I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
THE WEDDING



Boy terkejut saat Lee menceritakan kejadian yang terjadi dengan Kia. Begitu pula Yujin tak kalah terkejut. Kejadian penculikan Kia saat di Korea masih belum bisa Boy lupakan. Saat mendengar Kia di culik lagi, dia ragu lagi untuk menyerahkan adiknya pada Lee. Keraguannya sangat beralasan dan Lee sadar itu.


Kia, Lee dan juga Yujin berusaha membujuk Boy. Awalnya Boy ragu tapi melihat usaha mereka untuk mempertahankan cinta mereka akhirnya Boy mengalah demi kebahagian adiknya.


"Tuan Lee, jaga adikku dengan nyawamu. Dia adalah hartaku satu-satunya. Jangan kecewakan dia, aku akan membunuhmu jika kau menyakiti hatinya! "


Ancam Boy.


"Iya Boy. Aku janji padamu akan selalu menjaga Kia dan selalu setia padanya. Aku akan membuatnya bahagia"


Jawab Lee yakin.


Melihat Boy yang mengalah setuju, Kia dan Yujin merasa senang. Yujin melihat Boy tanpa berkedip. Matanya berbinar saat melihat Boy yang tak kalah tampan dengan kakaknya. Jantungnya berdebar-debar seakan ingin keluar.


"Hei, kenapa menatap kakakku seperti itu? cepatlah katakan padanya perasaanmu! "


Goda Kia sambil memeluk Yujin.


"Aku sudah menggodanya saat itu, dia sadar atau tidak aku tidak tau. Tapi aku sudah bilang ingin menjadi pacarnya kok!"


Jawab Yujin berbisik.


"Kau harus lebih aktif sayang, Kak Boy belum pernah punya pacar. Banyak yang ingin menjadi pacarnya tapi dia selalu menolak. Jadi cepatlah sebelum di ambil orang!


Bisik Kia yang membuat Yujin terkejut.


" Benarkah? Gawat donk. Setelah kau menikah aku akan menyusun rencana untuk mendapatkan cinta Kak Boy. Tenang saja! "


Kata Yujin yakin.


Hari pernikahan yang di tunggu -tunggu semua orang sudah tiba. Rumah bergaya Eropa dengan cat berwarna putih menjadi saksi pernikahan mereka yang sakral. Dengan konsep Garden Party tapi masih terkesan mewah dan elegan. Banyak bunga-bunga berwarna putih menghiasi hampir seluruh tempat. Dengan atapnya yang juga berwarna putih untuk melindungi para tamu dari cuaca panas.


Akad nikah di laksanakan di pagi hari dan malam harinya resepsi pernikahan.



Calon pengantin berada di kamar masing-masing, sedang merias diri menjadi Raja dan Ratu sehari. Yujin khusus menemani Kia karena tidak ada dari pihak keluarga wanita yang datang. Keluarga Kia yang berada di Bali tidak bisa datang karena mengurus pamannya yang sedang sakit.


"Kia..... Ada apa? Kenapa melamun? "


Tanya Yujin saat Kia dengan tatapan kosongnya terlihat di cermin.


"Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya ingat dengan mama dan papa. Andai mama masih ada"


Jawab Kia matanya berkaca-kaca.


"Aku tahu kau pasti sedih, tapi Kak Boy ada di sini menemanimu. Bukankah kau bilang dia seperti orang tuamu sendiri? Aku yakin kedua orang tuamu juga bahagia jika melihatmu bahagia"


Kata Yujin membuat Kia merasa lebih baik.


"Hei, jangan menangis. Riasan wajahmu akan luntur! "


Yujin segera menyeka bulir-bulir bening yang akan jatuh dari mata Kia dengan tisu.


"Maaf Yujin"


Kia berhenti bersedih.


"Lihat wajahmu yang cantik, Kak Lee akan terkejut saat melihatmu nanti. Jika aku laki-laki , aku pasti akan menculikmu dari sini. He... he... he"


Kata Yujin cengengesan menggoda Kia.


"Apaan sich! "


Jawab Kia. Mereka berdua saling tertawa akhirnya.


