
Rencana lamaran yang sudah tersusun rapi sudah hampir selesai. Hanya kurang satu hal saja ya cincin untuk melamar sang kekasih.
Sebenarnya Tuan Lee ingin mengajak Kia untuk memilih cincin. Tapi karena ini surprise untuk seorang terkasih, sengaja Lee tidak mau Kia tahu tentang ini.
Sebelum acara lamaran dilakukan, Lee sudah memberi tahu Boy akan maksud melamar Kia. Tidak ada penolakan dari Boy, justru Boy merasa senang karena Lee tidak mempermainkan perasaan Kia. Boy berharap adik kecilnya bahagia dengan laki-laki pilihannya.
"Apa semuanya sudah siap Neil? "
Tanya Tuan Lee ingin tahu.
"Sudah Tuan, hanya cincin saja yang belum "
Jawab Neil.
"Hemmm baiklah, sekarang ambil cincin yang sudah aku pesan. Aku ingin semua sesuai tidak ada yang kurang! "
Perintah Lee.
"Baik Tuan "
Jawab Neil.
Mereka segera menuju toko perhiasan yang sudah di tunjuk untuk merancang cincin lamaran dan untuk pernikahannya nanti.
"Tuan kita sudah sampai! "
Kata Neil langsung turun untuk membuka pintu.
Tuan Lee turun dari mobilnya dan langsung masuk ke dalam toko. Beberapa pegawai sudah menyambut mereka karena sudah tahu siapa yang akan datang.
"Selamat siang Tuan Lee, silahkan! "
Jawab sopan salah satu pegawai itu.
Kebanyakan pegawai toko itu adalah wanita. Mereka tidak berhenti berdecak kagum akan ketampanan Tuan Lee.
"Hei lihat Tuan Lee, tampan dan gagah. Aku ingin sekali menjadi kekasihnya! "
Bisik seorang pegawai yang lumayan cantik pada temannya.
"Shhhtttt diamlah, kau tidak ingat apa kata Manager tadi? Jangan ada kesalahan apapun dan jangan berani menggoda Tuan Lee! "
Jawab salah seorang temannya mengingatkan.
"Aku tahu, tapi aku sungguh menyukainya! "
Jawab pegawai itu lagi dan sialnya terdengar oleh Neil.
"Ehemmmmm! "
Neil sengaja berdehem untuk mengingatkan sikap mereka dan langsung menatap tajam.
Terkejut mereka mendengarnya apalagi melihat tatapan dingin Neil. Tidak ingin kena sanksi dari bosnya mereka langsung menunduk ketakutan.
"Tunjukkan cincinnya! "
Perintah Tuan Lee.
"Baik Tuan"
Jawab pegawai toko.
Cincin yang dipesan merupakan model terbaru yang diminta khusus untuk Tuan Lee. Cincin itu merupakan sketsa pribadi pemiliknya. Tidak diperbolehkan mencetak cincin yang sama dan itu sudah perjanjian diantara mereka. Tuan Lee ingin cincin itu menjadi satu-satunya buat dia saja. Jika pihak toko melanggar akan ada penaltinya. Begitulah aturan yang tidak boleh dilanggar.
Mereka meninggalkan toko setelah apa yang diinginkan sudah sesuai. Tuan Lee kembali ke perusahaan untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Malam hari acara lamaran.
"Kia apa kamu sudah siap? sudah waktunya kita berangkat sayang! "
Teriak Boy yang sudah menunggu di ruang tamu.
Boy sengaja tidak memberi tahu adiknya perihal acara hari ini. Boy dan Lee bekerja sama untuk membohongi Kia. Boy memberi tahu Kia untuk berdandan cantik karena akan menghadiri pesta temannya. Kia hanya menuruti kakaknya tanpa menaruh curiga.
"Tap...... tap..... tap...... tap... "
Suara langkah kaki Kia menuruni anak tangga.
Boy menoleh ke arah adiknya dan terkejut
melihat penampilannya yang anggun dengan hijabnya.
Kata Boy menggoda adiknya.
"Kakak ini, dia khan tidak datang kesana jadi tidak akan melihatku khan! "
Balas Kia.
"Siapa yang tahu dia akan datang atau tidak! "
Kata Boy membalasnya.
