
Peserta rapat sudah mulai membubarkan diri. Tuan Lee dan Kia sudah meninggalkan ruangan rapat lebih dulu. Neil masih berada di ruangan rapat berdua bersama Leo.....
flashback.....
Saat rapat berlangsung Tuang Lee sadar melihat tatapan Leo pada Kia yang tidak biasa. Neil pun melihat pemandangan itu dan melihat perubahan Tuan Lee yang mengepal tangannya. Kemudian Tuan Lee berkata pada Neil......
"Neil, aku mau orang itu berhenti sekarang. Urus dia, jangan ada yang mengganggu rencanaku....
" Baik Tuan.....
Jawab Neil mengerti perintah bosnya.
"Cih.... menambah kerjaanku saja. Kenapa harus ada ulat bulu yang mengganggu....
Neil mengumpat dalam hatinya.
Disinilah Neil sekarang bersama Leo. Karena perintah bosnya harus mengurusi hal penting yang bisa mengganggu kehidupan asmara bosnya. Yang satunya belum selesai, datang lagi yang baru. Sungguh melelahkan buat Neil yang jomblo.
" Maaf Tuan Leo, saya terpaksa mengatakan ini.
" Ke.. kenapa Tuan Neil? Apa ad yang salah dengan saya?
Tanya Leo penasaran ada apa sebenarnya sampai Tuan Neil menahannya disini.
"Sebaiknya anda tidak menatap nona Kia, atau bicara dengannya mulai sekarang atau seterusnya. Jangan memulai sesuatu yang sia-sia akan anda lakukan. Karena nona Kia adalah wanita Tuan Lee.
Tegas Neil mempersingkat urusannya agar cepat selesai.
" Apa? Wa.... wanita Tuan Lee?
Benarkah itu?
Tanya Leo lagi.
"Benar Tuan, saya harap anda berhenti dan jangan mencobanya. Atau....
anda akan kehilangan semuanya....
Ancam Neil tegas yang membuat Leo menciut hatinya.
" Saya harap anda mengerti apa yang saya katakan. Karna saya tidak akan mengulanginya lagi.
Terakhir kali Neil berkata dan pergi meninggalkan Leo yang terdiam menatap kepergiannya.
Rencana Leo untuk mendekati Kia hanya tinggal rencana saja. Leo merasa kecewa, sebelum dia memulai sudah terhalang pintu besar yang tidak bisa dia robohkan. Kekuasaan Tuan Lee bukan hanya isapan jempol belaka yang seperti dia dengar selama ini. Berurusan dengan Tuan Lee akan menghancurkan karirnya. Leo menelan salivanya, tersenyum kecut. Karena dia hanyalah seorang pegawai biasa yang tidak punya kekuasaan apapun. Untuk melawan Tuan Lee diluar kemampuannya.
Leo memutuskan untuk menyerah sebelum memulai. Dia tidak mengambil resiko yang besar terhadap karirnya. Susah payah dia membangun karirnya sampai saat ini.
Saat ini Kia dan Tuan Lee sedang bekerja di ruangan yang sama. Kia menyusun notulen rapat yang baru selesai. Neil memberikan dokumen yang harus ditanda tangani Tuan Lee. Mereka bertiga masih terlihat sibuk sampai menjelang makan siang.
"Neil, bagaimana urusan yang tadi?
"Sudah selesai Tuan, sesuai perintah anda.
" Ehmm, baguslah.
Kia hanya mendengar sekilas apa yang bosnya bicarakan dengan Neil. Agak penasaran sebenarnya urusan apa yang sudah selesai. Tidak berani bertanya hanya ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya. Kia menoleh sebentar menatap Tuan Lee. Melihatnya bekerja lebih dekat, rasanya menyenangkan. Bibirnya tersenyum.......
"Tuan, saatnya makan siang. Apa perlu kita makan disini?
" Tidak, kita makan diluar. Aku ingin menghirup udara segar.
"Baik tuan. Sesuai rencana saya sudah menyiapkan tempat yang bagus untuk Tuan dan nona Kia.
" Hemm, baiklah Neil atur saja jangan sampai ada yang kurang.
Akhirnya Neil menghubungi pihak resto agar mempersiapkan apa yang sudah direncanakan dengan matang. Jangan sampai ada kesalahan karna hari ini acara yang sangat penting.
" Nona Kia bersiaplah, kita akan makan siang di luar.
Kata Neil singkat.
"Baiklah tuan Neil....
Saut Kia mengiyakan.
Mereka bertiga meninggalkan hotel menuju tempat yang sudah disiapkan. Lokasinya tidak terlalu jauh hanya memakan waktu setengah jam.
Pertengahan jalan sudah dilalui, Tiba-tiba mobil mereka perlahan berhenti. Neil merasa ada yang salah dengan mobilnya.
" Neil, ada apa?
" Maaf tuan, sepertinya ban mobil kempes. Saya akan memeriksanya sebentar.
Neil segera turun mengecek kondisi mobil karena mereka berhenti di pinggir jalan yang kebetulan sangat ramai. Tidak lama Neil memastikan bahwa ban mobilnya kempes terkena paku yang besar.
"Hemmmm, maaf tuan. Sepertinya ban. mobil kempes terkena paku yang lumayan besar.
" Sialan, kenapa harus hari ini sich!
Tuan Lee mengumpat kesal, rencananya menjadi tertunda.
"Tuan, saya akan menggantinya sebentar. Ban cadangannya ada di bagasi mobil.
Kata Neil meyakinkan bosnya yang sudah emosi.
" Ok, cepatlah....
Tuan Lee berusaha tenang, karena seseorang yang disampingnya sudah cemas.
Kia merasa kikuk berada di dalam mobil, dia memutuskan turun dari mobil sambil menunggu kerja Neil selesai. Tuan Lee juga menyusul Kia di belakangnya. Kia sengaja menjaga jarak dari mobil agar tidak terlalu dekat dengan bosnya.
Kia mulai berjalan agak ke tengah keluar dari pembatas jalan sambil menatap pada ponselnya. Dia sedang berkirim pesan pada Boy.
Di sudut jalan ada sebuah mobil yang diam, orang di dalamnya memperhatikan gerak-gerik Kia dari jauh. Ada niat jahat yang mengintai Kia, yah orang itu ingin mencelakai Kia.
flashback......
Saat Tuan Lee dan Kia keluar dari hotel, tidak sengaja Siska melihatnya. Yah Kebetulan Siska ada disana ingin menjemput Leo. Leo adalah sepupunya yang tinggal di Yogyakarta. Mereka janjian disana sebelum Siska kembali dari liburannya.
"Heh, tidak kusangka dunia begitu sempit. Kita bertemu disini Kia.... Aku akan membalas apa yang terjadi padaku karena dirimu. Tunggu saja....
Kata Siska yang berniat jahat pada Kia. Siska dendam pada Kia karena dirinya dipecat dari perusahaan.
Mobil Siska mengikuti mobil Tuan Lee dari belakang, sengaja menjauh agar tidak ketahuan. Dia membatalkan janjinya dengan Leo.
Next....
Melihat Kia yang berjalan sendirian, Siska melancarkan aksinya segera. Mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi. Siska akan menabrak Kia di tempat.
Lee yang sadar ada mobil melaju kearah Kia segera berlari kearah Kia dan memanggilnya.
" Kiaaaaaaaaa..... Awas.......
" Brakkkkkk........
Sudah terlambat, mobil itu menabrak mereka berdua......