I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
H-2 The Wedding Part 1



Pernikahan hanya tinggal dua hari lagi. Kia duduk termenung di depan cermin, melihat pantulan dirinya sendiri. Ada rasa bahagia, tegang, dan gelisah semua menjadi satu. Pernikahan yang sudah di depan mata, besok lusa dia akan menyandang status sebagai istri Tuan Lee seorang Presdir GRUP L.


Kia merasa yakin akan pilihannya, hatinya sudah memilihnya sebagai pasangan hidupnya. Tidak ada keraguan lagi, karena kakaknya sudah merestui hubungan mereka. Dia tidak menyangka lusa akan menikah dengan laki-laki yang dia cintai. Kebahagiaan yang tidak terkira seperti memenangkan hadiah yang sangat istimewa dalam hidupnya.


Terdengar suara ponsel Kia berbunyi membuyarkan lamunannya. Segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas kasur.


Terlihat nama Kak Lee di sana dan langsung menerimanya.


"Assalamualaikum Kak ! "


Kia lebih dulu menyapanya.


"Waalaikumsalam sayang "


Lee menjawabnya walau terdengar masih kaku.


Lee memutuskan saat akan mengejar Kia dulu dia akan mengikuti keyakinan Mamanya memeluk Agama Islam. Sudah lama dia belajar walaupun masih belum terlalu paham.


Kia mendengar salam Lee dengan riang, tidak dia sangka Lee sudah belajar Agamanya dengan baik. Jadi tidak akan menjadi halangan untuk pernikahannya besok.


"Bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu Kia. Sudah berapa hari ini aku tidak bisa melihatmu terasa sepi di kantor! "


Jelasnya yang sedang kesepian.


"Ha.. ha.. ha.... Kak Lee kenapa sedih lusa kita bertemu juga. Sabarlah sayang! "


Balas Kia tertawa.


"Hei kenapa tertawa? apa hanya aku saja yang merindukanmu? apa kau tidak rindu padaku? "


Tanya Lee kesal.


"Tentu kak, aku juga merindukanmu di sini! "


Kia memelankan suaranya.


Lee yang merasa sedih langsung senang mendengar Kia juga rindu padanya.


"Benarkah sayang, aku kira hanya aku sendiri yang rindu. I Love You sayang!


Kata Lee tersenyum.


" I Love You Too "


Jawab Kia dengan hati yang berbunga-bunga.


Ah mereka pasangan kekasih yang di mabuk cinta. Seseorang yang mendengar percakapan mereka dari tadi menunggu di depan pintu ruangannya sambil menyilakan kedua tangannya di atas dada.


Mr. Kim menatapnya bos nya kesal karena besok akan menikah. Dia sudah menerima kartu undangannya. Saat pertama kali bertemu Kia, Kim sudah menyukainya. Tapi bosnya adalah kekasih gadis itu yang membuatnya cemburu. Beruntung rasa sukanya belum terlalu besar jadi dia mengalah. Rasa takutnya lebih besar jika di berurusan dengan bos besarnya.


"Ehm... ehm"


Sengaja Kim berdehem untuk mengganggu Lee.


Lee langsung berbalik melihat Kim yang sudah ada di pintu. Mata Lee mendelik tajam melihat Kim yang mengganggunya saat menelepon. Tapi Kim tidak bergeming, dia justru tidak beranjak pergi.


"Sayang, nanti aku hubungi lagi. Ada nyamuk datang di sini dan tidak mau pergi. Biar aku usir dulu ya?! "


Lee kemudian memutuskan teleponnya.


"Ada apa? tidak bisakah kau pergi saat aku sibuk? dasar pengganggu! "


Cibir Lee kesal.


"He... he.. he.... Maaf bos ini mendesak. Aku tau bos sibuk dengan kakak ipar tapi ini tidak bisa aku tangani sendiri! "


Jawab Kim cengengesan tidak perduli Lee yang kesal.


"Cepat katakan! Jika Neil tidak sibuk mengurusi pernikahanku, aku tidak akan mau kau jadi asisten ku! "


Kata Lee kesal.


"Maaf bos, tapi ini mendesak. Nona Amira memaksa ingin bertemu anda. Dia tidak akan pergi sebelum bertemu dengan anda katanya!"


Kata Kim.


"Siapa? Amira? untuk apa dia datang. Aku sudah menyuruh Neil untuk tidak berurusan dengan wanita itu. Suruh dia pergi! "


Lee terdengar sangat marah.


"Baik bos! "


Jawab Kim pasrah.


