I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Episode 15



"Apa kau sudah paham apa yang harus dilakukan? lakukan semuanya dengan bersih jangan sampai menyisakan bukti apapun !!! " perintah yoona pada orang bayaran yang dia sewa untuk mengerjai yoona.


"Anda tenang saja nona yoona, semua pekerjaan akan selesai dengan rapi. Setelah selesai akan saya kabari dan sisa pembayarannya jangan lupa di transfer". orang itu menjawab.


Yoona hanya tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi pada Kia. Mereka merencanakan kejahatan yang sangat keji. Niel mendengarkan percakapan mereka sampai selesai. Kemudian pria bayaran itupun pergi, menyusul yoona dibelakangnya. Niel hanya tersenyum melihat kepergian mereka. " Nona Yoona anda akan membangunkan singa yang tidur, Mr. Lee tidak akan melepaskan anda dengan mudah. Kau belum tau Mr. Lee seperti apa jika menyangkut wanita yang dia cintai. He... he... he.... he... he... sungguh wanita yang bodoh karna aku akan melihatmu hancur juga". kata Niel dalam hatinya. Setelah itu Niel pergi meninggalkan kafe itu lalu pergi menuju kantor Mr. Lee.


Pov. Kantor Lee


Niel akhirnya sampai di kantor Grup Lee lalu segera menaiki lift karyawan menuju lantai 10 ruangan Mr. Lee. Sebelum pintu lift tertutup ada tangan yang mencegahnya. "Tunggu sebentar!! ". kata laki-laki itu yang ternyata si boy.


Akhirnya boy masuk dan pintu lift pun tertutup. " Hai Niel apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu ya! " kata boy.


"Iya boy, maklumlah bos memberiku tugas diluar kantor jadi aq jarang ada di kantor ini". jawab niel dengan menyungging senyum. Akhirnya lift sampai ke lantai yang di tuju. Mereka langsung ke tempat yang berbeda. " Okay Niel sampai jumpa lagi". kata boy


"Okay Boy!!". jawab Niel.


" Tok..tok...tok....Niel mengetuk pintu ruangan Mr. Lee.


"Masuk! ! .......jawab Mr. Lee.


" Duduk Niel...... Bagaimana yoona?..... tanya Mr. Lee.


"Seperti yang Mr. Lee duga, nona Yoona merencanakan sesuatu yang jahat pada nona Kia. Dia menyewa seseorang untuk melakukannya. Saya sudah mendengar semua rencananya Mr. Lee. Jadi apa saya langsung bertindak?".tanya Niel.


" Ok Niel, kau lanjut awasi Yoona dan orang itu. Ikutin mereka jangan sampai mereka melukai Kia. Sebelum itu terjadi kita harus mencegahnya. Jangan sampai Kia terluka, ingat jaga Kia baik-baik. Jangan biarkan orang itu menyentuh Kia!!! tangkap mereka yang berusaha melukainya. Bawa mereka ke tempat biasa, kau mengerti Niel?". kata Mr. Lee dengan tegas. Mr. Lee tidak ingin Kia terluka karena dirinya. Niel paham betul semua perkataan bosnya. Sesuatu yang menarik baginya, karna sudah lama dia tidak menyiksa orang. Sekarang Niel tertawa dalam hati, tangannya sudah mulai gatal ingin menghajar orang.


Sehari berlalu, Kia melakukan aktivitasnya seperti biasa. Dia pergi ke kampus diantar kak Boy. Dalam perjalanan ke kampus, orang-orang Niel sudah mengawasi Mobil boy. Mobil mereka tidak begitu jauh dibelakang mobil Boy. Mereka tidak ingin Boy menyadari kalau sedang diawasi karna ini perintah dari Mr. Lee.


"Ehm... ehmm...... ada apa lagi Kia? kenapa wajahmu yang cantik ditekuk begitu, ada masalah apa? ayo bilang sama kakak. Apa ada masalah di kampus? ". tanya Boy.


" Tidak kak, tidak apa-apa. Aku hanya lelah saja". jawab Kia.


Kia tidak berani untuk jujur pada kakaknya, dia takut kak Boy marah. Apalagi ini menyangkut Mr. Lee, dia tidak mau sampai kakaknya dalam masalah.


"Ya sudah nanti abis dari kampus Kia langsung pulang istirahat ya, jangan kemana-mana lagi. Nanti kakak usahakan cepat pulang". kata Boy sambil mengusap kepala Kia dengan lembut.


