I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Bos Besar sakit



Setelah memgantarkan Azkia, sepanjang jalan Lee masih berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang. Setelah pertemuannya dengan Boy tadi, Lee harus memutar otaknya lebih keras untuk mendapatkan Kia kembali. Jangan sampai Boy membawa Kia kabur lagi, Lee tidak mau kecolongan.


"Neil, awasi Kia dan Boy jangan sampai mereka kabur lagi..... "


Perintah Lee sambil memijat keningnya yang terasa pusing.


"Ok bos, saya akan menyuruh orang mengawasi mereka berdua. "


Jawab Neil singkat melirik bosnya yang bersandar di kursi belakang sambil memijat kepalanya sendiri.


Neil memperhatikan bosnya, wajahnya agak sedikit pucat dan mungkin kelelahan karena urusan kantor yang menumpuk ditambah urusan seorang gadis.


"Aish... bos nampaknya terlalu banyak berpikir tentang nona. Tampaknya usahanya agak sulit sekarang. "


Neil bergumam dalam hatinya sendiri merasa kasihan melihat bosnya.


Mobil melaju menuju hotel tempat Lee menginap. Setelah sampai di hotel, Neil mengantar bosnya menuju kamar. Langkah kaki Lee terasa berat, Neil yang melihat itu langsung bertanya pada bosnya.


"Maaf bos, apa saya panggilkan dokter? wajah bos terlihat pucat. "


"Hemmm.... sudahlah aku tidak apa-apa. Aku hanya butuh istirahat Neil. Aku ingin berendam dengan air hangat saja. "


Jawab Mr. Lee terasa lemas.


"Baiklah, akan saya siapkan bos. "


Neil pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk bosnya mandi. Setelah hangatnya dirasa pas dia menambahkan minyak aromaterapi yang bisa menenangkan dan Neil pun segera keluar. Mr. Lee sudah melepas pakaiannya dan hanya memakai handuk di pinggang.


"Bos, air sudah siap. Silahkan menikmatinya. Saya akan menyiapkan makan malam. "


Neil keluar dari kamar Mr. Lee untuk menyiapkan makan malam. Dia sudah menghubungi manager hotel agar menyiapkan apa yang dibutuhkan bosnya.


Keesokan harinya di pagi hari yang masih gelap karena matahari belum juga menampakkan sinarnya. Karena mendung menutup seluruh kota Bandung hari ini. Mr. Lee bangun dari tidurnya berusaha untuk duduk bersandar karena kepalanya terasa sakit. Wajahnya sudah pucat dari kemarin dan sekarang badannya demam. Dia meraih ponselnya diatas meja dan ingin menghubungi Neil.


"Ehmmm, Neil hari ini aku ingin istirahat di hotel. Sementara urus pekerjaan di kantor......


Suara Mr. Lee terdengar berat dan serak.


Neil yang mendengarnya segera bangun untuk menemui bosnya.


Neil bergegas pergi ke kamar Mr. Lee karena khawatir dengan kondisinya. Kebetulan kamarnya tidak jauh dari kamar bosnya.


Seketika Neil berhenti melangkah dan ingat sesuatu. Dia berpikir untuk menghubungi Kia agar bisa mengurus Mr. Lee. Neil yakin Mr. Lee akan senang melihat nona Kia ada disampingnya ketika dia sakit.


Ponsel Kia berbunyi, dia baru saja bangun dari tidurnya. Masih menggeliat di kasur berusaha membuka matanya. Dia mengambil ponselnya dan kaget melihat siapa yang menelvon pagi begini.


"Halo Tuan Neil, ada apa menelvon saya sepagi ini? "


Tanya Kia penasaran.


"Maaf nona Kia mengganggu anda sepagi ini. Tapi saya harus memberitahu anda Mr. Lee sedang sakit. Saya harap anda datang ke hotel tempat Presdir menginap. Karena saya harus pergi ke kantor. Saya tunggu nona.... "


Jawab Neil panjang lebar tanpa memberi jeda.


"Apa? Mr. Lee sakit? Tapi.... tapi tuan Neil saya...... "


Sebelum Kia menolak datang sudah terlambat, Neil sudah memutus telvonnya.


Kia kesal karena disuruh kesana tapi dia juga merasa khawatir dengan kondisi Mr. Lee.


"Dia sakit apa? bagaimana ini? aku tidak ingin kesana tapi siapa yang akan mengurusnya? ah sudahlah aku akan kesana melihatnya. "


Kia akhirnya bersiap akan menemui Mr. Lee. Dia segera berangkat dengan ojol langganannya.


Sementara Neil tersenyum dengan idenya sendiri. Biarlah ini menjadi kejutan untuk Mr. Lee di pagi hari.


Setelah Neil menemui Mr. Lee, dia tidak memberitahu akan kedatangan Kia. Dia sengaja merahasiakan dari bosnya. Ntah apa yang terjadi nanti, Neil juga penasaran. Tapi dia harus mengurus kerjaan bosnya yang tertunda.


Neil sudah sampai di lobi hotel tepat pada saat Kia sampai turun dari ojolnya. Neil tersenyum kecil, rencananya berhasil. Ternyata sasarannya datang begitu cepat.


" Maaf nona Kia merepotkan anda, saya harap nona bisa merawat Mr. Lee selama saya tidak ada. Terima kasih... "


Neil membungkuk memberi hormat pada Kia dan berlalu meninggalkan Kia. Dalam hati Neil tersenyum senang.


Kia bergegas menuju kamar Mr. Lee, cemas sepanjang jalan mendengar laki-laki yang dia cintai sedang sakit......