
Sementara di apartemen Boy, Kia masih menangis di dalam kamar. Sepanjang malam Kia mengunci pintu kamarnya dan tidak ingin bertemu dengan Boy. Kia merasa sedih mengapa kakaknya tidak merestui hubungannya dengan Mr. Lee. Sedangkan Boy masih duduk di sofa ruangan tamu sambil melihat kearahnya kamar Kia. Boy mengerti sekarang Kia pasti tidak ingin bertemu dengannya setelah kejadian tadi. "Maafkan kakak sayang, tapi ini semua demi kebaikanmu sendiri. Kakak tidak ingin kamu terluka, karna keluarga mereka tidak sebanding dengan kita. Mereka keluarga terpandang di kota ini. Sedangkan kita hanya orang biasa saja". Kata Boy merasa bersalah.
Keesokan harinya Kia bangun pagi-pagi sekali. Kia langsung berangkat ke kampus tanpa sarapan terlebih dahulu. Boy mendengar suara pintu terbuka, tapi sudah terlambat karna Kia sudah pergi. Boy hanya menghela nafas melihat sikap Kia yang masih marah padanya. Ini pertama kalinya mereka berbeda pendapat. Tapi Boy mengerti dia harus memberi waktu untuk Kia.
Di luar apartemen, orang yang ditugaskan Mr. Lee untuk menjaga Kia sudah melihat Kia keluar dari apartemennya. Dari kejauhan Kia terlihat sudah menaiki taxi kemudian orang Mr. Lee sudah mengikutinya di belakang. Kia harus dijaga 24 jam kemanapun dia pergi, perintah Mr. Lee selalu diingat anak buahnya. Jangan sampai kecolongan dan bisa gawat kalau Mr. Lee marah. Akhirnya taxi itu sampai di depan kampus. Kia langsung turun dari taxi tanpa melihat kemanapun. Kia tidak ingin jika ada orang yang melihat wajah nya karna matanya yang bengkak akibat menangis semalam. Kia memasuki kelasnya dengan diam tanpa memperhatikan orang-orang disekitarnya. Selama pelajaran berlangsung dia berusaha belajar walaupun pikirannya sudah dimana-mana. Tidak terasa kelasnya pun selesai dan dia langsung bergegas keluar. Dari kejauhan Yujin melihat Kia dan berusaha mengejarnya tapi sudah terlambat Kia sudah keluar dari kampusnya dan segera memanggil taxi.
" Ada apa dengannya hari ini, kenapa dia tidak menungguku seperti biasanya? ". Yujin berbicara sendiri.
Sedangkan orang-orang Mr. Lee yang melihat kepergian Kia segera menyusul taxi yang dinaikinya. Mereka tidak ingin sampai kehilangan jejak Kia. Taxi itu melaju dengan kecepatan tinggi. Kia merasa ada yang aneh, kenapa taxi ini cepat sekali.
"Ehm..... maaf pak sopir bisakah pelan-pelan saja. Saya agak takut karna terlalu cepat. Tolong pak! ". Kata Kia pada sopir itu dengan wajah yang cemas.
Tetapi sopir itu tidak menjawab, dia hanya melihat Kia dari kaca sambil tersenyum. Sopir itu malah menambahkan kecepatan mobilnya karena melihat ada mobil yang mengikutinya.
Sedangkan Kia sudah ketakutan, dia bingung apa yang harus di lakukan. Lalu dia segera mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi kakaknya tetapi terlambat. Sopir itu melihat Kia yang mengambil ponselnya kemudian membelokkan setirnya ke kiri dengan keras dan akhirnya ponsel Kia pun terjatuh. Kia berusaha meraihnya tapi tidak bisa karna terlalu jauh dari jangkauannya. Mobil orang-orang Lee berusaha mengejarnya tapi terhalang sebuah truk besar. Setelah melewati truk mereka sudah kehilangan taxi itu. Pandangan mereka melihat didepan mereka ada 2 arah jalan yang berbeda. Mereka tidak tau harus kearah yang mana. " Siallll....... kemana taxi itu pergi? gawat kita kehilangan nona Kia. Bagaimana ini, arah mana yang harus kita ikuti?". tanya salah satu orang itu.
"Gawat kita pasti mati..... Mr. Lee tidak akan mengampuni kita. Seharusnya kita bisa mengejarnya sial sekali. Sopir taxi itu pasti suruhan nona Yoona dan bukan orang biasa. Kau lihat caranya menyetir mobil khan?". kata temannya lagi.
"Hei cepat hubungi tuan Niel ! ". salah satu dari mereka berusaha menghubungi Niel dengan rasa takut.
" Ha.... ha... halo bos gawat, nona Kia hilang di bawa kabur dengan taxi. Ka... kami kehilangan jejak taxi itu bos..... ". Kata anak buahnya.
" Apaaaaaa?????...... kalian bodoh sekali, kenapa bisa hilang, aku sudah bilang pada kalian jaga nona Kia dengan nyawa kalian. Apa kalian tuli? ". Niel berbicara dengan emosi Niel sadar ini akan membuat Mr. Lee marah besar. " Cepat lacak ponsel nona Kia jangan sampai terlambat!!! ". perintah Niel lagi.
" Ba... baik bos.....