I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Episode 30



Lee yang tersadar lalu melepas pelukannya dengan masih menatap wajah Kia. Tetapi Kia menundukkan wajahnya dengan masih meneteskan air matanya. Lee yang melihat itu seketika mengangkat dagunya dan menyeka air matanya. Kia terisak menatap wajah yang lama tidak dia lihat. Seseorang yang masih dicintainya yang masih tersimpan di lubuk hatinya. Karena keadaan memaksanya untuk berpisah dan tidak sempat berpamitan sebelum pergi.


Karena Lee sadar ini masih di kantornya, lalu dia menarik tangan Kia ikut dengannya manaiki lift menuju lantai teratas gedung GRUP L. Neil tetap setia mengikuti dibelakangnya. Salah satu dari mereka belum ada yang membuka suara. Mereka terdiam dengan bahasa mereka sendiri. Lee menggenggam erat tangan Kia tidak ingin melepasnya. Semakin erat karena takut kehilangan lagi. Kia hanya bisa diam tanpa bisa melawan atau melepaskan tangan Lee. Kia merasakan kehangatan tangan yang dulu pernah ada untuknya.....


Akhirnya lift sampai dilantai teratas menuju ruang Presdir GRUP L. Lee menarik tangan Kia menuju ruangan kerjanya. Setelah mereka berdua masuk, Neil hanya menunggu di depan pintu agar tidak ada yang mengganggu mereka nanti.


"Hahhhhhhhh........ duduklah Kia..... "


Lee menghela nafas dalam kemudian menyuruh Kia untuk duduk di sofa. Kia menuruti perintah dari Lee. Setelah dia duduk masih belum membuka suaranya dan tidak melihat ke arah Lee. Kemudian Lee duduk disampingnya dan memegang kedua tangan Kia.


"Azkia..... aku mencarimu selama 2 tahun ini tanpa henti. Akhirnya aku menemukanmu....


kenapa? kenapa pergi tanpa pesan? aku seperti orang gila mencarimu....


Lee menatap wajah Kia lekat, banyak yang ingin dia tanyakan tapi melihat Kia yang seperti sekarang dia takut melukai hatinya.


" Hiks... hiks.....hiks..... hiks...... maaf kak, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu tapi aku baru sadar setelah tiba di Indonesia. Kak Boy tidak ingin kita bersama..... maaf kak.....


Melihat Kia yang masih menangis Lee tidak bertanya lagi tetapi dia langsung memeluk Kia dengan lembut. Bukannya berhenti menangis, tangisannya semakin terdengar.


"Tenanglah, maafkan aku Kia. Aku tidak bisa menjagamu waktu itu, karena aku kau jadi terluka. Boy pasti tidak ingin melihatmu terluka karena aku lagi. Tapi sekarang aku tidak akan melepasmu dan pergi dari sisiku lagi. Tidak akan walaupun Boy melarang, aku tidak akan menyerah.....


Lee berkata dengan yakin dan tidak akan membiarkan siapapun mengusik Kia lagi.


Mendengar perkataan Lee, Kia melepas pelukannya dan berhenti menangis. Kia menatap wajah Lee dalam. Menyentuh wajahnya dengan lembut.


" Kak, dunia kita berbeda dan tidak mungkin bisa bersama. Maafkan aku.....


aku tidak bisa kembali padamu, tolong maafkan aku.


Lee kaget mendengar jawaban Kia yang menolaknya. Dia tidak bisa menerima hal itu sampai kapanpun. Selama ini Lee mencari Kia tanpa henti, tanpa lelah mencari sedikit harapan akan menemukannya suatu saat. Tapi Lee tidak menyangka Kia menolaknya setelah mereka bertemu.


Seketika Kia bangun dari duduknya hendak pergi. Tapi Lee tersadar dari lamunannya dan menarik tangan Kia lagi hingga terjatuh dalam pelukannya.


"Azkia, aku mohon jangan pergi lagi. Jangan buat aku menjadi pria yang tidak berperasaan lagi. Kau sentuh hatiku dengan rasa sayang. Senyummu dan sedihmu adalah hidupku. Kumohon jangan tinggalkan aku......


Lee memeluk Kia dengan erat, matanya berkaca-kaca.....


Kia mendengar kata-kata Lee seakan menyesakkan dadanya. Kia tidak sanggup melihat kesedihannya karena diapun juga terluka.


" Lepas Kak Lee, aku mohon lepaskan aku. Maafkan aku kak, aku tidak bisa....


Kia mendorong tubuh Lee hingga terjatuh di sofa. Kia pergi meninggalkan Lee begitu saja.


Neil yang menjaga di pintu kaget melihat Kia yang keluar dengan terburu-buru. Lalu Neil masuk ke dalam ruangan presdir dan melihat bosnya duduk di sofa termenung.


"Bos.......


Neil ingin bertanya tapi masih bingung harus bicara apa. Dia menunggu bosnya bicara lebih dulu.


" Aku ingin tahu dimana Kia sekarang.....


perintah Lee dan segera Neil laksanakan.


Neil mencari informasi mengenai Kia pada Mr. Kim. Kenapa Kia ada disini pasti Mr. Kim tahu.


Kia yang keluar dari ruangan presdir langsung menuju ruangan personalia karena urusan magangnya. Dia sedikit terlambat karena kejadian tadi dan dia harus menerima konsekuensinya.