
Kak Lee duduk didepan ku menatapku dengan senyuman manisnya.
"Please stop looking me like that, oh no no no please my heart please stop it"
Batinku teriak sudah gak tahan dan jantungku berdetak lebih kencang.
"Hai Kia kenapa bengong ayo lanjutkan makannya ! "
Saut Kak Lee.
"Ehh i... i.... iya kak terima kasih"
Jawabku dengan gugup.
Yujin menatap kami bergantian menahan senyum. Aku makan tertunduk malu lalu menghabiskan makananku dengan segera. Aku ingin cepat pulang rasanya aku salah tingkah disini karena kak Lee.
"Ehm Kia aku gak bisa antar kamu pulang, kalau diantar dengan supirku gpp khan? " Tanya Yujin padaku.
"Okay gak masalah Yujin "
Jawabku.
"Kakak saja yang antar Kia, sudah malam biar nanti kakak yang bilang sama Boy! " Jelas Kak Lee.
"OMG kenapa harus Kak Lee sich, gimana nih bukannya tenang malah tambah aishhhhh gimana nih. Ah sudahlah tenang Ki tenang jangan buat masalah"
Hatiku mencoba untuk tenang.
Di dalam mobil Kak Lee.
Aku terdiam menatap jalanan Kota Seoul lewat jendela. Tak ada kata yang terucap aku tidak berani memulai sebuah kata di sebelah kak Lee. Aku pun tak berani menoleh kearahnya sungguh menakutkan. Kalau dengar suaranya aku gak tau harus bagaimana. Lalu suaranya membuyarkan pikiranku.
" Kia sudah punya pacar? "
Tanya Kak Lee yang membuatku terkejut.
"Ehm ti.... tidak kak"
Saut ku.
"Oh syukurlah aku takut jika pacarmu melihatku mengantarmu akan marah"
Jelas Kak Lee.
"Apa kamu sudah pernah pacaran? "
Tanya Lee lagi membuatku malu.
" Be.. belum pernah kak!! "
Tegas ku sekali lagi.
"Kenapa?"
Kak Lee bertanya lagi.
"Ehm itu kak sebenarnya Kak Boy tidak mengizinkan aku pacaran selama masih sekolah dulu. Katanya akan mengganggu pelajaran ku"
Jawabku dengan ragu ragu.
"Oh.... baguslah kalau belum punya pacar" Jawab Kak Lee dengan samar-samar aku mendengarnya.
Kami pun kembali terdiam dan aku melihatnya tersenyum sendiri. Kenapa lagi ni orang pikirku.
"Kia sudah sampai, di sini aja gpp khan aku gak ikut naik dan salam buat Boy"
Kata Kak Lee.
"Iya kak nanti aku sampaikan dan terima kasih sudah mengantarku"
Jawabku.
"Yout welcome and nice to meet you Kia. semoga kita segera bertemu lagi"
Kak Lee berkata yang membuat aku untuk kesekian kalinya terkejut. Apa maksudnya berkata seperti itu padaku. Tapi aku hanya tersenyum mendengarnya.
Mobilnya pun berlalu dari pandanganku.
Entah perasaan apa ini.
Sudahlah aku tidak mau berpikir terlalu jauh dan lebih baik aku menghindar darinya seperti kata Kak Boy.
"Assalamualaikum kak"
"Waalaikumsalam Kia, sudah datang sapa yang antar? "
Tanya Kak Boy.
"Itu Kak ehm anu Kak.... Kak Lee yang antar"
Aku menjawab agak ragu takut juga.
"Kenapa bisa sama Mr. Lee?"
Tanya Kak Boy penasaran.
"Itu Kak tadi Yujin gk bisa jadi Kak Lee menawarkan diri antar Kia"
Aku hanya bisa tersenyum.
" Oh ya sudah kalau begitu, Kia dah makan blum?"
Tanya Kak Boy lagi.
"Sudah Mak dirumah Yujin, tadi juga sudah mandi di kamar Yujin"
Aku langsung menjawab Kak Kak Boy.
"Oah...,.pantas hari ini penampilanmu beda, bajumu juga sepertinya baru dan sepertinya lumayan mahal tuh. sapa yang beli? "
Kak Boy menatapku menyelidik.
"*An*u kak itu tadi siang Yujin mengajakku ke mall dan membelikan ku beberapa baju. aku menolak tapi Yujin memaksa jdi aku ambil kak"
Saut ku.
"Ohhhhhh...........ya sudah kamu istirahat aja sana kakak juga mo istirahat dulu"
Saut Kak Boy langsung masuk ke dalam kamarnya.
" Huft....... hahhhhh"
Aku menarik nafas lalu membuangnya. Hampir saja aku jantungan, untung Kak Boy gk marah aq diantar kak Lee. Aku kira dia bakal marah besar padahal dia suruh aku buat jaga jarak sama Kak Lee.