Konsep baju pengantin pada saat Akad nikah memakai adat Sunda. Pengantin wanita terlihat cantik dengan kebaya modern berwarna putih dan tetap memakai hijabnya. Dua orang yang merias Kia terpesona akan kecantikan Kia walaupun mereka juga wanita.


Kamar sebelah juga sudah selesai berhias diri. Tidak butuh waktu lama bagi laki-laki memakai baju pengantin. Wajah Lee yang tampan tidak perlu di rias lagi. Hanya merapikan rambutnya saja. Lee saat ini di temani Neil, Boy dan Kim. Mereka bertiga memakai baju senada dengan gaya Sunda juga. Mereka tak kalah tampan dengan Lee.


Waktu ijab kabul sudah akan dilaksanakan. Beberapa tamu undangan penting pada saat prosesi akad nikah sudah duduk di tempat yang di sediakan. Penghulu yang akan menikahkan mereka sudah duduk di kursinya. Segala macam hidangan prasmanan baik citarasa Negara Korea dan Indonesia sudah tersedia. Pengisi acara sudah memanggil kedua mempelai. Banyak pengawal yang berjaga di seluruh kediaman Lee sudah bersiap untuk mengamankan acara penting itu. Lee tidak ingin acara pernikahannya terganggu.


Mempelai pria di ikuti Kim dan Neil turun terlebih dahulu. Lee sudah duduk di depan penghulu. Wajahnya yang tampan di tambah senyumnya yang menawan membuat para kaum hawa ingin memilikinya.


Giliran mempelai wanita perlahan menuruni anak tangga. Dengan di iringi Yujin dan Boy di sisi kanan dan kirinya. Kia berpegangan tangan dengan Boy dan Yujin. Jantungnya berdebar-debar saat mendekat ke arah Lee.


Lee bangun dari duduknya dan membalikkan badannya saat Kia sudah di dekatnya. Lee menyambutnya dengan perasaan bahagia saat melihat Kia dia sungguh terkejut.


"Deg... deg.... deg... deg.... deg"


Suara jantungnya sudah tak beraturan saat melihat penampilan Kia yang sungguh cantik dan anggun.


Lee menatap mata Kia, melihat dari atas sampai bawah. Wanita cantik yang ada di depannya sebentar lagi akan menjadi istrinya. Lee tidak mengedipkan matanya, dia seperti tersihir akan kecantikan Kia.


Kim dan Neil juga sama bengong nnya, mereka seperti orang bodoh memandang Kia dari jauh.


"Glek, cantik dan anggun! Bos kau memang beruntung! "


Batin Neil memuji.


"Ck... ck... ck... sialan kau Lee, andai aku yang ada di sampingnya. Andai aku lebih dulu bertemu dengannya! Ah sial! "


Batin Kim kesal.


Para tamu juga menatap Kia yang sangat amat cantik. Mereka semua berdecak kagum dalam hati masing-masing. Sungguh pasangan yang serasi kata mereka.


"Ehm... ehm... "


Suara penghulu yang berdehem membuyarkan lamunan Lee dan semua orang.


Saat ini Lee dan Kia sudah duduk di depan penghulu dan juga wali nikah dari Kia yaitu kakaknya sendiri.


Di luar kediaman Lee baru terparkir sebuah mobil mewah. Seorang laki-laki dan perempuan paruh baya tapi masih terlihat muda turun dari mobil itu.


Beberapa penjaga sudah mengenal mereka jadi membiarkannya masuk ke dalam. Mereka berdua berjalan memasuki tempat acara. Para tamu terkejut tidak mengenal mereka berdua. Tentu saja karena mereka memang jarang muncul di Indonesia. Mereka menetap di luar negeri sekian lama dan hari ini baru kembali untuk menghadiri pernikahan yang penting.


Untung saja mereka belum terlambat saat Boy sudah siap dengan memegang tangan Lee untuk ijab kabul.


"Tunggu sebentar! "


Perintah orang itu yang membuat semua orang terkejut terutama Lee dan Yujin.


Lee bangun dari duduknya dan membalikkan tubuhnya. Terkejutnya dia saat melihat kedua orang itu datang.