"Sial, bagaimana aku mengusir wanita itu?"


Batin Kim mengumpat kesal.


Kim meninggalkan Lee dan terpaksa harus mengurusi wanita itu.


"Maaf Nona Amira, Tuan Lee tidak bisa menemui anda. Tolong silahkan pergi dari sini! "


Jawab Kim tersenyum kecut.


"Apa? kenapa dia menolakku? Aku ingin bertemu dengannya sekarang, cepat minggir! "


Kata Amira langsung menerobos Kim.


Kim kecolongan dan mengejar Amira yang sudah membuka pintu.


Lee terkejut melihat Amira yang berani masuk meski sudah di tolak.


"Apa maksud anda Nona Amira? Apa saya kurang sopan sudah menyuruh anda pergi dari kantor saya? "


Tanya Lee menatap tajam wanita itu.


"Tuan Lee, maaf jika aku mengganggumu. Tapi ini sangat penting dan aku langsung datang hanya untuk bertanya padamu saja! "


Jawab Amira yang tidak takut dengan tatapan Lee.


"Bukan kewajibanku untuk menjawab pertanyaan darimu, kau hanya membuang-buang waktu ku saja nona Amira. Sudah aku jelaskan lewat asisten ku Neil, aku tidak akan bekerja sama dengan perusahaan anda! "


Jawab Lee dingin.


"Heh Tuan Lee, aku tertarik padamu saat aku melihatmu. Aku sudah jatuh cinta padamu. Aku kesal saat mendengar kabar kau akan menikah. Jadi aku datang kesini ingin bernegosiasi denganmu! "


Kata Amira yang mempunyai maksud tersembunyi. Bibirnya menyeringai dengan menatap ke arah Lee.


"Nona Amira, aku tidak peduli dengan perasaanmu padaku. Jangan mengancamku! "


Kim menyaksikan drama itu, dia merinding melihat amarah Lee yang terlihat dari sorotan matanya yang dingin.


"Kim, bawa wanita ini pergi. Jika tidak pergi cepat panggil security dan seret dia. Aku tidak ingin melihatnya lagi, cepat Kim! "


Teriak Lee yang membuat Kim langsung menarik tangan Amira dengan paksa.


"Tuan Lee lihat nanti, kau akan bertekuk lutut di hadapanku. Kau akan menyesal! "


Teriak Amira yang sudah di seret kelur.


Lee tidak menyadari perkataannya akan membuat Kia dalam bahaya. Dia pikir Amira hanya terobsesi dengannya saja saat menolak bekerja sama dengan perusahaannya.


Di sisi lain Amira yang sudah keluar dari kantor Lee pergi dengan mobilnya menuju ke suatu tempat. Di dalam mobil dia sudah menghubungi seseorang yang akan bekerja untuknya hari ini.


"Halo, kerjakan apa yang aku suruh. Bawa ke tempatku dan lakukan dengan bersih. Apa kau paham? "


Amira langsung menutupnya.


Amira tersenyum licik, rencana sekarang adalah membuat Tuan Lee melakukan apa yang dia minta dengan menculik seseorang yang dia cintai.


Kia merasa senang mendengar kata-kata Lee tadi. Rasanya seperti mimpi indah yang menjadi nyata. Impiannya menikah dengan Lee sudah di depan mata. Lusa adalah hari di mana mereka akan bersatu dalam ikatan pernikahan.


Hari ini Kia hanya seorang diri di rumahnya. Karena pernikahan sebentar lagi, jadi masih ada urusan yang harus Boy urus. Boy keluar untuk menyebarkan kartu undangan untuk tetanggany dan juga beberapa kerabatnya yang ada di Bandung.


Ada dua bodyguard yang ditugaskan Lee menjaga Kia. Mereka berjaga di luar, meski Kia sudah melarangnya tapi Lee menolaknya. Lee takut ada gangguan dalam pernikahannya nanti.


Sebuah mobil tak jauh dari rumah Kia berjaga, memastikan tidak ada orang yang memperhatikan mereka. Ada sekitar empat orang di dalamnya menunggu untuk beraksi. Amira tau Lee akan menjaga Kia, tapi Amira sudah membayar orang yang cukup ahli dalam menculik orang.


Empat orang itu segera keluar saat Boy terlihat meninggalkan rumahnya. Merek mengendap-endap saat dua penjaga rumah itu lengah. Mereka langsung memukul penjaga sampai terkapar. Dua orang menyeret mereka ke samping rumah. Dua orang lagi masuk ke dalam rumah.


