I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
7 Hari Mengejar Kia Part 5



Dua hari berlalu sejak kecelakaan itu terjadi. Kia mencemaskan keadaan Lee yang belum juga bangun dari tidurnya. Rasa gelisah menghantuinya, matanya tidak pernah terlewat menatap seseorang yang terbaring di sebelahnya. Hatinya menangis memaki kebodohannya, keegoisan hatinya yang tidak berhenti mencintai Lee. Bodohnya dia selalu menolaknya tapi hatinya sebenarnya tidak. Ketakutannya selalu saja menghalanginya ingin menerimanya kembali.


Terlihat ada gerakan kecil, tangan Lee bergerak dan terlihat oleh Kia.


"Kak Lee..... Kak Lee.....


Suara Kia memanggil Lee yang menyadari Lee yang mulai sadar.


" Kak Lee bangunlah kak....


Lirih Kia memanggilnya.


Lee mulai membuka matanya perlahan, mengerjapkan matanya berusaha melihat cahaya yang menyilaukan buatnya.


Akhirnya Lee sadar, matanya melihat ke sekeliling memperhatikan ruangan tempat dia berada.


"Kak Lee......


Panggil Kia lagi. Lee berusaha berbalik ke arah Kia perlahan. Memastikan suara yang didengarnya adalah Kia.


"Kia........


Suaranya terdengar lemah tapi bibirnya tersenyum memanggil nama Kia. Wajah tampannya tampak pucat. Ada air yang mengalir di ujung matanya. Lee menangis melihat Kia di sampingnya.


" Syukurlah, dia selamat....


Hati Lee merasa bersyukur dia bisa menyelamatkan Kia dari kecelakaan.


Mata mereka saling bertemu, menatap satu sama lain. Air mata Kia sudah tidak bisa ditahan mengalir begitu saja. Kia merasa bahagia Lee sudah bangun.


Kia ingin bangun dari tidurnya, tapi tidak kuat menahan sakit di sekujur tubuhnya. Selang infus masih terpasang di tangannya. Lee yang melihat gerakan Kia menyuruhnya berhenti.


"Kia, tidurlah. Tubuhmu masih sakit, jangan memaksanya.


" Ehmm...... baiklah Kak.....


Jawab Kia menuruti kata-kata Lee.


Lee baru sadar sepertinya Kia memanggilnya dengan sebutan Kak, yang sudah lama tidak dia dengar.


Bibirnya tersenyum tipis setelah mendengarnya.


Kata Lee yang tidak berhenti menatap Kia.


Kia tidak menjawabnya tapi bibir manisnya tersenyum padanya. Lee berusaha bergerak, tangannya dia angkat berusaha meraih kearah Kia.


Kia yang ragu saat melihatnya, tapi lain dengan tubuhnya. Tangannya pun berusaha meraih tangan itu. Karena jarak mereka yang dekat, tangan mereka akhirnya bertemu saling mengikat. Perasaan bahagia mereka tunjukkan setelah sekian lama rasanya terpisah sangat jauh.


Sepasang mata melihat mereka di balik pintu. Langkah kakinya berhenti saat melihat Lee dan Kia yang saling memandang. Memperhatikan mereka sejak tadi, tidak ingin mengganggu hari bahagia saat mereka bertemu.


Neil merasa senang melihat perubahan mereka berdua. Sepertinya kejadian ini tidak sia-sia walaupun di luar rencana.


" Syukurlah.... Tuan Lee akhirnya sudah sadar. Sepertinya kabar baik sudah datang. Hahhhhhh......


Neil bergumam dalam hatinya dan akhirnya menghela nafasnya dalam.


Kia tidak ingin memberitahukan keadaannya sekarang pada Boy. Karena takut kejadian seperti dulu terulang lagi. Kia hanya memberitahu Boy jika dirinya baik-baik saja. Kia tidak ingin lari lagi, hatinya sudah membuat keputusan.


Setelah hampir seminggu berlalu, hari ini mereka keluar dari rumah sakit. Walaupun Lee belum sepenuhnya sembuh, dia tidak ingin berlama-lama di rumah sakit. Mereka memutuskan kembali ke Hotel.


Karena memikirkan kondisi Lee yang belum pulih, Neil mengambil alih pekerjaannya sementara. Mengurus beberapa yang belum selesai di Jogja. Neil sengaja meminta Kia merawat bosnya. Tapi Kia merasa senang, dia melakukannya sepenuh hati.


Lee merasa bahagia ada Kia disisinya, merawatnya dengan baik. Senyumnya selalu terlihat saat Kia menatapnya. Kia pun juga seperti itu, menunjukkan kasih sayangnya.


Lee bersandar di tepi tempat tidur, sedangkan Kia menyuapi nya dengan sabar. Tiba-tiba Lee menggenggam tangan Kia erat, Kia terkejut tapi tidak ditepis olehnya. Detak jantung mereka sangat cepat, mata mereka bertemu. Kia bingung harus bagaimana. Mereka masih diam saling memandang.


"Kia, kembalilah padaku.....


jangan tinggalkan aku lagi....


Hatiku hanya milikmu....


Tubuh ini hanya milikmu....


Selamanya tidak akan berubah....


Kumohon Kia, aku sangat mencintaimu.....


Lee mengutarakan isi hatinya yang terdalam. Menatap Kia lekat, mencari-cari apakah masih adakah kesempatan untuknya.


Kia berpikir menetapkan hatinya, memutuskan hatinya yang masih setia dengan perasaannya. Selama ini hanya Lee yang ada di hati dan pikirannya. Meski berusaha membuang perasaannya selama ini, tapi sia-sia. Hatinya tetap memilih Lee......