I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
H-3 The Wedding



Persiapan pernikahan sudah hampir rampung seperti gedung, catering, baju pengantin, mahar pernikahan sudah selesai dan kartu undangan sudah di kirim ke relasi-relasi penting GRUP L.


Tuan Lee membuat acara pernikahan yang megah di rumah barunya dengan tema Garden Party. Hanya pemegang kartu undangan yang dapat masuk ke acara itu. Tidak sembarang orang dapat hadir di sana karena Lee ingin pernikahannya berjalan dengan sempurna tanpa ada halangan merintang.


Calon pengantin wanita sudah libur dari pekerjaannya karena sudah H-3 pernikahannya. Seharusnya seminggu sebelum acara Kia mulai di pingit tapi karena acaranya mendadak baru hari ini dia harus berada di rumah tidak di perbolehkan keluar oleh Boy.


"Kak Boy, apa Yujin sudah datang? "


Panggil Kia dari lantai atas.


"Belum adikku sayang, mungkin sebentar lagi! "


Saut Boy.


Hari ini acara Kia dan Yujin nyalon di rumah. Yujin menyiapkan tim salon untuk melakukan perawatan tubuh. Agar waktu hari pernikahan lebih fresh Katanya.


"Ting... tong.... ting... tong"


Suara bel pintu berbunyi beberapa kali.


Boy yang ada di dapur langsung bergegas membuka pintu.


"Hai Kak Boy, Kia ada? "


Tanya Yujin tersenyum ceria.


Boy terdiam tidak menjawab pertanyaan Yujin. Boy terkejut melihat penampilan Yujin yang sekarang. Memang Boy belum bertemu Yujin sejak dia datang ke Bandung.


Boy terpana melihat penampilan Yujin yang terlihat sexy dan elegan. Bibirnya yang tersenyum manis membuat seorang Boy terpesona. Tidak seperti dulu sewaktu di Korea. Penampilannya yang sekarang lebih dewasa. Pandangannya tertuju mulai dari atas sampai bawah.


"Glek "


Boy menelan salivanya saat menatap Yujin.


"Deg... deg.. deg...deg... deg.... deg"


Jantung Boy berdebar kencang.


"Dia memang tambah cantik. Hei ada apa denganku? kenapa dengan jantungku? "


Batin Boy kagum tapi juga bingung dengan suara jantungnya yang berdebar-debar.


"Hei Kak Boy? Kak? Kak Boy! "


Teriak Yujin kesal karena tidak ada respon dari Boy.


Boy terkejut mendengar suara Yujin yang memanggilnya. Dia gelagapan bingung mau jawab apa.


Yujin sendiri bingung melihat tingkah Boy yang aneh. Lalu dia sadar pasti Boy terkejut melihatnya yang sekarang.


"Kak Boy kok bengong sich? Kak Boy naksir ya sama aku? iya khan? "


Tanya Yujin menaik turunkan alisnya menggoda Boy.


"Apa? ah bukan kok! aku hanya sedikit terkejut saja! "


Jawab Boy yang gugup.


"Ah Kak Boy, kalau naksir bilang saja gak papa kok. Aku mau jadi pacar Kak Boy! Lagian aku juga belum punya pacar. Apalagi Kak Boy juga tampan!


He... he...he"


Kata Yujin menggoda Boy lagi.


Boy terkejut mendengar perkataan Yujin yang blak-blakan. Entah bercanda atau serius, tapi Boy tak tau harus bilang apa.


"Yujin sudah datang Kak Boy? "


Panggil Kia menuruni anak tangga.


"Eh, iya dia sudah datang! "


Jawab Boy cepat dan berbalik akan pergi.


"Yujin ayo kita naik ke kamarku saja. Apa salonnya juga sudah datang?"


Tanya Kia.


"Sudah ada di depan kok. Sebentar ya aku panggil dulu! "


Kata Yujin langsung memanggil dua orang pegawai salon yang sudah menunggu perintah.


"Kalian masuklah cepat! "


Panggil Yujin.


Jawab dua orang itu.


Kemudian mereka masuk mengikuti perintah Yujin. Segera mereka semua menuju lantai atas untuk melaksanakan tugasnya. Tapi Yujin sengaja berjalan paling belakang karena masih terlihat Boy yang masih berdiri dekat tangga.


"Kak Boy, yang aku bilang tadi serius lho!"


Kata Yujin mengedipkan matanya dan segera naik.


Boy kembali dibuat terkejut oleh Yujin. Boy melihat punggung Yujin yang menaiki anak tangga. Perasaannya tak karuan masih kebingungan dan berpikir sejenak tentang perkataan Yujin tadi.