Kia yang sedang beristirahat di dalam kamar mendengar beberapa suara langkah kaki masuk ke dalam rumah. Dia keluar dari kamarnya membuka sedikit pintu.


"Siapa dua orang itu? Kenapa asing bukan penjaga di depan rumah! "


Kia merasa curiga karena tidak mengenal orang itu.


Lalu dia mengunci kamarnya perlahan agar tidak terdengar. Kia menyambar ponselnya dan keluar ke arah balkon kamarnya. Kia menengok ke bawah dekat pintu masuk. Terlihat dua orang berjaga di depan dan juga asing. Dia kaget saat melihat dua orang lagi terkapar yang di sembunyikan di belakang pohon.


"Siapa mereka? apa mereka perampok? aku harus menghubungi Kak Lee sekarang! "


Batin Kia cemas.


Suara ponsel berbunyi membuat Lee langsung melihat nama Kia.


"Halo sayang, ada apa? kangen ya? "


Tanya Lee meledeknya.


"Kak, ada yang datang mungkin pencuri atau perampok. Dua penjaga sudah pingsan, dan Kak Boy tidak ada di rumah Kak Lee! "


Kata Kia sudah ketakutan.


"Apa? Tunggu di sana sayang. Aku akan kesana secepat mungkin. Kunci pintunya dan cepat sembunyi jangan matikan ponselnya!"


Kata Lee langsung pergi.


"Halo Neil, cepat kirim orang ke rumah Kia. Kia dalam bahaya! "


Perintah Lee langsung menghubungi Neil dengan ponsel lainnya.


"Baik Tuan! "


Jawab Neil cemas mendengarnya.


"Nona Kia, saya harap anda baik-baik saja! "


Kata Neil cemas.


Mobil Lee melaju kencang, berburu dengan waktu untuk menyelamatkan Kia. Lee yang duduk di kursi belakang sudah terlihat aura membunuhnya. Dua orang di depannya sudah ngeri melihat bos nya yang seperti singa lapar.


Terdengar langkah kaki yang mendekat ke arah kamar Kia. Pintu kamar sebelah di buka, mereka masuk ke dalam mencari seseorang tapi tidak ketemu. Lanjut ke depan pintu kamar Kia, dua orang itu berhenti. Gagang pintu di paksa di buka tapi tidak bisa karena sudah terkunci.


Kia ketakutan mendengarnya, dia bersembunyi di balkon. Karena pintu tidak bisa di buka, satu orang berusaha mendobrak pintunya.


"Brak.... Brak.... Brak.... Brak...! "


Kesekian kalinya akhirnya terbuka juga.


Dua orang masuk mencari keberadaan Kia. Kamar mandi dan beberapa lemari di buka tapi kosong. Bawah tempat tidur juga kosong. Mereka memperhatikan tirai berwarna ungu yang menutupi balkon.


Mereka mendekat perlahan dan akan membuka tirai itu.


"Deg... deg.... deg... deg... deg"


Suara jantung Kia berdebar ketakutan.


"Srek... srek"


Suara tirai yang terbuka dan memperlihatkan Kia.


Dua orang itu saling memandang dan tersenyum licik.


"Kemarilah cantik, menurutah dan jangan membuat kami bersikap kasar! "


Perintah salah satu orang itu.


"Tidak, siapa kalian? apa yang kalian inginkan?"


Teriak Kia ketakutan.


Mereka tidak ingin pekerjaannya menjadi lama karena sikap Kia. Salah satu dari mereka langsung menarik tangan Kia dan membekap mulutnya agar diam. Kia menangis ketakutan tapi tidak tau harus berbuat apa. Dia hanya berharap Lee cepat datang.


Kia di seret keluar dengan paksa, tangannya terikat dan mulutnya di bekap kain. Segera Kia di paksa masuk ke dalam mobil tapi masih berusaha melawan.


Terlihat mobil Lee mendekat ke arah rumah Kia. Terlihat Kia di paksa masuk oleh orang-orang itu. Dan mobil pun melaju pergi.


"Bos, Nona Kia ada di dalam mobil itu! "


Kata seorang anak buahnya yang melihat Kia.


"Cepat ikuti mereka, jangan sampai ketahuan. Aku ingin lihat siapa yang berani menculik Kia. Aku akan membunuh mereka yang sudah mencelakai Kia!"


Kata Lee yang terbakar emosi.


Dua mobil Lee mengejar mobil yang membawa Kia pergi. Para penculik itu tidak sadar ada dua mobil yang sedang mengikuti mereka.