" Iya kak! ". jawab Kia singkat.


Kia turun dari mobil Boy dan mobil Boy pun berlalu. Kemudian Kia memasuki kampus. Lalu anak buah Yoona turun dari mobil ingin mengikuti Kia bersiap untuk menculiknya. Tapi sebelum itu terjadi mobil Niel meluncur dengan cepat tepat di hadapan anak buah Yoona. Mereka kaget bukan main, karena melihat Niel turun dari mobil beserta anak buahnya.


Anak buah Yoona kalah jumlah dari Niel yang banyak membawa anak buah.


Mereka ketakutan melihat tatapan Niel yang dingin.


"Cepat bereskan sebelum orang lain melihat!! ". perintah Niel pada anak buahnya. Mereka dengan sigap langsung membekuk anak buah Yoona dan langsung menggiring ke dalam mobil. Anak buah Yoona tidak bisa berkutik, Niel membekap mereka agar tidak bersuara. Untung saja Kia tidak menyadari apa yang terjadi di belakangnya. Akhirnya Niel membawa mereka ke tempat biasa meraka akan diinterogasi. Niel mengambil ponselnya kemudian menghubungi bosnya.


"Hallo Mr. Lee, semua sudah saya laksanakan. Sekarang saya menuju tempat biasa dengan paket anda". kata Niel.


" Bagus Niel, siapkan seperti biasa dan aq segera kesana". jawab Mr. Lee.


Mr. Lee tersenyum dalam hatinya berkata "Yoona, kau salah memilih lawan. Tunggu saja akan kubuat kau menyesal".


Mobil Mr. Lee melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah rumah yang agak terpencil. Rumah yang jauh dari keramaian, hanya ada beberapa rumah disana dan jarak tiap rumah agak berjauhan. Rumah dengan pagar yang menjulang agak tinggi dan tak seorangpun bisa mengakses rumah itu kecuali Mr. Lee dan anak buahnya. Rumah yang sudah lama tidak dikunjungi, karna rumah ini hanya untuk menyiksa musuh-musuh nya yang berani mengganggunya. Akhirnya mobilnya pun sampai. Mr. Lee berjalan memasuki rumah itu dengan santai. Niel menyekap tahanannya di salah satu kamar. Dia menutup mata dan mengikat tangan mereka semua. Mr. Lee memasuki ruang tamu dan sudah ada Niel duduk disana dengan anak buahnya.


"Ehm bagaimana Niel, apa sudah siap? ". tanya Mr. Lee.


" Tenang saja bos semua sudah disiapkan bersama alatnya. Bos ingin melakukannya sendiri atau hanya duduk saja? " tanya Niel.


"Niel kau tau aku, aq gk mau tanganku kotor so kuserahkan semuanya padamu!". kata Mr. Lee.


" Bos tenang saja, akan saya bereskan. he... he.... he.... he". kata Niel tertawa.


Mr. Lee mengikuti Niel dari belakang menuju ruangan tahanan.


"Ceklek" pintu pun terbuka. Niel memberikan tempat duduk untuk Mr. Lee. Anak buah yoona kaget saat penutup mata mereka dibuka. Sungguh kaget mereka tidak menyangka didepannya sudah ada seorang Mr. Lee duduk dengan tatapan matanya yang dingin. Mereka terdiam ketakutan, entah apa yang akan mereka rasakan saat ini. Mereka melihat di sekeliling ruangan, yah ruangan penyiksaan yang menyeramkan. Banyak peralatan untuk menyiksa orang. Mereka menelan salivanya ketakutan.


"Ha.... ha.... ha... ha... kalian salah memilih orang. Kini saatnya menerima pembalasannya. Beraninya kalian ingin menyakiti nona Kia. Kalian akan merasakan akibatnya!!". kata Niel tertawa sambil mengancam mereka. Niel mengambil salah satu alat untuk menyiksa mereka. Salah satu anak buah Niel sudah siap untuk merekam aksi Niel.


" Ampun tuan, tolong ampuni kami.... kami tidak akan melakukannya lagi, kami hanya dibayar oleh nona Yoona. Tolong ampuni kami, tolong tuan..... Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh..........


Terdengar teriakan mereka satu persatu, mereka disiksa oleh Niel tanpa ampun. Niel akhirnya berhenti setelah melihat mereka sudah babak belur. Sedangkan Mr. Lee masih menatap mereka tanpa ekspresi apapun. Sungguh wajah yang dingin dibalik wajahnya yang tampan.....