Kia cuek mendengar ucapan kakaknya. Dia tidak curiga dengan kata-kata Boy. Mereka akhirnya berangkat menuju tempat yang sudah disiapkan Tuan Lee.
Tidak lama kemudian akhirnya sampai di tempat yang dituju. Kia turun dari mobil dan berjalan perlahan memperhatikan ke sekeliling.
"Kak apa kita tidak salah tempat? Kenapa tempat ini sepi sekali? Dimana yang lainnya? "
Tanya Kia penasaran.
"Tidak, sebentar lagi juga datang. Ayo masuk dulu! "
Jawab Boy tersenyum manis.
Akhirnya Kia menurut saja pada Boy mengikuti dari belakang.
"Kia pergilah ke arah itu, aku akan pergi ke toilet sebentar! "
Kata Boy sengaja meninggalkan Kia.
"Iya Kak, tapi jangan lama aku takut Kak! "
Jawab Kia.
Boy meninggalkan Kia yang berjalan menuju tempat yang sudah di hias dengan indah dan sudah ada Tuan Lee yang menunggu kedatangannya.
Terlihat punggung seorang laki-laki yang berdiri tepat di tengah-tengah taman. Tidak jauh dari tempat Kia berada, Kia menghentikan langkahnya sejenak. Memperhatikan dengan pasti bahwa orang yang dilihatnya adalah kekasihnya Lee.
Mendengar kedatangan Kia, Lee membalikkan tubuhnya. Dilihatnya seorang gadis yang sangat cantik dan anggun. Lee terpesona melihat kekasih hatinya yang terlihat sempurna hari ini. Lee tersenyum......
Kia terkejut melihat Lee yang sudah ada di hadapannya. Dengan wajahnya yang tampan dan berwibawa. Penampilannya sungguh memukau. Kia pun tak kalah terpesona melihat pujaan hatinya yang kelewat tampan. Jantungnya berdebar saat Lee mendekat ke arahnya.
"Kemarilah sayang, aku sudah menunggu kedatanganmu ! "
Ucap Lee meraih tangan Kia dan membawanya ke tengah taman dibawah kerlap kerlip lampu yang indah.
"Deg... deg....deg.... deg.... deg"
Suara jantung Kia seakan ingin keluar dari cangkangnya saat Lee menggenggam tangannya dengan lembut.
Mata mereka saling bertemu menatap satu sama lain.
"Azkia aku menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihan ku? Dan berkali-kali juga jawabannya tetap sama. Itu kamu Kia.
Aku memilihmu hidup hingga tua bersama. Hal yang bisa ku janjikan padamu adalah hatiku yang tulus.
Jadilah matahari di dalam rumahku selamanya.
Will you marry marry me?"
Untaian kata-kata yang indah terucap mengisyaratkan isi hati Lee yang sesungguhnya.
Buliran-buliran bening jatuh di ujung mata Kia yang indah. Terdengar isak tangis kebahagiaan yang tidak bisa Kia ungkapkan.
Lee bersujud dan mengeluarkan sebuah cincin bertahtahkan berlian yang sangat indah. Cincin yang sudah dia siapkan sepenuh hati untuk orang terkasih.
Kia menatap mata Lee dalam, mencoba melihat apakah ini mimpi atau bukan. Mata Lee berkaca-kaca saat Kia menatapnya lembut. Harapannya hanya satu, Kia menerima lamarannya.
Akhirnya Kia memantapkan hatinya, memastikan sekali lagi bahwa pilihannya adalah yang terbaik.
"Iya sayang "
Kia menjawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
Mendengar kata sayang yang terucap dari bibir Kia. Hati Lee melambung tinggi, rasa bahagia saat Kia menerima lamarannya. Dan rasa bahagia saat Kia memanggilnya dengan sayang.
Lee yang tidak sabar langsung bangun dari sujudnya dan memeluk Kia dengan lembut. Buliran-buliran bening di matanya juga mengalir.
Sedangkan dari jauh Boy dan Neil melihat mereka dengan rasa senang. Mereka ikut merasakan kebahagiaan untuk mereka berdua. Usaha mereka hari ini berjalan dengan baik. Boy bahagia melihat adiknya menemukan seseorang yang bisa menjaganya selain dirinya.