
Sepasang pengantin baru masih belum. keluar kamar. Hari ini mereka hanya ingin di dalam kamar menikmati suasana baru. Sarapan untuk mereka berdua sudah diantarkan ke dalam kamar. Lee memberi perintah agar tidak ada yang mengganggu waktu mereka saat berdua.
Orang-orang di rumah Lee mematuhi keinginan bosnya. Mereka akan datang jika dipanggil oleh bosnya. Orang Tua Lee sengaja tidak mengganggu pengantin baru. Mereka sibuk jalan-jalan berdua tidak mau kalah seperti pengantin baru juga. Mereka berlibur ke beberapa kota di Indonesia. Dan mereka sudah berangkat lebih dulu, hanya memberi tahu anaknya lewat ponsel saja. Lee dan Yujin senang orang tua mereka ada di sini dan pergi berlibur.
Sedangkan Yujin sudah punya rencana lain pastinya hanya dengan Boy. Salah satu rencananya hari ini mulai mendekati Boy dengan pesona Yujin.
"Kak Boy cepatlah, ayo berangkat! "
Teriak Yujin yang sudah di dalam mobil.
"Tunggu sebentar! "
Jawab Boy berlari kecil ke arah mobil dan langsung masuk.
Boy sudah menjadi sopir pribadi Yujin untuk beberapa hari ke depan. Mulai hari ini mereka akan berkeliling di daerah kota Bandung. Lokasi pertama yang akan mereka kunjungi adalah Orchid Flores.
Boy dan Yujin akhirnya tiba Orchid Flores di daerah Cikole Lembang, Bandung Barat. Tempat wisata yang cuacanya dingin dan hawa sejuk serta pohon-pohon pinus Orchid Flores Cikole bukanlah tempat penangkaran anggrek biasa. Terbentang lahan luas untuk area permainan, outbond dan tempat ngopi atau makan di Armor Coffee dan
Phone Kitchen yang berkonsep unik.
Mereka berjalan menyusuri hutan pinus. Ada beberapa pasangan seperti mereka terlihat bersenang-senang berselfi ria mengabadikan momen berdua di spot yang bagus. Ada yang malu-malu ada juga yang cuek melihat ke arah Yujin dan Boy.
Boy merasa aneh melihat pemandangan di sana. Tapi Yujin justru terlihat senang melihat ke sekeliling. Wajahnya yang selalu ceria di tambah dengan parasnya yang cantik membuat beberapa laki-laki yang ada di sana tersenyum ke arahnya. Tanpa Boy sadari, dia terlihat geram melihat Yujin di perhatikan laki-laki lain. Tangannya mengepal dan hatinya mulai mengumpat kesal.
"Sial, kenapa mereka melihat Yujin seperti itu? Buat aku kesal saja!
Tapi kenapa aku merasa marah? Ah sudahlah ! "
Boy meraup wajahnya sendiri. Tanpa sadar dia langsung menarik Tangan Yujin pergi.
"Ayo kesana, buat apa bengong di sini! "
Kata Boy.
"Eh Kak, tunggu jangan tarik tanganku. Kak..... Kak Boy pelan donk. Kak Boy tanganku sakit! "
Teriak Yujin dan membuat Boy terkejut dan menghentikan langkahnya.
"Ah maaf..... Maaf Yujin! "
Kata Boy langsung melepas tangannya.
Boy merasa bersalah memegang tangan Yujin terlalu erat dan menariknya dari tadi. Yujin heran ada apa dengan sikap Boy yang terlihat marah.
"Kenapa Kak? Apa Kak Boy marah aku mengajak kakak pergi jalan-jalan? "
Tanya Yujin penasaran.
"Ah... tidak.... tidak. Aku hanya ingin melihat tempat yang lain saja! "
Jawab Boy asal.
Yujin mengerutkan dahinya heran, pasalnya dari tadi hanya terlihat pasangan-pasangan muda yang lagi pacaran di tempat ini. Dan tidak dia pungkiri ada beberapa laki-laki yang melihat ke arahnya.
Yujin merasa Boy mungkin cemburu, tapi Yujin malah senang dan hatinya berbunga-bunga. Yujin langsung mendekat ke arah Boy dan merangkul lengannya kayanya seorang kekasih.
"Kak Boy ayo kesana, aku ingin mengambil foto kita berdua! "
Kata Yujin yang membuat Boy terkejut. Jantungnya berdebar kencang saat Yujin merangkulnya manja.
Boy tidak menolak justru menuruti apa yang Yujin mau. Dia senang dengan perlakuan Yujin. Perasaannya campur aduk masih bingung.
" Ada apa denganku? kenapa detak jantungku seperti ini saat Yujin di dekatku? Apa aku jatuh cinta padanya? Ah sial ?! "
Batin Boy bergejolak.
