I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Bos Besar Sakit 3



Setelah menyuapi Mr. Lee, Kia mengambil obat yang terletak dia atas meja. Dia mengambil air minum dan memberikannya pada bosnya.


"Minumlah obat ini tuan... "


Kata Kia dan langsung diterima bosnya. Kia masih duduk di sampingnya belum pergi.


"Istirahatlah tuan, saya akan berjaga sampai Tuan Neil kembali. "


Kia berusaha membujuk Mr. Lee agar istirahat. Sang bos hanya menganggukkan kepalanya. Dia tidak banyak bicara, kepalanya yang berat masih membuatnya diam.


"Jangan pergi, aku mohon.... "


Mr. Lee menarik tangan Kia lagi saat Kia akan beranjak bangun dari duduknya. Kia terdiam menatap bosnya. Pada akhirnya dia mengalah juga menuruti keinginan Mr. Lee.


Lee memejamkan matanya, tetapi tangannya masih memegang tangan Kia tidak ingin melepaskan. Karena takut kehilangannya membuatnya seperti anak kecil yang merajuk ingin ditemani.


"Hhhhhh..... baiklah sekarang tidurlah dulu aku tidak akan pergi.


Kia menghela nafasnya pasrah dengan keadaan sekarang. Tangan mereka masih berpegangan. Tidak sadar Kia mengelus tangan Mr. Lee agar tertidur. Yang dielus merasakan tangan hangat Kia. Hatinya berteriak kemenangan.


" Sungguh sakit yang membawa nikmat. "


Kata hati yang tidak didengar orang lain.


Mr. Lee menyunggingkan senyumnya tanpa di sadari Kia.


Lee tertidur dengan nafas yang lembut. Melihat bosnya tertidur, Kia ingin melepaskan tangannya. Tapi sial tidak bisa terlepas. Karena takut bosnya terbangun Kia membiarkannya saja.


"Hemmm, Tuan tidak berniat melepasku sekarang. Baiklah, karena sedang sakit biarlah aku mengalah. "


Kia berbicara namun tidak di dengar bosnya.


Karena kelelahan akhirnya Kia tertidur dengan posisi duduk di bawah dengan tangan yang tidak terlepas dari tangan Lee. Kepalanya terbenam dikasur tepat disebelah tangan mereka. Mereka berdua masuk ke dalam mimpi mereka masing-masing.


Kia merasa tangannya sangat panas, lalu dia terbangun dari tidurnya. Dia heran kenapa tangannya panas sekali. Saat melihat bosnya Kia sadar, wajahnya memerah dan terlihat gelisah. Kia refleks menyentuh dahinya.


"Kenapa panas sekali? tadi sudah minum obat kan..."


Kia bergegas melepas tangannya dan segera mengambil air hangat untuk mengompres tuannya. Kia panik melihat Mr. Lee yang gelisah. Sepertinya dia bermimpi buruk.


"Ada apa denganmu? apa yang kamu mimpikan sampai menjadi begini? Apa kamu belum bisa melepasku Tuan?


Kia berkata dengan khawatir tapi tidak terdengar bosnya.


Kia terus berjaga, berusaha untuk menurunkan demam Mr. Lee.


Setelah satu jam, panasnya sudah berangsur turun. Kia merasa lega melihatnya sudah tidur dengan tenang.


Karena kelelahan Kia duduk di sofa panjang untuk beristirahat. Tanpa sadar dirinya pun tertidur pulas.


Lee bangun dari tidurnya, tangannya berusaha mencari tangan yang tadi dipegangnga. Tapi tidak dia temukan, sontak dia terbangun kaget tidak melihat Kia di sampingnya. Lee mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Kia. Setelah menemukan yang dia cari, hatinya lega Kia masih di dalam kamar menjaganya.


" Aku berpikir kamu pergi meninggalkan aku sendirian, tapi tidak....


Aku bahagia Kia, sangat bahagia... "


Lee berkata sambil memandang jauh seseorang yang tertidur lelap.


Lee bangun, turun ingin melihat wajah Kia yang tidur. Tidak lupa dia menyelimuti nya dengan selimut agar tidak kedinginan, karena posisinya tepat dibawah AC.


Lee menyentuh kepalanya lembut, dia menatapnya lama. Kia hanya menggeliat merasakan kepalanya tapi tidak terbangun.


"Azkia, aku sangat mencintaimu. Cintaku tidak akan pernah terkikis oleh waktu. Aku akan menunggumu kembali padaku. Karena aku tau masih ada aku di hatimu. Terima kasih, hatiku selamanya hanya untukmu sayang.... "


Ucap Lee pada Kia yang masih tertidur, Lee masih belum beranjak dari duduknya. Masih menatap wajah Kia lekat...