I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Episode 23



Setelah Mr. Lee mendengar kabar hilangnya Kia dia memarahi semua anak buahnya karena tidak becus menjaga Kia. Mr. Lee memerintahkan semua anak buahnya mencari Kia di seluruh kota. Semua CCTV jalan pun tidak luput darinya, secara dia mempunyai akses untuk mencari informasi apapun. Masih belum ada kabar mengenai Kia, seolah Kia hilang dari Seoul. Lee tahu ini pasti perbuatan Yoona yang bisa membayar siapapun untuk melakukan pekerjaan seperti ini. Kali ini Lee merasa kecolongan atas hilangnya Kia. Lee mencoba menghubungi kerabatnya yang mempunyai akses melalui satelit. Lee masih menunggu kabar Kia di dalam kantornya. Sudah beberapa jam dia menunggu dan sudah tidak sabar.


"****, seharusnya aq bisa menambahkan lebih banyak pengawal disisinya. Kia, dimana kamu sekarang.


Yoona, kau sudah menguji kesabaranku kali ini..... kata Lee penuh dengan amarah....


Beberapa saat kemudian Niel memberi kabar dari satelit bahwa ada sebuah taxi mendekat ke arah danau yang jauh dari kota. " Cepat Niel, suruh yang lain di posisi yang terdekat segera kesana sebelum terlambat. Aku harap Kia baik-baik saja. Kata Lee sambil bergegas menaiki mobilnya dan Niel menjadi sopirnya. Beberapa anak buahnya juga mengikutinya dari belakang. Lee segera berangkat menuju lokasi itu dengan kecepatan tinggi.


Setelah aktivitasnya semalam sampai pagi Yoona terlihat kelelahan. Di pagi hari dia terbangun dengan Sojun disampingnya. Dia memperhatikan tubuhnya yang penuh dengan kissmark. Kemudian dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lama Yoona berendam di bath up memikirkan kejadian semalam. Dia sangat menikmatinya walaupun awalnya ragu. Sambil memejamkam matanya dia menikmati air hangat itu. Terdengar suara pintu tapi Yoona tidak menyadarinya dan akhirnya John ikuti masuk ke dalam bath up. "Stop Sojun, aq lelah! kata Yoona setelah sadar dengan datangnya John. Tapi Sojun tidak menghiraukannya, dia terus menjelajahi tubuh Yoona dengan nafsunya yang sudah membara. Rudalnya sudah menegang dan ingin meminta lebih. Sojun mulai melakukan pekerjaannya lagi dengan Yoona di kamar mandi. Nafas mereka memburu satu saja lain dan Yoona menginginkan lebih juga. Yoona sudah bergairah lagi dan Sojun menyukainya. Mereka menikmati pergulatan itu lagi sampai ke puncaknya asmara mereka. Setelah satu jam mereka pun selesai dan keluar.


" Sojun, bagaimana gadis itu? tanya Yoona.


"Tenang saja sayang, dia sudah aku ikat di kursi. Ayo kita lihat apa dia masih sadar setelah aq ikat semalaman. kata Sojun.


Sojun membuka pintu kamar dan melihat Kia yang sudah lemas karena diikat. Mereka tidak memberinya makan dan minum. Kia terlihat lemas, dan kemudian membuka matanya.


" Siapa kau, kenapa menculikku, apa salahku padamu? tanya Kia penasaran.


"Kia bagaimana kabar mu? apa tenagamu masih ada? tanya Yoona dari belakang Sojun.


Kia kaget mendengar suara dari belakang Sojun dan kemudian melihat dengan jelas Yoona ada disamping Sojun.


" Kau, Yoona apa maumu dengan menculikku? kata Kia dengan bingung.


"Ha... ha.... ha.... ha..... Kia jangan terlalu naif, kau yang memaksaku melakukan ini. Jika kau tidak merebut Lee dariku nasibmu tidak akan begini. kata Yoona dengan tertawa.


Kia sadar Ternyata ini alasan Yoona menculiknya.


" Yoona, tolong lepaskan aku. Aku tidak merebut Lee darimu. Ini bukan salahku..... kata Kia.


Lalu Yoona mendekati Kia dan menampar Kia dengan keras. Pipi Kia memerah dan membengkak dan membuat Kia langsung menangis sambil menahan air matanya yang akan jatuh.