
Kak Lee mengajakku ke suatu tempat yang aq gk tau. Kami duduk terdiam di dalam mobil tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut masing-masing. Mobil menyusuri jalanan kota Seoul, aq hanya melihat kesamping sambil memikirkan apa yang akan Kak Lee katakan nanti. Perjalanan kami membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Akhirnya kami sampai di sebuah rumah sederhana dipinggiran kota. Aku bingung mengapa Kak Lee mengajakku kesini dan ntah rumah siapa ini. Kak Lee keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untukku. "Keluarlah kita sudah sampai Kia...." kata Kak Lee. Akupun turun dari mobil lalu mengikutinya dari belakang. Aku menoleh kekanan dan kiri ada sebuah taman bunga yang kecil, karna agak gelap jadi tidak terlalu kelihatan. "Ehm, Kak ini rumah siapa? ". tanyaku ragu.
" Rumah masa kecil ku dulu ". jawab Kak Lee menoleh ke arahku sambil tersenyum. Aku bingung kenapa dia mengajakku kesini jam segini, aq merasa ragu dan takut. Kak Lee membukakan pintu rumahnya, tapi aq terdiam di depan pintu. " Kenapa Kia, kau tidak masuk ? tenanglah aq hanya ingin berbicara padamu dengan nyaman. Aku gk mau ada yang mengganggu saat ini. please? ". Kata Lee berharap padaku untuk masuk ke dalam rumah.
Akhirnya aku menurutinya masuk ke dalam rumah. Wow..... rumah sederhana tetapi interior di dalam nya bernuansa putih bersih. Semua perabotan didalamnya terlihat sangat mewah. Walaupun dari luar rumah terlihat sederhana, tetapi bagian dalamnya tidak. Ada satu foto keluarga yang agak besar terpajang diruang tamu. Terlihat foto Kak Lee dan Yujin semasa kecil bersama orang tuanya. Keluarga yang lengkap dan bahagia.
" Duduk lah Kia, aq akan mengambilkan air untuk kita ". kata Kak Lee berlalu.
Aku hanya menganggukkan kepalaku. Aku memperhatikan seluruh ruangan tamu. Yah sungguh rumah yang nyaman buatku, ternyata mereka pernah tinggal disini. Aq merasa agak senang diajak ke rumah ini. Ada perasaan hangat di hatiku......
Kak Lee pun datang dengan dua gelas air putih ditangannya.
" Maaf Kia hanya ada air putih saja, karna di rumah ini hanya pengurus rumah yang datang setiap minggu untuk membersihkan rumah ". kata Kak Lee. menjelaskan nya. " Tak apa kak aq mengerti ". sautku pada nya.
Lalu kami terdiam lagi sambil menatap satu sama lain. Kak Lee menatap mataku kemudian aku menundukkan wajahku karna malu. Aku bingung mau bagaimana menghadapinya setelah kejadian kemarin di rumah besarnya.
Aku kaget mendengarnya lalu mengangkat kepalaku mencoba menatapnya.
"Aku membuatmu bingung akan semua ini, tolong maafkan aq Kia" ucap Kak Lee lagi sambil menatapku. Aku hanya bisa diam karna tidak tau harus menjawab apa. Otakku tak bisa berpikir dengan jernih, semuanya membingungkan. Apa yang harus aku lakukan.
Kemudian Kak Lee bangun dari duduknya mendekat padaku dan duduk disebelahku. Kak Lee memegang tanganku yang sudah kedinginan. Aq merasa gugup saat dia menyentuh tanganku. Jantungku sudah tidak bisa aq kendalikan lagi berdetak lebih cepat. Lalu aq melepaskan tanganku darinya dan segera mundur. Jika ini berlanjut aq takut tidak bisa menahannya. Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan, aq takut. Akhirnya aq berdiri dari sofa dan berjalan menuju pintu keluar. Tapi belum sampai pintu Kak Lee menarik tanganku dan memelukku dari belakang. "Tunggu Kia, kumohon jangan pergi....... jangan tinggalkan aku. I really love you Kia, please don't go....." Kak Lee berkata sambil terisak. Aku kaget sekali mendengarnya, lalu air mataku mengalir begitu saja. Aku senang mendengarnya, rasanya ingin terbang. Tapi aq masih ragu untuk menjawabnya. Lama kami terdiam dan Kak Lee masih memelukku dari belakang. Akupun masih menangis.....
"Kak Lee............ Saranghae......"Aku berkata dengan bahasa Korea. Sebuah kata yang ingin aku ucapkan dulu sejak aku mengenalnya.
Spontan Kak Lee membalikkan badanku kearahnya dan dia menatapku lebih dalam. "Really? Are you sure?" tanya Kak Lee.
Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum, air mataku masih mengalir tanpa henti. Kak Lee menghapus air mataku dengan tangannya kemudian memelukku sangat erat. Kak Lee melepaskan pelukannya dan menatapku lagi dan langsung mencium keningku. Lalu dia mencium bibirku dengan lembut, aq masih merasa kaget dan kaku tapi Kak Lee masih mencium bibirku perlahan dengan lembut. Ciuman kami masih berlanjut terus berlanjut, aq pun membalas ciumannya. Ciuman kami semakin dalam, lidah nya mulai masuk ke dalam mulutku. Sungguh ciuman yang panjang, aq merasa gairahku memuncak, aq merasa panas dalam tubuhku sudah tak terkontrol dan nafasku terengah-engah. Lalu kami melepaskan ciuman kami, nafas kami berdua sudah tidak beraturan. Lalu Kak Lee mencium lagi dan lagi tanpa henti. Kak Lee mengangkat tubuhku sambil menciumku. Dia membawaku ke dalam kamarnya. Aq tidak bisa menolak karna aq sudah hanyut dalam ciumannya. Perlahan Kak Lee merebahkan tubuhku di kasur yang empuk. Kami sudah di mabuk cinta, aq masih belum sadar sepenuhnya. Kak Lee mulai mencium bagian leherku lalu ke telingaku, aq melayang karna sentuhannya. Suaraku sudah tak karuan, badanku gemetar tapi tk bisa menolaknya. Seperti ada aliran listrik di dalam darahku, panas sekali rasanya. "Aaahhhhhhhhh...... ahhhhh ". suaraku terdengar dan kak Lee tersenyum padaku. Kak Lee mulai meraba perutku mencium nya tanpa henti. Kak Lee mencoba meraba naik keatas ke dadaku dan menyingkap bagian dalamnya. Lalu dia mulai menciumnya dengan pelan, aq sontak menggelinjang merasa geli. Aq hanyut dalam sentuhannya bibirnya.....
" Stop Kak ! " Aku berteriak pada nya dan segera bangun. Aku sadar apa yang aku lakukan salah, sangat salah. Aku teringat pesan Kak Boy padaku, aq takut Kak Boy marah. "Maaf Kak Lee, a... a.. aq tak bisa melakukan nya. maafkan aku kak..... " aq menundukkan kepalaku tak berani melihatnya.