
Apa kabar Lee dan Kia? Pesawat yang mereka tumpangi sudah mendarat dengan. Mereka sudah tiba di Bali dan langsung menuju Villa Pawana yang terletak di ketinggian tebing kapur Uluwatu. Sebuah Villa mewah yang memanjakan mata dengan pemandangan lautnya yang indah.
Kia merasa bahagia bisa kembali ke tempat kelahirannya. Setibanya di Bali dia teringat masa lalu saat dirinya masih duduk di bangku SMA. Masa remajanya yang sangat menyenangkan bersama teman-temannya. Kepergiannya yang mendadak tidak sempat memberi kabar pada sahabat-sahabatnya. Mungkin saat mereka bertemu dengan Kia yang sekarang semua akan terkejut dan dirinya juga sudah menikah.
"Hah.....
Terdengar suara Kia yang mendesah saat dirinya sudah duduk di sofa yang empuk, menyandarkan kepalanya yang sedikit pusing.
Kia memejamkan matanya sambil mengingat masa lalunya.
Lee berjalan mendekati istrinya, menatapnya dan tersenyum.
"Cup "
Lee mengecup bibir istrinya dan membuat istrinya membuka matanya.
"Ada apa sayang? apa kau lelah? "
Tanya Lee.
"Iya aku sedikit lelah, bolehkan aku tidur?"
Saut Kia.
"Hap"
Lee langsung menggendong tubuh Kia membawanya ke atas tempat tidur.
"Aku bisa sendiri sayang, kenapa menggendongku?
Kata Kia.
" Aku tidak ingin kau lelah. Ini adalah bulan madu kita, soo aku akan melayanimu dengan baik sayang. Emmuachhh! "
Kata Lee mencium bibir istrinya lagi.
"Ahhh, sudah berhenti sayang. Cepat turunkan aku! "
Kata Kia yang merasa geli Lee sudah mencium seluruh wajahnya.
"Baiklah.... Baiklah sayang aku berhenti"
Kata Lee dan merebahkan Kia di tempat tidur.
"Tidurlah, aku akan memesan makanan untuk kita. Aku mandi dulu sebentar"
Kata Lee.
"Hemmm, baiklah! "
Jawab Kia.
Setelah Lee pergi, Kia memejamkan matanya yang sudah terasa berat. Sedangkan Lee pergi mandi untuk menyegarkan tubuhnya yang sedikit lelah.
Tidak berapa lama Lee sudah selesai mandi. Dia mendekati istrinya yang tertidur pulas. Di usap nya kening dan mengecupnya lembut. Kia masih belum bangun dan langsung membalikkan tubuhnya membelakangi Lee.
Lee hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Tok... tok... tok... "
Suara pintu kamar yang di ketuk dari luar.
Lee membuka pintu dan terlihat pelayan sudah membawa makanan yang sudah di pesan tadi.
"Bawa masuk dan segera keluar! "
Perintah Lee.
"Baik Tuan! "
Jawab pelayan itu.
Setelah itu pelayan itu pun pergi meninggalkan makanan yang sudah si tata rapi di atas meja. Berbagai macam makanan sudah tersedia dan baunya tercium oleh hidung Kia.
"Uhm, wangi sekali "
Kata Kia langsung bangun dari tidurnya.
Kata Lee saat melihat istrinya yang sudah duduk di tepi kasur.
"Ehm, baiklah. Tapi aku mandi dulu sayang, aku sudah gerah ni! "
Kata Kia.
"Baiklah, aku akan menunggu. Cepatlah mandi sayang, aku sudah lapar ingin memakanmu! "
Kata Lee menggoda Kia.
Kia yang mendengar itu langsung malu dan berlari menuju kamar mandi. Lee tertawa melihat tingkah istrinya. Dia sengaja menggoda Kia, Lee sudah tidak sabar memakan Kia.
Setengah jam berlalu dan yang ditunggu dari tadi baru muncul. Kia sudah mengenakan lingerie berwarna hitam yang sengaja dia siapkan sebelum berbulan madu. Lekuk tubuhnya yang terekspos sempurna membuat Lee menelan ludahnya. Kia sudah berani menggoda suaminya.
