
Aku dan Kak Lee sampai di depan pintu apartemen Kak Boy.
"Ting... tong..... ting.... tong...... "aku menekan bell dengan gugup sekali. Kak Lee masih setia berada dibelakangku. Tak lama kemudian pintu pun terbuka......
" Askia......kenapa jam segini baru datang, dari mana saja? dari tadi aq hubungi ponselmu tapi tidak bisa. Kenapa tidak memberi kabar? Kakak khawatir Kia!!! ". kata Kak Boy dengan wajah cemasnya.
" Ehm.... ehm..... maaf Boy tadi aq mengajak Kia tanpa izin dulu. Maaf aq membuatmu menjadi cemas". kata Kak Lee mencoba menenangkan Kak Boy. Sontak Kak Boy kaget melihat Kak Lee muncul dari belakangku. "Mr. Lee? anda bersama Kia? tapi pergi kemana? " tanya Kak Boy curiga sambil menatap kami berdua bergiliran. Aku takut bingung harus menjawab apa. Aku takut berbohong sama kakak, tapi apa yang harus aq jawab. "Maaf Boy jangan marah sama Kia, aku mengajaknya jalan-jalan ke pinggiran kota saja. Aku lupa memberitahumu tadi karna aku terburu-buru. Jadi tolong jangan salahkan Kia. Ehm, Boy bolehkah aq masuk dulu? ada yang ingin aku sampaikan padamu". Kak Lee mencoba menjelaskan pada Kak Boy.
" Oh maaf Mr. Lee saya lupa mempersilahkan anda masuk. Mari kita bicara di dalam". jawab Kak Boy spontan.
Akhirnya kami masuk ke dalam apartemen. Aku melirik mencoba melihat situasi sekarang. Aku heran mengapa Kak Lee masih terlihat tenang tanpa wajah bersalah. Mungkin karna dia adalah CEO dari perusahaan besarnya Grup Lee, jadi tidak ada yang namanya rasanya takut justru dengan wajahnya yang tampan tapi tegas berwibawa membuatnya dipuja banyak orang apa lagi banyak wanita. Akupun terpesona melihatnya, sungguh wajah yang sangat tampan. Sekilas Kak Lee menoleh ke arahku, lalu aku membuang wajahku karna malu. Kak Lee tersenyum melihat tingkahku yang gugup. Kami bertiga duduk di sofa di ruangan tamu. Aku duduk disebelah Kak Boy, dan Kak Lee berada tepat di hadapanku.
"Ehem.... Kia tolong buatkan minum untuk kita bertiga". Perintah Kak Boy padaku.
Aku langsung berlalu menuju dapur untuk. membuatmu minuman. " OMG, bagaimana ini apa yang akan Kak Lee katakan sama kakak. Kenapa dia harus bicara sekarang, aq takut Kak Boy akan marah". hatiku berkata dengan cemas sekali.
Aku mendengar mereka mulai bicara....
"Boy..... Aku ingin jujur padamu, Aku mencintai Kia". kata Kak Lee memulai pembicaraannya. Aku membawa minuman yang sudah selesai aq buat. Lalu aq duduk lagi disebelah Kak Boy. Aku merasa Kak Boy terlihat tidak senang dengan apa yang Kak Lee ucapkan. Kak Boy masih terdiam dengan wajahnya yang sudah memerah. Aku tau Kak Boy akan marah padaku, aku takut sekali. Lalu Kak Lee berkata " Boy, aku mengerti kau pasti terkejut mendengarnya. Tapi apa yang aku katakan adalah kejujuran. Aku sungguh mencintai Azkia ".
" Sejak kapan? ". tanya Kak Boy.
" Sejak pertama kali aku bertemu dengannya di bandara". jawab Kak Lee.
"Mr. Lee, maafkan aku jika sedikit lancang. Tapi anda sudah bertunangan dengan nona Yoona. Lalu mengapa anda mencintai Kia? ". tanya Kak Boy dengan nada yang dingin.
" Boy, aku tidak mencintai Yoona dan kami dijodohkan. Dulu aku terpaksa karna papaku tapi..... sekarang aku memilih Kia". kata Kak Lee tegas.
"Maaf Mr. Lee saya tidak setuju. Saya tidak ingin adikku terlibat dengan urusan keluarga anda. Saya mengenal keluarga anda dan keluarga nona Yoona. Mereka tidak akan membiarkan hubungan anda dengan Kia. Mereka akan menyakiti Kia tanpa belas kasihan. Anda tau sendiri bagaimana keluarga anda dan nona Yoona. Jika anda benar-benar mencintainya, tolong menjauhlah dari Kia !!! " kata Kak Boy dengan tegas.
" Tapi Kak Boy, kami...." kataku pada Kak Boy, tapi Kak Boy membentakku....
"Cukup Kia, aku sudah memberitahumu sebelumnya. Apa kurang jelas? ". kata Kak Boy.
Aku kaget mendengar kata Kak Boy, dia tak pernah bicara seperti ini padaku. Aku bangun dan langsung masuk ke dalam kamar. Aku tidak bisa menahan air mataku yang sudah mengalir begitu saja.
Lee menatap kepergian Kia, dia merasa bersalah dengan apa yang dilihatnya. Lee tak mengira Boy akan bereaksi seperti ini. Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja, karna dia sangat mencintai Kia.
" Boy maafkan aku, tapi aku tak akan menyerah. Aku akan tetap memilih Kia walaupun kau tidak suka. Masalah keluargaku dan Yoona adalah urusanku. Tapi aku akan selalu melindungi Kia apapun yang terjadi". kata Kak Lee penuh penekanan. Lee tau semua ini tidaklah mudah, tapi dia akan berusaha untuk kebahagiaannya dan Kia.