I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Tamu sexy



Hari yang sibuk setelah meninggalkan begitu banyak pekerjaan di kantor. Lee sangat sibuk karena ada beberapa dokumen yang harus menunggu persetujuannya untuk ditanda tangani.


Begitu pula dengan Kia banyak dokumen yang harus disusun rapi, menjadwal ulang rapat yang sudah di tunda terlalu lama. Mengetik beberapa dokumen yang harus segera diurus. Hari ini benar-benar melelahkan untuk mereka semua. Tuan Lee dan Neil masih membahas proyek kerjasama dengan beberapa perusahaan besar di beberapa kota.


"Tuan Lee, hari ini perwakilan dari salah satu perusahaan C akan tiba sesuai dengan rencana sebelumnya. Sekarang sedang menunggu di lobi"


Neil berkata.


" Ehmmmm, baiklah"


Jawab Tuan Lee.


Rekan kerjasama yang sudah ditunggu akhirnya naik ke atas menuju ruangan Presdir GRUP L. Sesosok gadis berpakaian sexy berjalan melewati ruangan Kia. Tuan Neil sudah menunggunya di depan pintu tidak lupa dia menunduk hormat pada tamunya. Gadis itu pun tersenyum membalas sopan santun Tuan Neil.


"Ck... ck...ck..... Kenapa gadis ini berpakaian sexy? memangnya mau foto model apa? Aku rasa gadis ini punya niat yang tidak baik"


Batin Neil berkata mencurigai gadis itu.


Kia melihat gadis itu berdiri di depan ruangan Presdir. Parasnya cantik dan tubuhnya tinggi seperti model dan pakaiannya sexy sekali.


Kia merasa ada yang tidak beres dengan wanita itu. Tapi berusaha dia tepis karena tamu itu dibawa langsung oleh Neil. Akhirnya gadis itu dipersilahkan masuk ke dalam. Melihat itu Kia hanya bisa menghela nafas dalam tidak ingin berpikiran jelek.


" Selamat siang Tuan Lee, senang bertemu denganmu setelah sekian lama saya menunggu kedatangan anda dari luar kota"


Gadis itu berkata dengan senyum liciknya.


"Senang bertemu dengan anda juga dengan nona?"


Balas Tuan Lee sambil bertanya namanya. Lee memang tidak tahu nama gadis itu karena Neil juga tidak memberi tahunya.


"Perkenalkan saya Amira, saya mewakili Ayah saya bertemu dengan Tuan Lee. Maaf sebelumnya karena Ayah saya mendadak kurang sehat. Jadi Ayah meminta saya datang untuk membahas kerjasama dengan perusahaan Tuan Lee"


Jawab Amira menjelaskan perihal kedatangannya tidak lupa dia memberikan tangannya ingin bersalaman dengan Tuan Lee.


Tapi Tuan Lee tidak meresponnya tidak mau menyentuh wanita manapun selain Kia.


" Baiklah silahkan duduk nona Amira. Mari kita bahas semuanya sebelum memulai kerjasama ini. Neil tolong siapkan minuman untuk nona Amira!"


Jawab Tuan Lee segera mempersilahkan Amira duduk.


Amira terkejut dengan sikap Tuan Lee. Informasi yang dia dapat sebelum bertemu Tuan Lee memang benar. Amira menyuruh seseorang untuk mencari informasi tentang Tuan Lee. Karena rasa penasarannya dia sengaja memaksa kepada Ayahnya untuk menggantikannya hadir di sini. Wajah tampan dan sikap dingin Tuan Lee membuat Amira semakin ingin mendekatinya.


Amira yang cuek dengan sikap Tuan Lee hanya membiarkannya saja. Dan langsung duduk di tempat yang sudah disiapkan.


Sementara Neil sudah datang dengan minumannya.


Kemudian Neil menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk memulai rapatnya. Tuan Lee duduk tepat di hadapan Amira. Sengaja Amira menjelaskan bentuk kerjasama yang akan mereka lakukan sambil menyondongkan tubuhnya ke depan untuk menarik perhatian Tuan Lee. Sengaja dia berpakaian sexy agar Tuan Lee terpikat olehnya.


Tapi justru Tuan Lee acuh tidak memperhatikannya. Dia tahu gadis ini pasti sengaja melakukannya.