"Apa aku gila? Kenapa aku melihat Yujin seperti itu. Aku dulu menganggapnya seperti adikku sendiri. Tapi sekarang? Ahhhhh sial! "


Batin Boy berkata sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.


Sampai di atas Yujin berhenti sejenak, memundurkan langkahnya untuk melihat ekspresi Boy.


"Kak Boy memang tampan, dulu dia tidak pernah melihatku seperti tadi. Aku memang suka padanya dulu dan sekarang. Apa aku berhasil membuatnya jatuh hati padaku sekarang? "


Batin Yujin berharap.


Di dalam kamar Kia sudah terlihat sibuk sekali. Dua orang pegawai sudah memulai pijatan-pijatan untuk merilekskan dua orang gadis yang sedang menikmatinya.


Kemudian seluruh tubuh mereka penuh dengan lulur. Wajah mereka sudah terpasang masker.


Hari ini memang hari untuk memanjakan tubuh mereka dengan pijatan-pijatan lembut yang dilakukan dua orang ahli pijat wanita. Mereka sangat menikmatinya sampai mereka tertidur.


Boy dari tadi masih berada di kamarnya, ntah apa yang dilakukannya. Hanya mendengar kata-kata Yujin membuatnya tidak bisa tenang.


"Sial, kenapa perkataannya membuatku pusing sekali. Aku memang terkejut melihat penampilannya yang sekarang. Dia jauh lebih cantik, sexy dan ahhhhhhhhh apa yang aku pikirkan.


Tunggu? apa aku menyukainya? ah tidak aku menganggapnya seperti adikku sendiri! "


Kata Boy gelisah.


Boy keluar dari kamarnya ingin mengambil air minum. Tapi dia penasaran apa saja yang mereka lakukan di atas karena tidak ada suara yang terdengar. Dia memutuskan pergi untuk melihat mereka berdua.


Pintu kamar Kia sedikit terbuka, dia melihat mereka berdua sedang dipijat hingga tertidur. Terlihat Yujin yang juga tertidur di sebelah Kia. Boy melihat ke arahnya, mengamatinya dengan jelas.


"Cantik "


Hatinya bergumam.


Saat itu Boy tersadar dia memang sudah kepincut hatinya saat bertemu Yujin tadi. Dia terpesona dengan Yujin yang sekarang. Laki-laki mana yang tidak jatuh hati padanya dan Boy salah satunya. Penampilan Yujin memang terlihat dewasa dan agak sexy menurutnya.


"Aish, apa yang aku lakukan di sini. Sampai kapan aku akan memandangnya seperti ini! "


Batinnya mengomeli dirinya sendiri sambil mengusap kasar wajahnya.


Boy meninggalkan Kamar Kia dan langsung turun pergi ke dapur.


Dua jam sudah berlalu dan kegiatan dua orang di lantai atas sudah selesai. Pegawai salon sudah pergi dan meninggalkan mereka berdua yang sekarang sedang membersihkan diri.


"Kia, bagaimana menurutmu jika aku menyukai Boy?


Tanya Yujin santai.


" Apa? "


Kata Kia terkejut tapi belum percaya yang di dengarnya.


"Hei aku serius Kia, aku menyukainya sejak dulu! "


Kata Yujin tersenyum.


"Tapi Yujin ?! "


Kata Kia tidak melanjutkan.


"Aku tau dia menganggapku seperti adiknya sejak dulu. Aku juga tidak pernah menyatakan perasaanku. Ku kira dulu hanya sekedar suka saja. Tapi sejak kalian menghilang, aku merasa kehilangan"


Yujin langsung terdiam memandang jauh ke arah jendela.


Kia mengerti perasaan orang yang sedang jatuh cinta. Menyukai seorang Lee tapi takut untuk berharap lebih. Takut kecewa, takut akan kehilangan, takut akan menyakiti orang lain. Semua ketakutan saat mencintai seseorang memang seperti bumerang yang siap kapan saja akan mengenai diri sendiri. Tapi saat kepercayaan diri sendiri dan pasangan kita ada, semua itu akan hilang.


"Buatlah kakakku jatuh hati padamu, aku akan senang jika dia juga menerima cintamu"


Kata Kia memegang tangan Yujin.


Yujin merasa senang mendengar perkataan Kia yang mendukung perasaannya pada Boy. Dia pun menjadi bersemangat untuk mendapatkan cinta Boy.


"Terima kasih Kia, kau memang kakak iparku yang baik! "


Yujin langsung memeluk Kia dengan gembira.