"Papa.... Mama? "


Ucap Lee dan Yujin bersamaan.


Kedua orang tua Lee datang untuk menghadiri acara pernikahan anaknya. Mereka sengaja datang saat ini untuk memberi kedua anaknya kejutan.


"Apa tidak ingin memeluk mama? "


Tanya mamanya pada mereka berdua.


Mereka langsung menyambar ke dalam pelukan mamanya.


"Apa papa juga tidak di peluk? "


Tanya papanya membuat Lee dan Yujin sungguh terkejut.


Mereka berdua langsung memeluk papanya. Lee bahagia melihat kedua orang tuanya datang. Kia yang berdiri mematung melihat kebersamaan mereka. Ada rasa bahagia dan juga rasa iri melihat keluarga Lee yang masih lengkap.


Mama Lee mendekat ke arah Kia, Kia gugup karena pertama kalinya dia bertemu dengan mama Lee.


"Sayang, maaf mama belum terlambat khan? "


Tanya Mama Lee.


Kia menggelengkan kepalanya, dia senang bertemu dengan Mama Lee.


"Terima kasih sayang, berkat dirimu Lee menjadi orang yang lebih baik. Di wajahnya terlihat kebahagiaan yang tidak pernah Mama lihat sebelumnya. Mama dan Papa sudah merestui kalian. Semoga kalian selalu bahagia"


Ucap Mama Lee langsung memeluk Kia.


"Terima kasih Ma... Mama! "


Ucap Kia yang terasa canggung.


"Sayang, aku senang kau sudah memanggilku dengan sebutan Mama. Mulai sekarang kau juga putriku"


Kata Mama Lee senang.


Boy melihat pemandangan yang terjadi sekarang seperti angin segar untuknya. Dia sudah mulai tenang karena kedua Orang Tua Lee sudah merestui. Mungkin kekhawatirannya akan mulai menghilang.


"Ehm... Maaf apa acara bisa di mulai? waktu baiknya akan lewat sebentar lagi! "


Kata penghulu menyadarkan mereka.


Akhirnya acara di lanjutkan. Lee dan Kia sudah duduk kembali. Kedua Orang Tua Lee dan Yujin duduk tidak jauh.


Saatnya Boy menyerahkan adiknya kepada laki-laki yang di cintainya dalam ikatan pernikahan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Azkia Nasution binti Abraham Nasution dengan mas kawin tersebut di bayar tunai! "


Ucap Lee lantang.


"Bagaimana para saksi sah? "


Tanya penghulu.


"Sah.... sah..... Alhamdulillah "


Semua orang menjawab dengan perasaan bahagia.


Kia dan Lee merasa bahagia tidak kurang sedikitpun. Karena semua orang yang mereka sayangi hadir menjadi saksi pernikahan yang tidak akan mereka lupakan.


Kia mencium tangan Lee dan Lee sebaliknya mengecup lembut kening Kia. Mereka tersenyum bahagia, tidak terasa air mata menetes di ujung mata Kia. Lee mengusap lembut menghapus air matanya.


"Jangan menangis lagi sayang, tersenyumlah. Ini hari bahagia kita dan jangan ada air mata. Apa kau tau, aku terkejut saat melihatmu tadi. Kau cantik sekali sayang. Aku ingin menyembunyikanmu dari orang-orang ini sekarang! "


Kata-kata Lee yang membuat Kia tersentuh dan juga kaget.


"Kakak tidak serius ? "


Tanya Kia penasaran.


Lee hanya mengedipkan matanya yang membuat Kia kebingungan.


Akhirnya akad nikah selesai dilaksanakan.


Pada malam harinya lanjut acara resepsi pernikahan. Banyak orang-orang penting hadir termasuk para pegawai-pegawai Lee. Mereka semua bergilir memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin.


Semua yang hadir di acara pernikahan mereka terpesona melihat kecantikan Kia dan ketampanan Lee yang di balut baju pengantin modern dari perancang terkenal.


Raja dan Ratu semalam duduk di kursi kebesarannya dengan senyuman manis yang tidak henti-hentinya mereka tunjukkan kepada semua tamu yang hadir.