"Cih....... Malas sekali aku melihatnya yang seperti ini, merusak mataku saja! "


Ucap Lee dalam hatinya.


Sementara Neil yang melihatnya tepat berdiri disebelah Tuan Lee hanya diam merasa jijik.


" Ish........ Nona Amira kasihan sekali dirimu. Apa Tuan Lee akan melihatmu yang seperti ini? menjijikkan! "


Kata Neil dalam hatinya.


Sejam berlalu sudah, masalah kerjasama yang akan mereka lakukan masih menunggu keputusan dari Tuan Lee. Lee masih berpikir apakah dia akan menjalin kerjasama dengan Perusahaan Amira. Memang dia merasa tertarik dengan proposal yang mereka ajukan tapi masih belum sempurna.


Kata Tuan Lee menjelaskannya dan menyudahi pertemuan hari ini.


"Baik Tuan Lee saya berharap bisa menjalin kerjasama yang baik dengan anda. Terima kasih atas waktunya hari ini"


Jawab Amira tersenyun tipis.


Amira bangun dari duduknya dan berjalan ingin melewati Tuan Lee. Tapi saat mendekat ke arah Lee sepatunya tersandung meja.


"Brak "


Amira sengaja menjatuhkan dirinya sendiri ke pangkuan Tuan Lee. Bibir merahnya menempel tepat di dada Tuan Lee yang memakai kemeja berwarna putih. Tercetaklah bibirnya yang merah di kemeja itu.


Lee kaget dengan apa yang terjadi dan mendorong tubuh Amira agar bangun dari atas tubuhnya.


"Ahhhh, maaf Tuan Lee saya tidak sengaja tersandung meja. Maafkan saya Tuan! "


Kata Amira segera bangun dan pura-pura merapikan bajunya. Amira memang sengaja melakukannya agar lebih dekat dengan Tuan Lee.


"Sudahlah, pergilah Nona! "


Perintah Tuan Lee segera bangun dari duduknya. Dia sadar kalau Amira memang sengaja melakukannya. Dia merasa jijik dengan sikap Amira yang menggodanya.


"Silahkan Nona Amira"


Kata Neil sudah membuka pintu untuk Amira.


Amira langsung berjalan keluar dengan senyum tipisnya. Dia merasa puas menggoda Tuan Lee.


"Heh, lihat saja nanti kamu akan jatuh dalam pelukanku Tuan Lee sayang"


Batin Amira berkata.


Amira keluar dengan perasaan senang bibirnya tidak berhenti tersenyum saat meninggalkan ruangan Tuan Lee.


Kia yang melihat Amira keluar dengan wajah seperti itu penasaran ada apa sebenarnya.


"Ada apa dengan wanita itu? kenapa tersenyum saat keluar dari ruangan Kak Lee? "


Tanya Kia dalam hatinya.


Sementara di dalam ruangan Tuan Lee merasa gerah dengan kelakuan Amira.


"Neil, aku tidak mau berhubungan dengan gadis itu. Hubungi Ayahnya jangan buat aku kesal! "


Kata Tuan Lee yang sudah emosi.


"Baik Tuan Lee " Jawab Neil.


"Cepat siapkan aku kemeja baru, aku tidak ingin Kia melihat bajuku yang ternoda ! "


Perintah Lee lagi.


"Baik Tuan akan saya siapkan "


Jawab Neil lagi.


"Sialan, kurang ajar sekali dia. Berani-beraninya dia jatuh dia atasku. Bagaimana kalau Kia melihatnya, dia pasti kecewa padaku. Ahhhhhhh sialan! "


Tuan Lee mengumpat dalam hatinya, emosinya sudah mau meledak. Dia tidak ingin menyakiti Kia setelah apa yang terjadi dulu saat Kia meninggalkannya. Usahanya mendapatkan Kia kembali akan sia-sia jika dia mengecewakan gadis yang sangat dia cintai. Apalagi Boy yang sudah menerima hubungan mereka. Tuan Lee tidak ingin Boy menentang hubungan mereka lagi. Tuan Lee tidak ingin kehilangan Kia untuk kedua kalinya. Karena dia tidak akan sanggup menanggungnya.