Yujin merasa senang Boy tidak menolaknya. Hatinya senang, bibirnya yang manis tidak berhenti tersenyum. Sepanjang jalan Yujin merangkul lengan Boy tanpa ada rasa canggung. Yujin sengaja ingin melihat reaksi Boy, memastikan apakah Boy tertarik padanya.
"Kak Boy, ambil fotoku di sini saja. Pemandangannya bagus Kak! "
Kata Yujin menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Boy.
Kata Boy.
Yujin sudah berpose secantik mungkin agar terlihat menarik di mata Boy. Sedangkan Boy yang melihat wajah Yujin di kamera menarik bibirnya sedikit.
"Cantik..... "
Kata hati Boy.
Yujin melihat Boy yang tersenyum sendiri lalu menarik Boy ke arahnya.
"Sini Kak, sekarang foto kita berdua! "
Kata Yujin.
Sekarang mereka berselfi ria, dengan beberapa pose yang sengaja Yujin terlihat menempel dengan Boy. Kalo ini Yujin yang memegang ponselnya sendiri. Dia menarik kerah baju Boy menempelkan wajahnya dan Boy dan mengambil gambarnya. Lalu dengan jailnya Yujin langsung mencium pipi Boy dan langsung mengabadikannya. Alhasil Boy terkejut saat bibir Yujin sudah menempel di pipinya.
"Deg... Deg... Deg..... Deg.... Deg.... "
Jantung Boy berdetak lebih kencang, wajahnya memerah. Dia tak menyangka seorang gadis lebih dulu menciumnya.
Yujin tak kalah kaget dengan sikapnya sendiri. Dirinya tidak menduga akan mencium Boy lebih dulu. Jantungnya sekarang berdebar-debar. Wajahnya juga memerah, menahan malu.
"Ma... maaf Kak, aku... aku minta maaf. Aku tidak sengaja Kak! "
Kata Yujin dan segera pergi meninggalkan Boy.
Boy masih bengong dengan apa yang terjadi. Rasa tidak percaya, terkejut dan semuanya bercampur. Melihat kepergian Yuji yang mulai menjauh dan Boy tersadar.
Boy berlari mengejar Yujin sebelum terlalu jauh.
"Tunggu Yujin jangan pergi!"
Panggil Boy dan segera menarik tangan Yujin.
Yujin yang terkejut saat tangannya di tarik, tidak sengaja terpeleset dan jatuh.
"Brukkkkk"
Yujin terjatuh tepat di atas badan Boy. Alangkah terkejutnya mereka berdua. Sekarang mata mereka saling memandang, menyelam dalam pikiran masing-masing. Detak jantung mereka saling berpacu berirama. Ntah detak jantung siapa yang tercepat.
"Deg... deg... deg... deg..... deg"
Yujin mendengar jelas detak jantung Boy. Begitu pula dengan sebaliknya.
"Yujin.... maaf apa bisa bangun dulu? orang akan melihat kita nanti! "
Kata Boy menyadarkan Yujin.
"Ah maaf Kak, aku tidak sengaja terjatuh"
Kata Yujin segera bangun dari atas tubuh Boy.
Saat ini ada rasa canggung dia antara mereka berdua. Wajah Yujin yang malu, membuang wajahnya ke arah berlawanan dan tidak berani melihat Boy.
Boy memperhatikan Yujin dari belakang punggungnya. Dia bingung apa yang harus di lakukan. Ini pertama kalinya buat Boy menghadapi seorang gadis yang dia sukai.
"Hati ini tidak bisa berbohong lagi, ah kenapa harus Yujin? "
Tanya Boy pada dirinya sendiri.
Yujin merasa canggung, dia tidak ingin Boy salah paham dengannya. Yujin tidak ingin terlihat seperti cewek yang gila mengejar cinta Boy. Sebenarnya sudah lama ingin dia utarakan isi hatinya Tapi takut dengan jawaban yang akan dia dengar. Saat ini di pasrah, sudah tidak bisa dia tahan lagi. Apapun jawaban yang akan dia dengar, dia sudah siap. Biarlah seperti ini dan dia tidak akan memaksa perasaan Boy padanya. Yujin membalikkan tubuhnya dan Boy melihat ke arah Yujin.
"I Love You Boy "
Kata Yujin.
Ungkapan perasaan yang sudah bertahun-tahun dia simpan sendiri. Setelah dia ucapkan terasa lega rasanya. Biarlah dia mencoba, dan akan menerima apapun hasilnya nanti.
Boy terkejut dengan pernyataan cinta Yujin. Entah apa yang dia rasakan saat mendengarnya. Haruskah dia merasa senang?