
Yoona masih menyiksa Kia dengan menampar pipi Kia secara bergiliran. Dengan kondisi Kia sekarang yang lemah karena dari kemarin Kia blum makan dan minum. Yoona belum puas melihat Kia yang sudah tidak berdaya, pipi nya merah membengkak dan ada darahnya segar yang keluar dari ujung bibirnya. Sedangkan Sojun melihat aksi Yoona dari jauh dengan tersenyum.
"Heh Yoona kau memang kejam sekali lihat wajahnya sudah seperti itu" kata Sojun.
Yoona tidak memperdulikan kata-kata Sojun, malah dia semakin keras menampar Kia.
"Biar saja aq memang ingin melihat wajahnya hancur sampai Lee tidak mengenalinya lagi " kata Yoona tertawa sinis.
Setelah Yoona merasa lelah menampar Kia, akhirnya dia berhenti dan menarik dagu Kia hingga mendongak ke hadapannya.
"Bagaimana Kia sayang, apa kau menikmatinya? kau lihat apa yang bisa aku lakukan padamu? kau kira kau bisa bahagia setelah merebut Lee dariku? aku ingin sekali membunuhmu sayang!! kata Yoona dengan mengancam Kia.
Tapi Kia tidak bisa menjawabnya, dia hanya terdiam mendengar kata-kata Yoona. Kia merintih kesakitan, air matanya mengalir, wajahnya sudah membengkak. Kondisinya tambah lemah dan Yoona menikmati pemandangan itu.
Sementara mobil Lee dan anak buahnya mendekati pondok yang dituju. Dia melihat mobil Yoona dan juga taxi yang menculik Kia. Mereka sudah di posisi masing-masing untuk menerobos masuk. Neil berada di depan dan Lee ada dibelakangnya. Tidak ada penjagaan yang ketat di pondok itu jadi dengan mudah mereka bisa masuk.
" Gubrak......" suara pintu yang roboh setelah di tendang secara paksa be erapa anak buahnya Lee. Mereka semua langsung masuk ke dalam. Sedangkan Sojun dan Yoona kaget mendengar suara pintu dan berusaha kabur tapi semua sudah terlambat. Semua sudah dikendalikan Lee dan mereka berdua ditangkap.
Lee langsung masuk ke dalam kamar Kia disekap dan melihat kondisi Kia yang lemah.
" Kia sayang, maaf aq terlambat datang maaf sayang... kata Lee sambil memeluk tubuh Kia.
"Ka.... kak... ti..... tidak.... a... pa.. pa... a... aku..... see... nang.... kau... datang.... kata Kia terbata-bata dan langsung pingsan dalam dekapan Lee.
" Kia.... Kia...... Kia..... sadar Kia, aq akan membawamu ke rumah sakit. Aku mohon bertahanlah demi aku Kia..... kata Lee sambil menangis. Kemudian Lee melepaskan Kia dari ikaatannya dan langsung menggendong Kia dan akan segera keluar.
"Bos, bagaimana mereka berdua?.... kata Neil yang membuat Lee berhenti melangkah. Sementara Sojun dan Yoona sudah ketakutan melihat ekspresi Lee.
Lee tidak menoleh ke Sojun dan Yoona, dia hanya berkata " Neil bawa mereka ke tempat biasa dan tunggu aku!!! .
Neil sudah mengerti perintah bosnya dan memberi perintah pada yang lain.
Mobil Lee melaju kencang menuju rumah sakit. Dia menjaga Kia di kursi belakang sambil memegang tangan Kia. Lee melihat Kia yang sudah tak berdaya dengan wajahnya yang sudah tak berbentuk dan Lee menangis. Anak buahnya Lee melihat dari kaca spion kemudi, mereka tidak menyangka bosnya akan seperti ini. Pertama kali melihat bosnya menangis hanya karena wanita. Mereka terharu melihat sisi lain bosnya yang penyayang. Mobil melaju menuju rumah sakit terdekat, karena lokasi tempat Kia disekap jauh dari Kota. Setelah sejam perjalanan akhirnya sampai. Kia langsung dibawa ke UGD karena kondisinya yang lemah. Lee menunggu dengan cemas dan duduk di depan ruang UGD. Sedangkan anak buahnya yang lain mengurus administrasinya. Lama Kia berada di dalam dan Lee sudah tidak sabar menunggu. Lee berjalan mondar mandir menunggu kabar dari dokter yang memeriksa. Sekitar satu jam pun berlalu dan akhirnya dokter itu keluar.