
Jam sudah menunjukkan waktunya pulang kerja. Semua karyawan satu persatu meninggalkan perusahaan. Perusahaan sudah terasa sepi hanya ada beberapa orang saja yang masih bertahan dengan pekerjaannya yang belum usai.
Begitu juga dengan dua orang yang berada di lantai paling atas perusahaan. Tuan Lee masih sibuk dengan dokumennya yang belum selesai. Neil juga masih merapikan beberapa dokumen yang sudah selesai dikerjakan. Sedangkan Kia masih setia menunggu bosnya keluar. Sebelumnya Neil sudah memberitahu untuk menunggu Tuan Lee dulu karena ada sesuatu hal.
"Neil lanjutkan besok saja, aku tidak ingin Kia menunggu terlalu lama! "
Perintah Tuan Lee.
"Baik Tuan "
Jawab Neil.
"Siapkan mobil, tunggu aku di bawah! "
Perintahnya lagi.
"Baik Tuan"
Saut Neil lagi.
Mendengar perintah bosnya, Neil langsung pergi meninggalkannya. Sementara itu Tuan Lee merapikan penampilannya yang sedikit lelah di kamar yang disediakan di ruang kerjanya. Dia tidak ingin terlihat kusam saat Kia melihatnya. Lee memang ingin selalu terlihat sempurna. Begitu juga pun dengan Kia. Dari tadi dia sudah menunggu kekasihnya. Tidak lupa dia merapikan pakaian dan memoles sedikit wajahnya agar terlihat segar.
"Ceklek "
Terdengar suara pintu yang terbuka. Sosok pria yang begitu tampan dan berwibawa sudah menampakkan batang hidungnya. Tuan Lee mendekat ke arah Kia yang sudah tersenyum manis.
"Maaf sayang sudah menunggu terlalu lama"
Kata Lee merasa bersalah.
"Hemmm.......Tidak apa Kak"
Jawab Kia.
"Ayo, Neil sudah menunggu kita di bawah!"
Ajak Lee.
Mereka akhirnya berjalan bersama menuju lift. Pintu Lift pun sudah tertutup dan membawa mereka menuju lantai paling bawah. Di dalam lift hanya ada mereka berdua saja. Pandangan mereka saling bertemu, saling membalas senyum. Tidak ada kata yang terucap hanya perasaan mereka yang saling terikat. Mereka diam membisu, jantung mereka berdebar-debar. Rasa suka, sayang, cinta yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Posisi mereka sangat dekat dan sengaja Lee mendekatkan tubuhnya dengan Kia. Tangan Lee mendekat dan akhirnya menggenggam tangan Kia dengan Lembut.
"Deg... deg... deg... deg... deg"
Jantung Kia berdebar sangat kencang. Begitupun dengan Lee yang tak kalah gugup.
Tiba-tiba lift berhenti bergerak. Membuat dua kekasih itu terkejut.
"Kak ada apa ini? kenapa liftnya berhenti? "
Tanya Kia ketakutan.
"Entahlah, mungkin rusak sayang"
Jawab Lee.
"Bagaimana ini Kak, aku takut sekali! "
Kata Kia sudah berkeringat. Wajahnya mulai pucat, dia takut berada di ruangan tertutup.
"Tenanglah sayang, aku lihat dulu sebentar. Disini juga ada CCTV jadi tenanglah sayang"
Lee berusaha menghubungi Neil tapi tidak bisa. Dia berusaha tenang agar Kia tidak panik. Microfon di ruangan lift tidak berfungsi. Lee sudah mencobanya berulang kali tapi tidak ada yang mendengarnya.
"Sial, kemana penjaga CCTV? Apa yang mereka lakukan? "
Lee mengumpat kesal.
Sedangkan di ruangan pengawas CCTV, orang yang bertugas pergi ke toilet. Jadi tidak ada yang tahu ada yang terjebak di dalam lift.
"Kak apa kita bisa selamat? "
Tanya Kia yang sudah panik.
"Iya sayang, tenanglah ada aku disini. Jangan takut ya? "
Lee berkata sambil mengelus kepalanya.
"Iya Kak Lee"
Jawab Kia.
Neil sudah menunggu dua sejoli itu selama sejam. Dia berpikir mungkin mereka masih sibuk pacaran. Neil masih sibuk memainkan ponselnya tanpa khawatir apapun.
Sementara dua sejoli itu sudah merasa cemas. Wajah Kia memucat dan tangannya sudah dingin. Lee terus menggenggam tangan Kia dengan erat.
"Kak, aku lelah aku ingin tidur sebentar saja! "
Kata Kia yang suaranya mulai melemah.
"Kia, sadar sayang. Jangan tidur sekarang! Kumohon sayang!"
Suara Lee terdengar keras karena ingin membuat Kia tetap sadar.
Lee cemas melihat Kia yang melemah. Segera dia memeluk Kia dengan erat. Menepuk-nepuk pipinya agar tetap sadar. Mereka sudah duduk berdua di dalam lift. Lee berusaha tetap sadar, sebenarnya nafasnya juga sedikit lemah.
" Kenapa Tuan dan Nona lama sekali? cih mereka sedang jatuh cinta, kenapa aku yang repot. Ah sebaiknya aku hubungi ponsel Tuan saja! "
Kata Neil merasa kesal dan penasaran juga kemana perginya bosnya itu.
Berulang kali ponsel Tuan Lee dihubungi tapi tidak bisa, begitu pula ponsel Kia. Neil sudah merasa khawatir dengan keadaan mereka yang tak kunjung datang.
"Tuan ada dimana sich? rasanya ada yang salah. Ada apa dengan mereka berdua? Ah sebaiknya aku masuk dan melihat sendiri"
Kata Neil langsung menuju keatas menggunakan lift karyawan.
Sampai di atas Neil segera menuju ruangan Kia dan Tuan Lee. Tapi dia tidak menemukan kedua orang itu. Dia bergegas ingin turun lagi menaiki Lift khusus bosnya. Tapi dia sadar sepertinya liftnya ada yang aneh. Lampunya tidak menunjukkan tanda akan naik tapi berhenti di lantai 10.
"Apa? sial mereka pasti terjebak di dalam lift selama ini. Kuharap mereka baik-baik saja! "
Kata Neil berharap.
Neil langsung menghubungi pegawainya untuk memanggil tukang service lift. Dia langsung menuju ruangan pengawas CCTV untuk melihat kondisi Tuan Lee dan Kia.
"Ah sial, mereka terjebak di lantai 10. Sepertinya mereka sudah lemah, sebaiknya aku menyiapkan ambulance secepatnya?! "
Kata Neil sudah cemas melihat kondisi mereka berdua yang duduk di dalam lift dengan posisi Tuan Lee memeluk Kia.