
Rencana hari ini akan mengunjungi paman Kia yang sedang sakit. Pada saat Kia menikah, keluarga terdekatnya yang di Bali tidak bisa hadir karena sakit. Paman yang sudah menjaganya setelah kedua orang tuanya meninggal. Kia merindukan pamannya, sudah lama mereka tidak bertemu.
Hari ini langit mendung dan sedikit turun hujan. Cuaca pagi ini terasa dingin dan dua orang masih tidur dengan lelap karena aktivitas mereka semalam. Selimut tebal menyelimuti tubuh polos mereka berdua.
Setelah makan malam kemarin, mereka masih sempat melanjutkan aksi panas di ranjang tanpa lelah sampai dini hari. Entah sudah berapa ronde mereka lakukan, karena Lee tidak pernah puas saat merasakan nikmatnya bercinta dengan istrinya. Lee seperti kecanduan dengan tubuh wangi istrinya. Dia tidak ingin melewatkan waktunya bersama istri tercintanya.
Hawa dingin merasuk ke tubuh Kia, dia meringkuk dalam pelukan Lee. Merasakan tubuh Kia yang menempel, Lee mengeratkan pelukannya. Mencium pundak dan bahu mulus Kia. Kia hanya menggeliat merasakan bibir suaminya yang bermain dengan tubuhnya.
"Sayang, uhhhhhhh. Geli sayang "
Kia merasa bulu kuduknya merinding karena hawa yang dingin di tambah ciuman Lee.
"Ehhhmmmmm, lanjut lagi yuk. Lihat junior sudah bangun ni! "
Kata Lee menggosokkan bibirnya di bahu Kia.
"Ishhh, nggak ah. Aku capek sayang. Lihat tubuhku penuh dengan stempel bibirmu. Entah berapa ronde semalam, apa tidak lelah? "
Tanya Kia heran.
"Kalau denganmu, aku tak akan pernah puas. Sekali lagi ya sayang, please? "
Rujuk Lee manja.
"Nnggak ah, aku lelah sayang. Ntar malam aja ya? "
Jawab Kia memelas.
"Sayang, apa kau tega melihat junior bangun trus? Coba kau rasakan sendiri, bagaimana? "
Jawab Lee manja sambil menggesekkan miliknya.
"Ishhhh, apa sich. Malu tau, cepat suruh tidur atau siram aja dengan air biar dingin! "
Pinta Kia mengejek.
"Sayang, ayolah aku mau lagi. Sekali lagi ya please? aku gk kuat ni. Pokoknya tanggung jawab jika aku sakit ya? "
Rengek Lee mengancam Kia.
Kia tak habis pikir dengan tingkah suaminya. Sejak menikah justru Lee lebih manja dan minta ini dan itu. Dia tak pernah puas hingga membuat Kia lelah. Tapi dia juga nggak tega melihat suaminya seperti itu.
"Ok, sekali saja ! "
Pinta Kia.
"Siip lah sayang, aku janji sekali aja. Tapi ntar malam lain lagi ya. He he he he... "
Jawab Lee cengar-cengir.
"Ahhhhh, nggak mau...... hmmmphhhhh ! ! !"
Teriak Kia tapi sudah terlambat karna Lee sudah membungkam Kia dengan bibirnya.
Ciuman Lee ganas membuat Kia kewalahan. Sekejap Lee melepas bibirnya memberi Kia untuk bernafas. Beberapa detik kemudian Lee menyambar bibir Kia lagi. Tapi perlahan terasa lembut dan Lee menggigit bibir Kia. Kemudian Kia membuka bibirnya dan Lee leluasa memasukkan lidahnya untuk bermain dengan lidah Kia. Ciuman panas yang panjang, bibir mereka berpagut mesra merasakan panas yang membakar tubuh mereka berdua.
