
Beberapa jam sudah berlalu, sungguh perjalanan yang melelahkan untuk dua orang yang masih tertidur pulas. Tempat tujuan sudah terlihat dan mobil memasuki hotel tempat mereka menginap. Setelah mobil berhenti masih belum ada gerakan dibelakang. Sopir belum berani membangunkan singa yang lagi tidur. Tidak berani, jadi Neil masih menunggu duduk dibelakang kemudi.
Sesaat kemudian, Tuan Lee terlihat terkejut saat bangun dari tidurnya. Tangan mereka masih saling terkait belum melepaskan. Tuan Lee melirik ke arah Kia yang masih tidur. Dilepas tangannya perlahan, agar Kia tidak terbangun. Eit, terlambat.....
Kia sudah membuka matanya, sejenak mengedarkan pandangannya. Dia terkejut kepalanya masih bersandar di bahu Tuan Lee dan tangannya mereka berpegangan erat. Mata mereka saling bertemu dan belum berkedip. Kia yang sadar langsung menjauh dan melepas tangannya. Jantungnya terasa mau copot....
"Maaf.... maaf Tuan saya tertidur cukup lama..... maafkan saya....
Jelas Kia terbata merasa canggung.
" Hemmm, sudahlah tak apa.....
Jawab Lee singkat.
"Apa yang terjadi? kenapa aku tidur disampingnya seperti itu. Pantas saja aku merasa hangat, tapi aku bermimpi dia memelukku. Jadi itu semua nyata? Apa yang harus aku lakukan?
Hati Kia bergumam, malu sudah rasanya dan wajahnya sudah merona.
Lee memperhatikan Kia lekat, karena tak ingin Kia merasa canggung dia memutuskan untuk langsung turun.
Kia melihat punggung bosnya yang sudah keluar duluan, menghela nafas lega. Dia pun akhirnya turun mengikuti Tuan Lee.
Neil yang melihat tingkah mereka berdua hanya geleng-geleng kepala. Menyusul mereka turun dan segera mengeluarkan koper di bagasi.
Kamar hotel sudah disiapkan, mereka memasuki kamar masing-masing. Sengaja kamar mereka bersebelahan yang sudah diatur Neil.
" Hahhhh, akhirnya sampai juga. Aku lelah sekali......
Apa yang terjadi saat aku ketiduran? aku bermimpi bersamanya? kenapa aku belum bisa melupakannya?
Kia merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk dan berpikir tentang kejadian di mobil. Sekilas dia mengingat sesuatu yang sudah lama terjadi. Dua tahun yang lalu saat di Korea bersama Lee. Memori itu masih juga belum bisa hilang sampai sekarang. Janji yang Lee ucapkan terngiang di telinganya....
"Aku akan selalu menjagamu Kia, selamanya berada di sisimu....
Kata-kata Lee yang terucap, dan masih Kia ingat.
" Apakah dia masih mengingat janji itu? Apa aku masih boleh berharap? tapi bagaimana dengan Kak Boy? Keluarganya?
Ahhhh..... bagaimana dengan hatiku?
Suara hati Kia sedang bergejolak dengan dirinya sendiri.
Kepalanya sudah sakit memikirkannya, dia langsung melepaskan lelahnya berendam dengan air hangat.
Begitupun di kamar sebelah, masih memutar memori yang tersimpan dalam ingatannya bersama Kia. Lee tersenyum sendiri, sesaat kemudian bersedih. Berharap Kia kembali padanya, tanpa halangan apapun. Kenapa mengejarnya sekarang terlihat susah, Kia selalu menjaga jarak darinya. Kepalanya mulai pening, Lee pun masuk ke kamar mandi dan berendam air hangat juga.
Dua sejoli yang sedang berendam saling menikmati hangat nya air dan aroma terapi yang menenangkan pikiran mereka. Pelan-pelan memutar kenangan mereka yang indah dulu. Mereka berdua tersenyum.....
Karena hari ini melelahkan, mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Tidak ada yang keluar, makan malam pun mereka di kamar saja.
Esok hari adalah menjalankan misi yang sudah tersusun rapi. Berharap tidak ada kesalahan apapun.
