
Hari ini semua orang merasa senang setelah kedatangan Kia dan Lee. Setelah acara makan malam selesai mereka duduk di ruang tamu berbincang dengan santai. Kia teringat sesuatu dengan tujuannya yang lain.
"Bi bagaimana jika paman di bawa ke rumah sakit? Aku ingin paman cepat sembuh dan sehat seperti dulu. Bibi tenang saja masalah biaya. Lee akan mengurus semuanya, iya khan sayang? "
Ucap Kia.
Lee menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan istrinya. Lee tersenyum pada bibinya.
"Tapi sayang, aku takut pamanmu tidak setuju? kau tau sendiri khan pamanmu agak keras dan tidak ingin merepotkan orang lain! "
Jawab Bibi.
"Iya betul Kia, papa tidak akan mau. Papa memaksa hanya di rumah saja. Aku lelah berdebat dengan papa! "
Kata Dini.
"Bibi tenang saja aku akan membujuk paman! "
Jawab Kia.
"Baiklah sayang, coba dulu "
Kata Bibi.
Semua orang masuk ke dalam kamar paman. Mereka berkumpul untuk membujuk paman agar mau di rawat.
"Paman, bolehkah Kia memohon sesuatu? "
Tanya Kia lembut.
"Ada apa sayang? "
Tanya paman penasaran.
"Tapi paman harus setuju dengan permintaan Kia. Kia mohon paman? "
Pinta Kia berharap.
"Baiklah"
Kata paman pasrah.
"Paman, aku ingin membawa paman ke rumah sakit. Aku ingin paman sembuh, aku tidak ingin kehilangan paman seperti aku kehilangan papa. Aku mohon? "
Kata Kia memohon.
Paman terkejut dengan permintaan Kia. Paman terlihat berpikir dan melihat ke arah semua orang. Bibi, Dini, Kia dan Lee penasaran bagaimana jawaban paman. Tapi melihat wajah semua orang yang berharap paman akhirnya mengalah.
"Baiklah, baiklah, paman setuju !"
Jawab paman.
"Papa, aku senang sekali. Aku berharap papa segera sembuh ya! "
Kata Dini berhambur memeluk papanya.
Bibi menangis bahagia mendengarnya.
Kia dan Lee tersenyum melihat keluarga pamannya tersenyum bahagia.
Malam sudah sangat larut, Lee dan Kia memutuskan kembali ke vila. Rasa lelah terlihat di wajah Kia. Tapi tidak dengan Lee yang justru masih terlihat segar.
Setelah sampai di vila, Kia langsung merebahkan diri dan terdengar nafasnya yang sudah tertidur sangat lelap.
Lee yang baru saja selesai mandi terkejut melihat istrinya yang sudah tidur. Padahal niatnya ingin melanjutkan progam sebagai pengantin baru.
Lee mendekati istrinya, melihat lebih dekat dengan duduk di samping istrinya. Lee membelai wajah Kia yang sudah pulas, tak sadar dengan sentuhan suaminya.
"Cup "
Lee mencium kening Kia.
"Cup"
Lanjut ke bibir.
"Cup.... cup.... cup... cup.... cup"
Lee mencium seluruh wajah Kia, tetapi Lee kesal karena tidak ada respon.
Istrinya sudah tertidur pulas dan hanyut dalam mimpinya.
"Ssyang aku masih ingin, bangunlah sayang! "
Bisik Lee di telinga istrinya. Tapi masih tidak ada gerakan apapun dan membuat Lee cemberut.
"Hahhh, baiklah sayang dan kau bebas malam ini. Tidurlah yang nyenyak, besok aku akan menagihnya dua kali lipat. He... he... he"
Lee menyerah melihat Kia yang tertidur pulas, tapi senyum liciknya terlihat jahat.
Pada akhirnya Lee tertidur di samping istrinya sambil memeluk tubuh istrinya seperti guling. Mereka sudah larut dalam mimpi masing-masing.
Kia menggeliat merasakan sentuhan yang dari tadi Lee lakukan. Bibirnya mengeluh menikmati setiap sentuhan suaminya. Lalu akhirny sadar dengan permainan suaminya.
"Sayang! "
Panggil Kia terkejut melihat aksi suaminya di pagi hari yang dingin menusuk kulit tubuh Kia.
Lee yang tak kalah terkejut langsung membuka matanya. Kemudian dilihatnya tangan jailnya yang sedang memegang d*** istrinya.
"Ups, maaf sayang. Salahkan tanganku yang jail sayang. Tapi sayang apa kau menikmatinya? He he he"
Kata Lee bersikap polos.
"Sayang, tolonglah diam sebentar. Aku merasa geli sayang. Ini masih pagi sekali untuk melakukan itu! "
Kia kesal dengan tingkah Lee yang mulai dengan aksinya.
"Ehmmm, tidak mau. Istriku semalam tidur dengan pulas dan tidak peduli dengan suaminya. Apalagi junior sudah bersabar sampai sekarang. Apa kau tidak merasakannya sayang? "
Ucap Lee.