Lee melanjutkan aksi nya ke leher yang putih bersih dan memberi jejak di sana. Aksinya dilanjutkan ke bagian belakang telinga Kia dan turun ke bawah sampai ke bagian gundukan kembar yang sudah menantang untuk ditelusuri. Lidahnya lama bermain dengan bagian itu sampai Kia menggelinjang hebat.
"Ahhhhh, Lee cukup aku..... ahhhhh"
Suara Kia yang mendesah kuat.
"Blum sayang, nikmati permainan ini. Aku akan membuatmu terbang melayang sayang"
"Slurp "
Suara bibir Lee yang menikmatinya.
Lee menyukai bagian tubuh Kia yang sangat indah di matanya dan hanya miliknya seorang.
Akhirnya Lee dan Kia bercinta untuk kesekian kalinya. Mereka menikmati momen mereka sebagai pengantin baru. Tanpa lelah letih dan bosan Lee mengerjai istrinya. Mereka terlihat lebih bahagia setelah menikmati indahnya menjadi pasangan yang sah.
Sejam berlalu setelah aksi panas mereka di pagi hari yang dingin. Kia terlihat lelah dan kelaparan. Sedangkan Lee terlihat segar bugar. Entah apa yang dia minum sehingga memiliki fisik yang bagus meski berulang kali bercinta dengan istrinya. Tidak ada kata lelah dalam kamusnya untuk menikmati istrinya yang cantik.
Akhirnya setelah membersihkan diri mereka menyantap makanan dengan lahap. Lihatlah Kia yang menikmati makanannya sampai habis. Dia harus mengisi energi lebih banyak untuk melayani suaminya yang ganas.
"Hei, pelan sayang. Lihat belepotan di bibir mu!"
Tangan Lee menyeka bibir Kia yang sedikit kotor karena sisa makanan.
"Lihat aku kelaparan? Ini semua salahmu! lihat aku lapar sampai seperti ini. Kau jahat! "
Kata Kia memonyongkan bibirnya.
Lee yang melihat Kia cemberut langsung bangun dari duduknya.
"Cup "
Lee mengecup dan menjilat bibir Kia yang belepotan.
"Tapi kau menikmatinya sayang saat suaramu terdengar sangat merdu"
Bisik Lee di telinga Kia. Lee menggoda Kia yang membuat wajah istrinya merona.
"Ahhhh, diamlah. Ayo makan!"
Kata Kia yang sudah malu sendiri.
Lee tersenyum melihat istrinya yang manyun ketika di goda olehnya. Lee merasa bahagia menikahi Kia. Dunianya semakin berwarna apalagi jika segera diberi momongan.
"Sayang, habis makan bagaimana jika langsung ke rumah paman? "
Tanya Kia.
"Baiklah sayang, nanti kita langsung berangkat. Cepatlah makan, sopir sudah menunggu kita"
Jawab Lee tersenyum.
Setelah di rasa kenyang dan mereka akhirnya segera berangkat menuju ke kediaman pamannya. Tidak jauh dan perjalanan hanya menghabiskan waktu 30 menit saja.
"Sayang, bagaimana keadaan pamanmu? "
Tanya Lee.
"Entah sayang, sudah lama aku tidak menghubunginya. Terakhir aku dengar paman sakit dan hanya terbaring di kasur. Paman sudah seperti ayahku sendiri, dia yang menjagaku selama Kak Boy tidak ada. Aku merindukannya! "
Wajah Kia terlihat sedih mengingat apa yang sudah pamannya berikan untuknya.
"Tenanglah, aku di sini sekarang. Nanti kita bawa ke rumah sakit, kita bawa ke dokter yang bagus ! "
Lee membujuk Kia dan menepuk2 tangannya.
"Iya, terima kasih sayang! "
Kia merasa senang suaminya sungguh perhatian dengan keluarganya. Perasaan kasih sayang berlimpah selalu Lee berikan buat Kia. Kia pun ingin memberikan seluruh cintanya hanya untuk suaminya seorang. Kia tidak akan pernah membagi cintanya dengan yang lain.