
"Kiaaaaaaaa......
Awas....................
" Brakkkkkk.......
Lee berteriak pada Kia dan berlari ke arah Kia secepat mungkin dan memeluk Kia sebelum mobil menabrak mereka berdua. Tapi terlambat kecelakaan tragis tidak bisa di hindari. Neil terkejut dengan kejadian yang melibatkan Tuan Neil dan Kia. Banyak darah tertumpah di jalanan, ntah darah siapa yang dia lihat.
Neil melihat Tuan Neil yang sedang memeluk Kia tergeletak tak berdaya. Mereka berdua terluka parah, tapi Tuan Neil sudah tidak sadarkan diri. Kia tersadar meringis kesakitan kemudian membuka matanya terkejut melihat Lee yang berlumuran darah.
"Tuan? Tuan Lee? Tuan sadarlah..... bangun tuan, jangan membuatku takut. Aku mohon bangunlah.....
Kia ketakutan berusaha membangunkan Lee yang tidak sadarkan diri.
"Hu... Hu... Hu...... Kak Lee, bangunlah Kak.... Kak Lee jangan tinggalkan aku...
Maafkan aku kak.... aku.... aku masih mencintaimu kak Lee.... Aku mohon bangunlah, dengarkan aku kak....
Kia tak henti-hentinya menangis, menyesali apa yang sudah terjadi.
Lee masih memeluk Kia walaupun tidak sadar. Kia berusaha bangun tapi tidak kuat menopang tubuhnya yang kesakitan.
Neil langsung menghubungi ambulan, membawa mereka menuju rumah sakit terdekat. Pemandangan yang menyayat hati, mereka berdua berlumuran darah. Kondisi Tuan Lee terlihat parah karena sudah tidak sadar. Sedangkan Kia akhirnya pingsan juga setelah lama menahan sakit.
"Tuan bertahanlah, saya mohon tuan...
Gumam Neil dalam hati, cemas dengan kondisi bosnya.
Sampai di rumah sakit, mereka berdua masuk ke ruang IGD. Karena kondisi Tuan Lee parah, dia harus masuk ruang operasi. Kepalanya terbentur batu di jalan, sehingga kondisinya agak parah. Kia juga sudah ditangani beberapa dokter. Kondisinya sudah stabil tapi blum sadar karna masih di bius.
Neil menunggu di ruang operasi dengan cemas, wajahnya sudah pucat karena menunggu terlalu lama. Neil berdoa dalam hati untuk kesembuhan Tuan Lee.
Tiga jam berlalu, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi.
" Bagaimana dokter? bagaimana kondisi Tuan Lee?
Tanya Neil sudah tidak sabar.
"Syukurlah, operasi berjalan lancar. Tuan Lee selamat, sekarang kondisinya sudah stabil. Sebentar akan di pindah ke ruang ViP seperti yang tuan minta. Sementara Tuan Lee belum sadar, saya harap jangan dijenguk dulu. Biar Tuan Lee istirahat....
Dokter menjelaskan kondisi Tuan Lee yang sudah melewati masa kritis.
" Baik dokter, saya mengerti....
Neil berpikir untuk menempatkan Tuan Lee dan Kia di kamar yang sama. Agar Neil bisa memantau keadaan mereka berdua. Disaat sadar nanti, mereka akan saling mencari satu sama lain. Jadi Ide Neil sungguh bijaksana menurutnya, dia pun tersenyum tipis.
Rentetan kejadian semua diluar dugaan. Hal-hal yang sudah direncanakan akhirnya gagal terlaksana. Tapi mungkin menjadi berkah untuk Tuan Neil dan Kia. Setelah kejadian ini, mungkin hubungan mereka akan berubah.
Melihat kejadian setelah kecelakaan terjadi, Neil melihat dan mendengarkan perkataan Kia dengan jelas. Kia masih mencintai Tuan Neil. Neil tersenyum melihat kesetiaan cinta mereka. Neil merasa cemburu, andai aja dia gak jomblo pikirnya.
"Mereka masih saling mencintai, aku harap mereka segera sadar .....
Neil sudah memerintahkan pihak rumah sakit mengatur kamar untuk bosnya dan Kia. Mereka berdua sudah ditempatkan di kamar yang sama. Ranjang yang mereka tempati juga bersebelahan hanya berjarak satu meter saja.
Keesokan harinya...
Terlihat ada tangan yang bergerak di salah satu ranjang. Kia mulai sadar, perlahan membuka matanya. Ada cahaya yang terlihat samar-samar. Berusaha menggerakkan badannya yang masih terasa sakit. Matanya terbuka dengan jelas, melihat ke arah samping kiri lalu ke samping kanan. Alangkah terkejutnya dia melihat Lee ada disampingnya sedang tertidur, dengan peralatan medis yang terpasang di tubuhnya.
" Kak Lee.......
Kak Lee sadarlah Kak, aku disini di sampingmu.....
Kia memanggil Lee dengan suara yang lemah. Air matanya mulai keluar, menangisi keadaan Lee yang belum sadar.
"Hiksss... hiks.... hiks.....
Lirih terdengar suara tangisan Kia menyayat hati yang mendengarnya.
Neil yang sedang tertidur di sofa mendengar suara tangisan Kia. Dia langsung terbangun, mendekat kearah Kia.
" Nona Kia, anda sudah sadar syukurlah nona. Apa nona haus?
Tanya Neil khawatir melihatnya yang tak berhenti menangis.
"Hiksss.... hiksss.... tidak Tuan Neil. Bagaimana kondisi Kak Lee Tuan?
Tanya Kia khawatir.
" Tenanglah nona, tuan sudah membaik. Sekarang tuan masih belum sadar dari biusnya. Tuan menjalani operasi, kepalanya terluka agak parah. Tapi saat ini sudah stabil.
Jelas Neil tidak ingin Kia terlalu khawatir. Neil tahu Kia masih syok, jadi Neil berusaha menghiburnya.
Kia masih menatap wajah Lee yang tertidur, air matanya belum juga reda.