Just My Ex Husband

Just My Ex Husband
Part 83 Satu malam saja



"Mark. . . " bisik Jenny menyebut nama itu, menyebut nama pria yang kini berada tepat di depan matanya.


Mark berjalan perlahan, ia berusaha memangkas jarak antara dirinya dengan Jenny. Sementara Jenny hanya diam mematung di sana, ia masih tak percaya kalau semua rencana undangan ini adalah ulah Mark.


"Kau semakin cantik saja Jenny. " puji Mark setelah berhasil mendekat ke arah Jenny, bahkan diantara mereka sudah tidak ada jarak lagi.


Plakkkkkkkkk!


Tiba-tiba saja tangan Jenny refleks menampar keras pipi Mark, Jenny sudah tidak tahan dengan sikap Mark, karena Mark nyaris ingin membelai pipi Jenny.


"Kau sudah gila Mark!" pekik Jenny dengan mengeratkan rahangnya.


Melihat sikap Jenny barusan, Mark masih terlihat santai. Ia justru tersenyum akan tindakan Jenny, bahkan Mark semakin merasa tertantang menghadapi wanita seperti Jenny.


"Pantas saja Arjuna tergila-gila padamu Jenn."


"Kau memang menggemaskan." tandas Mark lagi.


"Aku tidak ada waktu untuk berurusan denganmu Mark." ucap Jenny seraya melangkahkan kaki di hadapan Mark.


Namun baru saja Jenny maju satu langkah, tiba-tiba tangan Mark langsung menarik lengan Jenny kuat kuat.


"Kamu tidak akan bisa lari dariku Jenny." bisik Mark tepat di telinga Jenny.


"Jangan nekad Mark!"


"Kalau Arjuna tahu kelakuanmu sekarang, habis kamu!" ancam Jeny.


Entah keberanian dari mana yang didapat Jenny, wanita itu mampu berbicara setengah mengancam.


"Justru aku senang kalau priamu tahu Jenn, haha hahah." tawa Mark begitu lepas dan nyaring di dalam aula, sementara Jenny masih menatap penuh benci.


"Ada satu hal yang kamu tidak tahu tentang Claudia yang disembunyikan oleh Arjuna." ucap Mark.


"Apa maksudmu?" tanya Jenny penasaran.


"Kau penasaran Jenny?" air muka Mark nampak sedang mempermainkan Jenny.


"Satu malam saja denganku."


"Jika kau ingin tahu apa yang telah disembunyikan Arjuna darimu."


Mark memang benar benar pria brengsek, rencananya malam ini memang hanya ingin mengintimidasi Jenny, ingin menggoyahkan cinta Jenny untuk Arjuna.


"Apapun yang akan kamu katakan, aku tidak peduli Mark."


"Permisi."


Jenny pun berlalu dari hadapan Mark, ia kembali melangkah meninggalkan Mark.


Jenny kembali menghentikan langkahnya saat di depan pintu.


"Bagaimana kalau nyatanya Arjuna memang sudah menyembunyikan keberadaan Claudia darimu?"


"Bagaimana kalau nyatanya Arjuna menikahimu hanya karna rasa bersalah atas kelahiran Cleo."


"Dia tidak mencintaimu Jenny, dia hanya kasihan padamu."


Deggggggggg!


Rentetan ucapan Mark semakin membuat Jenny goyah, sampai tak mampu lagi melanjutkan langkah untuk keluar meninggalkan Mark.


"Jangan mencoba untuk mengintimidasi aku Mark, hanya karena kamu yang tidak menyukai aku dengan Arjuna hidup bersama."


Walau sebenarnya hati kecil Jenny sedikit bertanya tanya, ia masih berusaha lebih mempercayai Arjuna.


Kini Mark kembali mendekat ke arah Jenny.


"Kecelakaan pesawat itu hanya rekayasaku saja sweety." bisik Mark sambil mendekap tubuh Jenny dari belakang.


Rasanya ingin sekali Jenny berontak akan tindakan Mark, namun Jenny tahu betul pria seperti Mark.


"Kamu hanya menjadi yang kedua untuk Arjunamu Jenn."


"Aku takut Mark."


"Sungguh aku takut."


"Tolong lepaskan aku." rintih Jenny, berharap Mark segera melepaskan dekapannya setelah Jenny mengakui rasa takutnya terhadap Mark.


"Aku mohon." pinta Jenny memelas, nada bicaranya sedikit bergetar, karena Jenny memang benar benar di ujung rasa takut.


"Aku tidak akan menyakitimu Jenny."


"Aku hanya memintamu untuk tinggalkan Arjuna."


"Itu saja Jenn."


Mark memang benar benar sedang menyudutkan Jenny, menggoyahkan cinta Jenny pada Arjuna.


"Kalau memang Claudia masih hidup, dimana dia sekarang?" kembali Jenny bertanya perihal keberadaan Claudia.


"Kau benar benar ingin tahu?" pertanyaan Mark masih mempermainkan Jenny. Sementara Jenny hanya mampu diam tertunduk membelakangi Mark.


"Malam ini saja kau denganku Jenn, jika kau ingin tahu dimana keberadaan Claudia."


••••