
Seperti biasa setelah pulang kerja, Kia akan menunggu ojol yang sudah di pesannya di depan kantornya. Lama dia menunggu karena sang ojol kejebak macet. Sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Kia tidak tau mobil siapa yang datang sebelum kaca mobil terbuka.
"Masuklah.......
Kaca mobil terbuka dan terdengar Mr. Lee menyuruh Kia masuk ke dalam mobilnya. Kia masih terpaku menatap Mr. Lee, dia ragu untuk masuk ke dalam. Seketika Neil keluar dari kursi sopir dan membuka pintu tepat disebelah Mr. Lee.
" Silahkan nona Kia......
Neil mempersilahkan Kia untuk masuk ke mobil. Setelah Kia sadar karena tatapan Mr. Lee sudah tajam kearahnya. Kia langsung masuk ke dalam mobil.
Suasana di dalam mobil sudah seperti dinginnya kutub es. Kia merasa kedinginan dengan aura Mr. Lee disampingnya. Atau mungkin saja AC mobil ini memang sedingin es. Kia tidak mau berpikir terlalu banyak, dia hanya ingin fokus cepat pergi dari mobil Mr. Lee.
" ehmmmm, nona Kia ingin saya antar kemana?
Neil bertanya dengan sedikit melirik ke arah Mr. Lee. Bos besar masih tenang dalam diamnya dan ntah kapan akan bicara.
"Tuan Neil, antarkan saya ke resto Kak Boy di dekat kota. Maaf merepotkan....
Jawab Kia merasa gugup.
" Baik Nona Kia......
Mobil melaju membelah jalanan kota bandung dengan kecepatan sedang. Neil paham dengan apa yang bosnya inginkan. Jadi dengan sengaja Neil memperlambat laju mobilnya. Kia melihat kearah kaca disampingnya, sengaja dia lakukan agar matanya tidak bertemu dengan bosnya. Tapi Mr. Lee menoleh ke arah orang disampingnya. Menatapnya lekat, memperhatikan punggungnya karena tidak bisa melihat wajahnya.
"Azkia....ingin sekali aq merasakan kebersamaan kita seperti dulu. Mungkinkah.....
Aish..... kenapa aq jadi pesimis begini.
Mr. Lee merajuk dalam hatinya, berpikir sangat keras strategi apa lagi yang akan dia lakukan agar dekat dengan Kia.
Tetapi Lee tidak sadar jika tujuan Kia sudah di depan mata.
Mobil pun berhenti tepat di depan Boy Resto, Kia segera membuka pintu dan kemudian terdengar oleh Lee. Tapi terlambat Kia sudah turun.
Kia mengucapkan salam pada Neil dan kemudian menoleh pada Mr. Lee. Kia menundukkan kepalanya hormat pada bosnya. Lalu dia pun berlalu meninggalkan dua orang itu. Setelah melihat kepergian Kia, Mr. Lee langsung turun ingin mengejarnya.
"Askia, tunggu.........
Suara Mr. Lee mengejutkan beberapa pengunjung disana. Kia yang merasa dipanggil langsung menoleh ke arah Mr. Lee. Tapi tatapan mata seseorang menatap tajam ke arah mereka berdua.
Boy yang kebetulan ada di dekat pintu masuk resto mendengar seseorang memanggil Kia. Sungguh kaget Boy melihat orang yang itu, yah dia Mr. Lee.
Boy berusaha menahan emosinya tapi semua terlambat. Boy sudah marah besar dan segera keluar.
" Askiaaaaaaaa........
Teriak Boy memanggil Kia yang berada di luar dengan Mr. Lee.
Kia kaget melihat kakaknya memanggil dengan sangat keras.
"OMG..... Kak Boy melihat Kak Lee. Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan padanya.
Kia bergumam sendiri melihat kemarahan Boy. Sedangkan Mr. Lee menatap ke arah Kedatangan Boy yang mendekat pada mereka. Sebenarnya Mr. Lee ingin marah teringat Boy yang memisahkannya dengan Kia tapi dia menahanmya di hadapan Kia.
" Heh......Boy...... sudah lama kita tidak bertemu ya? apa kamu menikmati pelarianmu? surat pengunduran dirimu blum aku terima sampai saat ini....
Mr. Lee berkata dan terlihat senyuman tipis dari bibirnya. Sedang Boy merasa terganggu dengan mantan bosnya ini. Susah payah Boy menghindar selama ini agar tidak bertemu dengan Mr. Lee, tapi rasanya sia-sia saja.
Terlihat Boy meremas tangannya karena kesal menghadapi orang ini. Dia malas menghadapi Mr. Lee saat ini. Karena semua pengunjung resto sudah menatap mereka penasaran dengan apa yang terjadi. Beberapa pengunjung wanita sudah berdecak kagum melihat sosok laki-laki tampan dan berwibawa di depan mereka.
Kia hanya bengong melihat reaksi Boy yang terlihat marah. Tidak berani berbicara karena wajah Boy sudah merah menahan emosinya. Karena tidak enak di lihat orang, Boy menarik tangan Kia memasuki resto. Kia pasrah saja menuruti kakaknya.
"Tunggu Boy, kau masih berhutang penjelasan padaku. Aku menunggu kabar darimu segera.....
Mr. Lee berkata pada Boy, tetapi Boy tetap berjalan tidak memperdulikan apa yang dia dengar barusan.