"Apa? ah Lee ini masih pagi sekali dan cuacanya dingin, nanti saja ya sayang? "
Pinta Kia yang terkejut merasakan sesuatu yang sudah bangun.
"Sayang, ini waktunya aku menghangatkanmu. Aku akan memberi sentuhan yang lebih panas. Emmpppp"
Ucap Lee langsung mencium bibir Kia.
Kia kaget ciuman Lee yang sedikit kasar dan menggebu-gebu. Dirinya hampir tidak bisa bernafas. Ciuman yang terasa mendominasi membuat Kia kewalahan. Merasa Kia susah bernafas Lee melepaskannya.
Dirasa Kia sudah mengambil nafas, Lee mencium bibir Kia lagi. Tapi sekarang jauh lebih lembut dari sebelumnya. Kia merasa ciuman Lee membuat tubuhnya panas. Tangan Lee sudah berhasil membuka pakaian yang melekat pada tubuh istrinya. Kia tidak sadar saat ini tubuhnya sudah polos. Bekas kissmark yang kemarin saja masih terlihat. Lee memang hebat membuat istrinya sudah melayang merasakan setiap sentuhannya. Bibir dan tangannya dia fungsikan dengan baik melayani istrinya.
"Ahhhhh, Ehhmmmmm "
Kia mengeluh, menggigit bibirnya merasakan sentuhan bibir Lee sudah berpindah ke d***. Memainkannya dengan lembut membuat tubuh Kia bergetar hebat. Tangan Lee sudah bergerak ke bagian sensitif yang membuat Kia seakan terbang.
Melihat ekspresi istrinya Lee tersenyum merekah, servicenya memang bagus. Lee memuji dirinya sendiri di dalam hati. Sekarang Lee mulai melanjutkan aksinya ke bagian paling intim. Dengan pelan menenggelamkan miliknya perlahan. Kia mendesah hebat merasakan milik suaminya. Permainan Lee memang hebat sampai membuat Kia tidak berhenti mengeluh menikmatinya. Lee semakin kuat menekan miliknya, memacu lebih cepat dan sampai pada klimaksnya.
Matahari sudah terlihat walau cuaca sedikit mendung. Sepasang suami istri yang sudah melakukan aktifitasnya sedang bersiap menikmati sarapan yang sudah tersedia di meja makan.
Mereka duduk saling berhadapan, menyantap hidangan dengan nikmat. Kia terlihat lelah tapi Lee tidak berhenti tersenyum. Sejak menikah wajah Lee semakin ceria. Istrinya seperti candu sekarang. Setiap kali Lee ingin dia seperti anak kecil tidak bisa ditolak. Kia merasa kesal, tapi dia juga menikmatinya. Sentuhan suaminya selalu membuatnya tidak bisa menolak.
"Sayang, kita hari ini mengurus paman dulu ya dan setelah itu baru kita jalan-jalan"
Kata Kia.
"Baiklah istriku, perintahmu akan aku laksanakan! "
Jawab Lee tersenyum.
"Terima kasih sayang "
Ucap Kia.
Hari ini Lee dan Kia sudah mengurus semua kebutuhan pamannya di rumah sakit. Bibi dan Dini mendampingi paman yang sudah masuk ke dalam kamar VIP. Dokter juga sudah memeriksa keadaan pamannya. Lee memilih dokter terbaik dirumah sakit itu.
Mereka semua masih menunggu hasil dari pemeriksaan dokter. Semua berharap Paman Kia segera sembuh.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Lee yang berdering.
"Halo pah? "
Jawab Lee.
"Lee, maaf papa mengganggu bulan madu madumu. Ada sesuatu yang mendesak tapi papa tidak bisa menanganinya. Papa sekarang masih di luar kota. Pergilah ke Korea, ada pertemuan penting dengan perusahaan X. Wakili papa sementara waktu, apa kau bisa? "
Kata Papa Lee memohon.
Lee terdiam terlihat berpikir, tapi dia tidak bisa meninggalkan perusahaannya yang di Korea. Apalagi papanya yang meminta. Acaranya ke Jepang harus tertunda dulu.
"Baiklah pah, nanti aku langsung berangkat "
Jawab Lee pasrah.
Kia menatap suaminya meminta jawaban. Lee sedikit tak enak dengan istrinya, dia menghela nafas.
"Maaf sayang, bulan madu kita harus tertunda. Kita tidak jadi ke Jepang dulu, lain waktu kita kesana ya. Nanti kita berangkat ke Korea. Papa memintaku pergi ada hal yang mendesak masalah perusahaan. Maaf sayang ! "
Kata Lee yang takut mengecewakan istrinya.
"Sudahlah sayang, tidak masalah ko. Kita bisa bulan madu di Korea juga. Aku belum sempat jalan-jalan di sana. Yang terpenting suamiku selalu bersamaku! "
Jawab Kia manja.
Mendengar jawaban istrinya Lee bahagia dan memeluknya.
Kia menjelaskan pada keluarga pamannya mengenai keberangkatannya ke Korea. Malamnya mereka langsung terbang menuju Seoul Korea Selatan.