Matahari belum menampakkan sinarnya. Udara masih terasa dingin merasuk ke dalam tubuh seorang gadis. Kia menggeliat di kasurnya saat alarm ponselnya berbunyi. Sudah waktunya bangun, saatnya dia melakukan salat shubuh dulu.
Sementara di kamar sebelah masih terlelap tidur, hanyut dalam mimpi indahnya bersama Kia. Yah mimpinya tadi yang terputus saat tidur di mobil, dia lanjutkan lagi mimpi itu. Mungkinkah seperti itu? Ha.... ha... ha... tidak ada yang tau.... mungkin saja.
Lee sudah siap dengan jas hitamnya, yang membuat wajahnya terlihat tampan dan berwibawa. Waktunya untuk rapat akan segera dilaksanakan. Karena acaranya masih di dalam hotel, tidak membutuhkan waktu yang banyak jadi dia masih bersantai menikmati sarapan terlebih dahulu di resto dalam hotel.
"Ceklek.....
" Ceklek......
Terdengar dua suara pintu terbuka bersamaan. Tuan Lee dan Kia kompak membuka pintu. Sesaat mereka berdua terdiam dan pandangan mereka bertemu. Lee tergelak melihat penampilan Kia....
"Cantik.... "
Gumamnya pelan tapi tidak terdengar.
Dalam pandangan Kia juga sama, hatinya pun tidak kalah memuji.
" Dia terlihat lebih tampan.... "
Ahhhh hati Kia meleleh melihat yang bening-bening seperti Tuan Lee.
Neil yang sudah menunggu mereka berdua keluar hanya memperhatikan dua sejoli itu. Masih diam menikmati tontonan di pagi hari.
"Aish, mereka ini buat orang iri saja...
Kata hati Neil cemburu, maklum jiwa jomblonya meronta.
" Ehm... ehm.... Maaf Tuan Lee dan nona Kia. Sarapan sudah siap.....
Neil terpaksa menyadarkan mereka yang masih saling menatap.
Mereka berdua tersadar, kemudian membuang pandangan mereka ke lain arah. Tuan Lee langsung berjalan duluan diikuti Neil dan Kia. Detak jantung mereka berdua terasa lebih cepat. Terlihat mereka agak canggung saat menikmati sarapan di meja yang sama.
Kia hanya makan sambil menunduk, sedangkan Lee makan dengan menatap seseorang yang duduk di hadapannya. Masih terpesona dengan penampilan Kia yang cantik.
Sarapan selesai mereka segera menuju ke ruang rapat. Semua orang sudah berkumpul hanya menunggu bos besar yang belum datang.
Peserta rapat penasaran dengan bos mereka yang baru. Karena sejak perusahaan cabang di buka, Hanya Mr. Kim yang mewakili. Mereka hanya mendengar rumor bos besarnya seperti apa. Takut-takut melakukan kesalahan, mereka sudah menyiapkan dokumen-dokumen yang diminta oleh Tuan Neil.
Tuan Lee akhirnya muncul bersama Kia dan Neil. Semua orang berdiri menunduk hormat, memberi ucapan salam selamat datang sopan. Tuan Lee membalas salam mereka dengan sopan dan santai juga.
"Duduklah, kita mulai rapatnya.....
Perintah Lee singkat. Rapat dimulai dengan penjelasan dari setiap divisi. Mereka memberikan penjelasan dengan jelas tidak ada yang dikurangi atau dilebihkan.
Rapat pun selesai dengan sangat baik dan tidak ada masalah. Tuan Lee lebih banyak diam hanya memperhatikan. Sedang Neil yang mewakili Tuan Lee menyampaikan ide-idenya. Kia mencatat notulen rapat dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam pekerjaannya.
Salah satu peserta rapat, seorang jomblo yang masih muda dan tampan. Selalu memperhatikan Kia sejak kedatangannya. Sesekali menoleh Kia menatap penuh arti, orang itu bernama Leo.
Sekilas Lee melihat Leo yang menoleh kearahnya, merasa heran dan akhirnya sadar yang dilihat adalah Kia yang duduk disampingnya.
Lee geram, tangannya terkepal untung tidak ada yang memperhatikan.
"Cih, berani sekali dia menatap Kia ku....
ingin ku congkel saja matanya itu.....
Hati Lee kesal ada seseorang yang menatap Kia seperti itu..