupun Mark akan memecatnya, Ian sudah siap dengan segala konsekuensinya.


••••


Klik like ya ♡♥


Happy reading sahabat Jenny 😉