I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Honey Moon Part 5



Sebelas jam lebih berlalu dari Bali menuju Seoul Korea Selatan. Penerbangan panjang yang melelahkan. Waktu menunjukkan masih pukul 5 pagi. Saat ini Lee dan Kia baru saja mendarat di Bandara Incheon - Seoul. Sopir yang menunggu kedatangan mereka sudah menyambut mereka di ruang tunggu Bandara.


"Selamat datang kembali di Seoul Tuan dan Nyonya Lee. Bagaimana kabar tuan?"


Tanya sopir itu yang sudah lama tak bertemu dengan bosnya.


"Terima kasih, kabarku baik "


Jawab Lee yang terlihat masih mengantuk. Kia tersenyum ramah pada sopir itu meski mengantuk. Mereka berdua kelelahan setelah perjalanan yang panjang.


Semua barang yang di bawa sudah masuk ke bagasi mobil. Lee dan Kia duduk di belakang saling menyandarkan tubuh mereka.


"Kemarilah sayang ! "


Perintah Lee pada istrinya untuk mendekat ke arahnya. Kia pun mendekat dan Lee langsung menarik tubuh Kia ke dalam pelukannya.


"Tidurlah dulu, sebentar lagi kita sampai "


Kata Lee.


"Hemmm, baiklah sayang"


Jawab Kia dan langsung merebahkan kepalanya di paha Lee.


Tak berapa lama Kia pun tertidur, terdengar suara nafasnya yang naik turun. Rasa lelah membuatnya cepat tertidur. Lee mengelus lembut wajah istrinya, wajah putih mulus tanpa ada noda.


"Ah sayang, wajahmu terlihat imut sekali saat tidur. Membuatku ingin memakanmu sekarang "


Suara hati Lee dan tersenyum menatap istrinya.


Perjalanan menuju kediaman Lee sekitar satu jam lebih. Lokasi perumahan elit di daerah Hannam-dong yang terletak sangat dekat dengan Sungai Han. Rumah elit dengan halaman yang luas dengan pemandangan Sungai Han.


Mereka pun akhirnya tiba, mobil memasuki pintu gerbang yang besar melewati taman bunga yang indah. Tidak ada yang berubah semenjak kepergian Lee. Suasana rumah yang Lee rindukan. Jika saja Kia mau tinggal di sini Lee merasa senang. Tetapi Lee tidak ingin memaksa istrinya.


Beberapa pelayan sudah menyambut di depan rumah. Barang-barang sudah di turunkan dan sekarang giliran dua orang yang duduk di kursi belakang. Melihat Kia yang masih hanyut dalam mimpinya, Lee jadi tidak tega membangunkan istrinya. Lee kemudian mengangkat tubuh Kia perlahan, membopongnya masuk ke dalam rumah. Beberapa pelayan tersenyum melihat bosnya yang perhatian terhadap Kia.


Lee merebahkan istrinya ke atas ranjang yang besar. Mereka berdua sekarang berada di dalam kamar Lee. Sejenak Lee merebahkan tubuhnya di sebelah istrinya dan ikut terlelap. Rasa kantuk yang tidak bisa di tahan membuatnya langsung tertidur.


Hari menunjukkan pukul 11 siang, Lee segera bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya. Sedangkan Kia baru saja bangun dan menyandarkan tubuhnya di sebuah sofa. Rasa kantuk dan lelah membuatnya belum sadar. Kia masih bersandar sambil memejamkan matanya. Terdengar suara air yang mengalir, Kia membuka matanya.


Lee yang baru selesai mandi menoleh ke arah istrinya yang sudah memberinya senyuman manis. Lee menghampirinya dan memeluknya dengan mesra.


"Sudah bangun sayang, mandilah dulu agar tubuhmu segar. Apa ingin makan di dalam kamar? aku akan menyuruh pelayan membawanya kesini"


Ucap Lee di telinga istrinya kemudian mencium pipi Kia.


"Ehmmmm, tidak sayang. Aku mandi sebentar dan kita makan di bawah saja ya! Jika makan di kamar pasti akan jadi makan siang yang panjang. He... he... he"


Kata Kia beranjak pergi dan lari ke dalam kamar mandi.


Lee tertawa dengan kelakuan istrinya. Gagal sudah rencana liciknya, padahal dia sudah ingin menghabiskan seharian ini di kamar saja.


"Hahhhh, nanti malam jangan harap kau bisa kabur sayang! "


Saat ini Lee dan Kia menuruni anak tangga sambil Kia memeluk lengan suaminya. Wajah tampan dan cantik menyegarkan mata para pelayan yang sudah menyambut mereka berdua di bawah tangga. Sungguh pasangan yang sempurna. Semua pelayan menunduk memberi hormat pada Tuan dan Nyonya Lee. Kia tersenyum ramah begitupun juga Lee. Sejak menikah Lee berubah menjadi lebih ramah dan tersenyum. Kebahagian yang dia ungkapkan terlihat dari wajahnya yang cerah.


