
Hari-hari berat pun dimulai buat Kia khususnya tapi hari menyenangkan buat seseorang yang ada di dalam ruangan presdir GRUP L.
Jelas Mr. Lee senang, dengan melihat sekilas bibirnya yang tersenyum dari dalam ruangan melihat seseorang yang ada didepannya. Kebetulan ruangan Presdir berada tepat di depan ruangan kerja Kia dan terdapat kaca yang menghalangi mereka. Tapi buat Mr. Lee dia bisa melihat Kia sepuasnya karena kaca pintunya tembus keluar tapi dari luar tidak akan terlihat bagian dalamnya. Pas banget Khan?
Kia yang mulai sibuk dengan tugas barunya berusaha segera mungkin menyelesaikannya. Dia mulai mengatur jadwal bosnya, baik rapat, dinas keluar, telepon masuk dan keperluan pribadi bosnya. Pekerjaannya sungguh berat, Mr. Lee sengaja menyuruh Neil mengatur pekerjaan Kia.
Saat jam makan siang Kia pergi ke kantin perusahaan untuk menyiapkan makan siang bosnya. Segera dia pergi agar tidak kena masalah. Sesampainya disana, banyak karyawan wanita yang menatapnya tak suka.
"Hei... Hei... lihat siapa yang datang? pegawai magang yang merayu bosnya, sungguh tak tau malu. Apa bagusnya dia? kenapa Mr. Lee bisa menyukainya? dasar murahan...
Salah satu pegawai yang bernama Siska mulai bergosip dengan teman-temannya. Mereka berbicara dengan keras sehingga semua karyawan yang sedang makan siang disana mulai berbisik-bisik juga.
Kia yang mendengar itu tidak perduli berusaha secepat mungkin pergi dari kantin. Tapi terlambat dia menyadari, Siska yang kebetulan melihatnya berjalan segera menyikut kaki Kia hingga terjatuh.
Makanan yang dibawa Kia berserakan dan Kia masih terduduk berusaha untuk kuat. Semua orang disana melihat Kia terkejut dan tidak berani membantunya.
Mr. Lee menunggu Kia dengan tidak sabar, lalu menyuruh Neil untuk mencari keberadaan Kia. Neil yang mendapat kabar Kia berada di kantin dan ada masalah segera memberi tau Mr. Lee.
"Maaf bos, nona Kia di kantin sekarang dan ada masalah....
" Apa? cepat kesana...
Mr. Lee kaget mendengarnya dan segera beranjak dari duduknya menuju kantin. Kakinya melangkah dengan cepat tanpa memperdulikan Mr. Kim yang melihatnya dan ingin menyapanya tetapi Mr. Lee lewat begitu saja. Neil hanya mengikuti dari belakang. Mr. Kim langsung mengikuti mereka juga.
" Cih.... ada apa dengannya? dasar bucin....
Hei Neil ada apa? kenapa dia terburu-buru?
Tanya Mr. Kim terheran melihat tingkah bos besarnya itu.
"Hemmm.... liat saja sendiri....
Jawab Neil singkat....
" Hei, aku bertanya padamu dasar pelit informasi. Awas kau.....
Setibanya di kantin Mr. Lee melihat Kia dari jauh masih memperhatikannya tanpa ekspresi
"Heh, dasar ****** kalau jalan tuh lihat lihat donk. Kau menyenggol kakiku sampai sakit tahu.....
Siska sengaja memprovokasi agar dia tidak disalahkan. Yang lain masih menatap mereka dengan penasaran apa yang terjadi. Tapi mereka tidak melihat Mr. Lee yang ada dibalik pintu memperhatikan.
" Maaf kak..... tapi.... tapi bukan salah saya. Kaki kakak yang menyenggol saya....
Jelas Kia berusaha membela dirinya sendiri.
"Apa? jadi kau menyalahkan aku? dasar tidak tau malu. Kurang ajar kau....
Siska seketika mengangkat tangannya ingin menampar Kia tapi terlambat. Neil sudah menangkap tangan Siska yang membuat semua orang kaget apalagi Siska yang tak kalah kaget setelah melihat orang yang dibelakangnya. Yah Mr. Lee yang menatap tajam padanya, Mr. Kim yang kesal dan Neil yang memegang tangannya dengan erat sampai tangannya terasa sakit. Lalu Neil menghempaskan tangan Siska.
Kia membuka matanya setelah merasa tidak terasa ada yang sakit. Dia terkejut melihat Mr. Lee ada disana. Seketika dia menundukkan kepalanya, ada perasaan takut dan malu dihatinya. Dia bingung harus bagaimana.
Sizka tidak berani bicara setelah melihat bos besarnya datang. Bibirnya terkunci setelah tadi memaki-maki Kia. Dia menunduk ketakutan, badannya gemetar.
" Apa yang terjadi nona? apa salahnya sehingga kau ingin menamparnya?
tanya Neil menyelidik. Tetapi yang ditanya tidak berani menjawab.
"Baiklah, karena tidak ada jawaban mari lihat CCTV nya.....
Neil segera memeriksa CCTV itu dan melaporkannya pada Mr. Lee.
Mr. Lee marah mendengar kenyataannya, wajahnya sudah merah padam. Sedangkan Mr. Kim memperhatikan Mr. Lee segera menelan ludahnya.
" ck... ck.. ck... melihatnya seperti ini bulu kuduk ku jadi merinding. Habislah si Sizka, tamat kau hari ini.
Mr. Kim bergumam dalam hatinya.....