
Masalah di kantin siang ini masih belum selesai, masih ada adegan dramatis karena ulah Siska. Semua karyawan hanya diam menonton apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka bergumam dalam hati masing-masing melihat ekspresi bos besar yang sudah ingin membunuh orang. Mereka hanya bisa menelan ludah, berpikir apa yang akan terjadi pada Siska sebentar lagi. OMG, ternyata Kia begitu special untuk Mr. Lee. Mereka tidak akan berani lagi menghina atau mengerjai Kia seperti yang dilakukan oleh Siska. Jika mereka berani, hukumannya ditendang dari perusahaan atau lebih buruk lagi. Mereka tidak menyangka Big Bos yang tampan tapi berhati dingin........
" Neil, urus sampah ini...... jangan ada yang seperti ini lagi di perusahaanku !!!
Tegas perintah Mr. Lee pada Neil dan di dengar semua karyawan kantor.
"Baik bos.......
Jawab Neil segera melaksanakan perintah Mr. Lee. Dengan tatapan Mr. Lee dan Neil semua karyawan segera membubarkan diri tanpa diberi perintah. Sedangkan sang terdakwa masih diam membeku menanti hukuman yang akan diterima. Mr. Kim masih setia menunggu Bos besar beranjak pergi. Setelah terasa sepi Mr. Lee langsung menarik tangan Kia keluar dari kantin. Kia hanya pasrah tanpa bersuara ataupun memberontak dan mengikuti langkah Mr. Lee. Untuk Mr. Kim dan Neil masih di kantin bersama Siska.
" Nona Siska, saya menyayangkan apa yang terjadi hari ini. Apakah nyawamu begitu banyak? berani sekali membuli pegawai magang apalagi nona Kia.....
hemmmm..... mulai hari ini kau di pecat !!
Perkataan Neil membuat Siska terkejut tapi tidak bisa mengelak karna memang dia yang salah. Siska meremas tangannya, dia menaruh dendam pada Kia. Niat jahatnya ingin berbuat lebih mulai direncanakan. Neil melihat ekspresi Sizka, dan menyadari dengan pasti dia tidak akan berhenti.
"Nona Sizka........ Berhentilah sampai disini, ini yang pertama dan yang terakhir. Jangan mencoba untuk melakukannya lagi, jika tidak saya tidak menjamin nya.....
Ancam Neil dengan nada yang dingin.
Mr. Kim hanya menonton Neil yang mengancam Sizka, dia merinding mendengarnya.
"Aishhhh...... Neil juga menakutkan, memang bos dan asisten sedingin es.
Akhirnya setelah menghukum Sizka, Neil dan Mr. Kim pergi meninggalkan Sizka yang masih mematung di kantin. Masih memikirkan perkataan Neil, Sizka ragu apa masih ingin melanjutkan rencana jahatnya pada Kia. Segera dia meninggalkan perusahaan GRUP L dengan wajah kebencian.
Untuk dua orang yang diam membisu, siapa lagi Mr. Lee dan Azkia. Bos besar duduk di singgasananya dengan wajahnya yang masih tanpa ekspresi menatap Kia didepannya. Yang dilihat hanya menunggu perintah bosnya dengan menunduk.
Apakah aku harus memaksamu untuk melihatku? melihatmu yang sekarang aku semakin mencintaimu.
Lee mengeluh dalam hatinya, kecewa dengan apa yang dirasakannya. Tapi semakin mencintai wanita yang ada dihadapannya sekarang. Lee merasa jauh lebih tenang melihat penampilan Kia yang berhijab. Menambah kecantikan hatinya dan wajahnya. Ada perasaan yang tidak pernah dia rasakan selama ini.
Lee bangun dari duduknya, berjalan mendekat ke arah Kia dan berdiri tepat di hadapannya. Kia mundur tapi Lee mendekat, Kia mundur lagi dan Lee langsung menariknya ke dalam pelukannya. Yang dipeluk berusaha berontak tapi tidak bisa karena Lee memeluknya lebih erat.
"Diamlah sebentar saja, aku hanya ingin memelukmu Kia......
Lee mengendorkan pelukannya setelah Kia terdiam. Kia merasakan hembusan nafas Lee yang lembut. Pelukan hangat Lee membuatnya merasa tenang. Jauh lebih tenang karena kejadian tadi menguras energinya.
" Kia aku mohon lihatlah aku sejenak, lihatlah mataku. Kenapa menghindariku terus? tolong jangan siksa aku dengan diammu ini. Apa tidak ada sisa cintamu untukku?
Mr. Lee masih dan terus berharap Kia akan kembali padanya. Memaksanya mungkin iya tapi apa Kia akan menerimanya? Yang ditanya hanya diam bingung harus bicara apa. Dadanya berdegup kencang merasakan nafas Lee yang dirasakannya. Apakah dia akan menjawab mungkin iya tapi.....
"Kak, tolong jangan paksa aku....
Aku masih belum bisa menata hatiku kembali. Aku takut..... iya aku masih takut kak. Kuharap kakak mengerti....
Kia masih teguh dengan keputusannya dan masih blum atau tidak bisa menerima Lee kembali. Mengingat kejadian dulu dia masih takut.
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Tapi bukan berarti aku menyerah, aq akan menunggumu kembali padaku.....
Mr. Lee berkata pada Kia dengan lembut dan melepaskan pelukannya. Karena dia tidak ingin lebih jauh lagi dari Kia, dia hanya bisa menerima keputusan Kia sekarang. Kemudian Kia keluar dari ruangan Mr. Lee masih tidak ingin menatap wajah Lee langsung.