Lee bangun dari tempat tidurnya dan segera mendekat ke arah istrinya. Merangkul tubuh Kia dan mengecup bibirnya. Kia terkejut dan wajahnya sudah memerah karna malu saat mengenakan pakaian yang pertama kali dia pakai.
"Sayang, aku menyukainya. Kau terlihat lebih cantik dan sexy. Jangan tunjukkan dirimu yang seperti ini pada orang lain. Hanya aku yang boleh melihatnya! "
Kata Lee tegas.
"Tentu saja sayang, semua ini hanya untukmu seorang. Emmmuachhhh! "
Jawab Kia dan mengecup bibir Lee.
Bibir Lee merekah sempurna, dia tersenyum bahagia dengan kata-kata Kia.
Lee segera menggendong tubuh Kia dan membawanya ke kasur.
Saat ini mata mereka bertemu dan saling berpandangan. Lee membelai rambut, wajah dan jatuh ke bibir manis Kia. Wangi dari rambut dan tubuhnya membuat Lee ingin merasakan lebih. Lee suka dengan aroma tubuh Kia. Membuatnya merasa tenang dan juga senang, hanyut dalam pikiran-pikiran nakalnya.
"Cup"
Di kecupnya hidung Kia.
"Cup "
Di kecupnya bibir itu yang terasa manis.
"Cup"
Bibir Lee sudah sampai ke leher Kia yang putih mulus.
"Sayang, aku mencintaimu"
Bisik Lee di telinga Kia. Suara nafas Lee yang hangat menggodanya lagi.
"Aku juga mencintaimu. Terima kasih sayang semua yang sudah kau berikan untukku, aku bahagia"
Jawaban Kia membuat Lee merasa bahagia. Setelah sekian lama mencarinya akhirnya dia mendapatkan Kia menjadi istrinya.
Lee memeluk Kia erat, merasakan kehangatan tubuh istrinya. Mereka bercumbu mesra, menikmatinya dengan nafas yang terengah-engah. Berhenti sebentar untuk mengambil nafas dan memulainya terus menerus semakin dalam.
Peluh membasahi tubuh mereka, saling menikmati setiap sentuhan dari masing-masing. Lee semakin agresif merajai istrinya. Tidak satupun bagian tubuh Kia yang terlewat dari kecupan bibirnya. Gairahnya semakin memuncak semakin dalam dan miliknya mulai merasuk ke dalam milik Kia.
"Ahhhhhhhhhhh "
Suara Kia yang terdengar merdu di telinga Lee.
Tanpa henti Lee semakin menikmatinya, tidak memberi jeda untuk Kia beristirahat. Suara Kia semakin keras merasakan kenikmatan yang Lee berikan. Lee berganti posisi, tubuh Kia berada dia atasnya. Sekarang giliran Kia yang bekerja, Lee menikmatinya melihat Kia yang beraksi dengan wajahnya yang bercucuran keringat. Sekarang Lee duduk dan Kia masih berada di pangkuannya. Lee memainkan bagian bawah leher Kia dengan bibirnya. Gunung kembar yang terasa kenyal membuatnya senang saat menyentuhnya tanpa henti dan mencumbu nya. Membuat Kia bergetar hebat.
"Eghhhhhhhh"
"Lebih cepat sayang, cepatlah"
Kia menggerakkan pinggangnya lebih cepat. Mereka berada dalam puncak *******. Suara Lee yang mengerang nikmat terdengar dan dilanjutkan suara Kia juga.
Mereka terkapar di kasur setelah pekerjaan yang menguras energi. Rasa lapar terasa di perut Kia.
"Kruyuk... kruyuk "
Suara perut Kia terdengar membuatnya merasa malu.
"Ha... ha... ha... ha... Sayangku kelaparan, ayo kita mandi dulu lalu makan"
Kata Lee tertawa.
Mereka melakukan ritual pengantin baru dan mandi bersama. Setelahnya mereka makan dengan lahap, tidak ada yang tersisa di meja. Mereka terlihat lelah dan menikmati hari pertama bulan madu mereka di Bali. Lee tidak ingin waktu bulan madunya terbuang apalagi untuk hal seperti bercinta. Syarat Lee yang tidak boleh di langgar. Lee tidak ingin menunda untuk memiliki momongan.