"Tuan dan Nyonya sangat cocok, lihat wajah Tuan Lee semakin tampan sejak menikah. Nyonya Kia lebih cantik dan anggun. Aku jadi iri "


Banyak hidangan tersedia di meja makan, membuat perut Kia yang belum terisi sejak semalam menjadi sangat lapar. Mereka berdua makan sambil bercanda, suara tawa mengisi kediaman Lee yang sudah lama tidak ada canda tawa dari sang punya rumah. Semua pelayan merasa senang atas kebahagian yang sudah mengisi kediaman Lee.


Suara ponsel Lee terdengar, dan seorang pelayan mengambil dan menyerahkan pada Tuan Lee.


"Halo . . . . . Hemm, iya aku ada di rumah. Bagaimana persiapannya? Baiklah aku segera kesana. Atur saja jangan ada yang kurang! "


Kata Lee pada staf kantornya.


"Siapa sayang? Apa kau akan pergi sekarang? "


Tanya Kia yang mendengar percakapan suaminya.


"Iya sayang, tadi dari kantor. Pertemuan dengan pimpinan dari perusahaan X siang ini. Aku harus berangkat sebentar lagi. Mungkin lama sayang, apa kau tidak apa2 aku tinggal? "


Kata Lee menjelaskan.


"Tidak sayang, pergilah aku akan menunggumu pulang! "


Jawab Kia.


"Baiklah, aku berangkat dulu ya. Cup... Cup.... "


Tidak lupa Lee mengecup kening dan bibir istrinya.


Lee meninggalkan Kia yang masih duduk di meja makan. Kia segera menyelesaikan makan siangnya dan langsung naik kembali ke kamar.


Lee sudah tiba di kantornya, semua staff menyambut kedatangan bos besarnya yang sudah lama tidak terlihat. Mereka semua memberi selamat atas pernikahannya. Lee tersenyum membalas semua ucapan staff yang ramah terhadapnya.


Tidak berapa lama rapat akan segera di mulai. Peserta rapat antara Grup L dan Perusahaan X akan dimulai. Tuan Lee sebagai pimpinan menjelaskan kerjasama yang akan menguntungkan antara kedua belah pihak. Pimpinan perusahaan X yang


bernama Tuan Hyun Bin mendengarkan setiap kata Tuan Lee. Perusahaan X merasa puas dengan rencana-rencana ke depan yang akan mereka kerjakan bersama. Akhirnya kedua perusahaan mencapai kata sepakat untuk memulai kerjasama itu. Mereka saling bersalaman menandakan rapat selesai dengan sempurna. Hanya tinggal menyiapkan kontrak kerjasama dan akan selesai esok hari.


Hampir dua jam berlalu mereka akhirnya membubarkan diri. Tuan Hyun Bin dan anggota staffnya meninggalkan GRUP L.


"Ehmm, Tuan Lee......Bagaimana setelah penandatanganan kontrak esok kita makan siang bersama. Aku dengar Tuan Lee sudah menikah, jika berkenan ajaklah istrimu"


Ucap Tuan Hyun Bin yang menghentikan langkahnya sebentar.


"Baiklah Tuan Hyun, kita bertemu besok siang. Sampai jumpa!"


Jawab Lee ramah.


Rombongan Tuan Hyun akhirnya meninggalkan GRUP L.


Dalam perjalanan kembali ke Perusahaan X.


" Bagaimana hasilnya? "


Tanya Tuan Hyun pada asistennya.


Asistennya menyerahkan ponselnya pada bosnya. Tuan Hyun terkejut saat melihat foto Kia. Selama ini dia penasaran seperti apa wajah Kia sampai Lee menikah dengan gadis asing. Gadis yang bisa membuat Lee meninggalkan Yoona. Siapa Yoona bagi Tuan Hyun? Yoona adalah sahabatnya sejak kecil. Dia mencintai Yoona sejak kecil, tapi Yoona lebih memilih Lee dari pada dirinya. Setelah mendengar kabar Yoona yang sudah berpisah dengan Lee, Hyun Bin ingin mendekati Yoona kembali. Tetapi sebelum itu terjadi, dia mendengar kabar tentang Yoona. Perlakuan Lee pada Yoona membuat Hyun Bin geram. Dia berencana membalas dendam. Setelah sekian lama menunggu, saatnya sudah tiba. Rencananya yang matang, dengan dalih bekerjasama. Strateginya untuk melancarkan balas dendam untuk Yoona.


"Hehh, wanita yang sangat cantik! "


Ucap Tuan Hyun. Bibirnya tersenyum saat melihat wajah Kia yang menawan.