
Dua tahun kemudian.......
Setelah dua tahun berlalu, kehidupan Lee sudah berubah. Lee yang biasanya ramah dengan semua orang berubah menjadi orang yang sangat dingin. Perubahan sikapnya membuat banyak orang terkejut bahkan keluarganya. Kedua orang tuanya sudah tidak tau harus bagaimana menghadapi sikapnya yang sekarang. Lee lebih banyak diam dan selalu bekerja tanpa mengenal lelah. Yang ada dipikirannya hanya mencari keberadaan Kia. Anak buahnya sudah mencari selama dua tahun ini tetapi belum ada berita keberadaan Kia dan kakaknya. Lee merasa frustasi tapi dia tidak menyerah dan tidak perduli dengan kata-kata orang tuanya. Lee masih menyuruh Neil mencari informasi apapun tentang keberadaan Kia.
"Neil..... bagaimana apakah belum ada kabar? tanya Lee.
" Ehm.... maaf bos, belum ada. Dua keluarganya yang di Bali tidak tahu mereka dimana. Anak buah kita terus mengawasi di Bali tapi masih belum ad kabar. jawab Neil menjelaskan pada Lee.
"Maaf bos, Tuan Kim dari Indonesia tadi menelfon bahwa bos harus berada di Bandung untuk acara lounching perusahaan kita yang baru. Karena banyak petinggi yang akan hadir dan ingin bertemu Bos Lee. Neil berusaha menyampaikan berita ini walaupun ragu apakah bos nya akan pergi untuk menghadiri acara itu.
" Hemmm.... kau atur saja perjalanan kita. Sudah waktunya aku kesana untuk melihat perusahaan baru itu.
Lee berkata dengan berharap dia akan bertemu Kia di Indonesia.
Dua hari kemudian Mr. Lee dan Neil menuju Indonesia tepatnya kota Bandung. Pesawat yang mereka tumpangi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan mobil yang sudah disiapkan untuk kedatangan mereka. Lee tidak banyak bicara sepanjang perjalanan ke kota Bandung. Tubuhnya terlihat lelah, dan akhirnya dia tertidur sampai mereka tiba di Hotel tempat mereka akan tinggal selama beberapa hari. Lee terbangun sendiri ketika mobil sudah berhenti. Dia mengedarkan pandangannya keluar mobil. Di luar sudah terlihat Hotel bintang lima yang mewah. Neil segera membuka pintu untuk Mr. Lee dan sudah ada beberapa yang menyambut kedatangan mereka termasuk sepupunya Mr. Kim.
"Hei Bro.... how are you? lama kita tidak bertemu. Aku berharap kau datang lebih cepat untuk mengurus perusahaanmu ini.
Syukurlah akhirnya datang juga......
kata Mr. Kim sambil memeluk sepupunya itu.
" Hemmmm....... i know Kim....... " Lee hanya menjawab sambil berlalu meninggalkan Kim di belakangnya. Kim heran dengan sikap Lee yang acuh padanya. Lalu Kim menoleh pada asistennya Neil dengan bermain mata, tapi Neil menunduk hormat pada Kim dan berlalu mengikuti bosnya.
Kim bergumam sendiri meratapi nasibnya. Kemudian Kim menyusul mereka dari belakang. Kim masih berfikir di kepalanya apa yang terjadi pada bos besarnya selama dua tahun ini. Karena dia tidak tahu berita bosnya yang ada di Korea. Kim hanya fokus pada pekerjaannya di Bandung. Karena semua kerjaan Mr. Lee ditangani olehnya sementara waktu. Sepanjang jalan Kim hanya mendesah ntah apa yang akan terjadi besok di kantornya.
Hari ini Mr. Lee hanya beristirahat di kamar president suit nya. Yah dia menempati kamar yang besar dan mewah dengan pemandangan yang indah. Semua kebutuhannya sudah tersedia di kamar ini. Setelah Kim dan Neil mengantar bos Lee ke kamarnya, mereka berdua pergi ke kantornya untuk mengatur susunan acara yang akan diadakan besok di hotel mewah ini.
Kim yang penasaran pada bos Lee trus bertanya pada Neil.
" Neil, ada apa dengan Lee? mengapa sikapnya berubah sedingin es kutub selatan?
"Hemm...... ceritanya panjang ntah harus dimulai dari mana..... jawab Neil singkat.
" Hei Neil, yang singkat sajalah aq penasaran. what's wrong with him? tanya Kim lagi.
"Mr. Lee broken heart.........
" What?? are you serius? come on Neil? you lie..... that's imposible, Lee is the perfect man broken heart?
Kim tidak percaya apa yang Neil katakan karena Lee adalah cowok yang sempurna. Wanita mana yang bisa menolaknya.
Neil melihat Kim dengan jengah, mau percaya atau tidak bukan urusannya. Toh dia sudah menjawab, Neil malas membahasnya dan meneruskan pekerjaannya lagi. Kim masih penasaran ingin bertanya lagi tapi Neil tidak meresponnya.