
Kia masih belum sadar di rumah sakit karena kondisinya yang masih lemah. Boy masih menemani Kia disana dengan rasa khawatir. Dia masih duduk di sofa sambil menatap Kia yang terbaring lemah. Boy berfikir apa yang harus dia lakukan agar Kia tidak mengalami hal ini lagi. Seketika Boy mempunyai rencana untuk membawa Kia keluar dari rumah sakit dan keluar dari Korea secepatnya. Akhirnya Boy mengurus administrasi kepulangan Kia. Karena tidak ada anak buah Mr. Lee, pekerjaan boy menjadi lebih mudah. Walaupun Kia belum sadar, Boy harus mengeluarkan Kia secepatnya dari rumah sakit. Setelah semua selesai Boy membawa Kia dengan taxi agar tidak ada yang menyadarinya. Boy langsung menuju apartemennya untuk membereskan barang-barang yang akan dibawa. Tidak lupa dia memesan tiket menuju Indonesia secara online. Kebetulan ada penerbangan 3 jam lagi menuju Indonesia. Setelah semua hal yang akan dibawa pergi sudah siap, Boy segera berangkat menuju bandara.
Sementara Mr. Lee dan anak buahnya masih di tempat mereka menyiksa Yoona dan Sojun. Mereka tidak menyadari kepergian Boy dan Kia karena masih fokus dengan pekerjaan mereka. Neil menyiksa Yoona dan Sojun bergiliran sampai mereka tidak sadar karena kesakitan. Sementara Mr. Lee beristirahat di salah satu kamar di rumah itu. Dia merasa lelah dan ingin tidur sebentar. Neil berada di ruang tamu menunggu Mr. Lee yang masih tidur. Sedangkan anak buah yang lainnya masih berjaga.
Tiga jam berlalu dan.........
"Ddrtttt... drttttt... drttttt.... " suara ponsel Lee terdengar. Seketika Lee tersadar dari tidurnya. Lee melihat nama Yujin di ponselnya dan langsung mengangkatnya.
"Hallo kak Lee, aku ada di rumah sakit tapi Kia tidak ada kak. Kia ada dimana kak? Yujin bertanya dengan cemas karena tidak menemukan Kia di kamar rumah sakit.
" Apa?..... Yujin sudah kamu tanyakan pada suster disana? Lee kaget mendengar Kia sudah tidak ada di kamarnya.
"Sudah kak baru saja, katanya sudah keluar. Aku kira kakak tau Kia dimana.....
Setelah mendengar itu Lee memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Kia dan Boy. Semua anak buahnya berpencar mencari keberadaan kakak beradik itu tapi hasilnya nihil. Apartemen Boy terkunci dan penghuni yang lain hanya memberi tahu jika Boy pergi dengan Kia dan membawa beberapa koper dengan terburu-buru. Saat Lee mendengar Itu dia sungguh terkejut. Salah satu anak buahnya melaporkan bahwa ada jadwal penerbangan hari ini ke Indonesia dan ada nama Boy dan Kia di dalamnya. Seketika Boy langsung menuju bandara untuk menghentikan mereka. Tetapi semua terlambat, saat Lee sampai bandara pesawat yang akan ditumpangi Boy dan Kia sudah terbang 5 menit yang lalu. Boy merasa sedih mendengarnya dan tidak dapat melalakukan apapun sekarang. Tiba-tiba air matanya menetes, kakinya lemas dan Lee jatuh terduduk di sebuah kursi tunggu di bandara. Neil melihat bosnya yang terluka karena kepergian Kia. Dia tidak mengira Boy akan berbuat seperti itu untuk memisahkan mereka. Padahal Lee sudah berjanji akan menjaga Kia tapi semua terlambat.
"Kia..... tunggu aku di Indonesia, aku akan mencarimu kemanapun kau pergi. Aku tidak akan berhenti sampai kita bertemu lagi........
Lee tidak menyerah, dia akan berusaha menemukan Kia meski dia harus meninggalkan Korea. Lee memerintahkan Neil untuk mencari informasi tentang Boy dan Kia di Indonesia.
Sedangkan Yoona Dan Sojun dilepaskan di jalanan dengan keadaan tidak sadar. Anak buah Lee masih mengawasi gerak gerik mereka.
Sebulan...... dua bulan....... setengah tahun...... satu tahun belum ada kabar keberadaan Boy dan Kia. Mereka seperti hilang di telan bumi. Keluarga mereka yang di Bali juga tidak tahu keberadaan mereka. Tapi Lee belum menyerah untuk mencari Kia. Sikap Lee pun berubah, dia menjadi orang yang lebih dingin. Dengan bertambah tahun, perusahaannya mulai menguasai beberapa negara di Asia dan juga Indonesia. Salah satu anak cabangnya ada di Kota Bandung tetapi Lee belum pernah kesana. Perusahaan itu diberi nama GRUP L dan sepupunya yang mengelolanya.