
Acara lamaran yang diharapkan sudah berjalan dengan sempurna. Lee memutuskan tidak akan lama- lama menunda pernikahannya. Tepatnya 7 hari lagi akan ada acara pernikahan yang akan disiapkan Lee.
Yujin sedang menikmati liburannya dan hari ini akan datang dari Seoul Korea. Neil sudah menunggu di bandara untuk menjemputnya. Penerbangannya sudah mendarat tepat waktu jadi tidak lama buat Neil menunggunya.
Yujin berjalan mendekat ke arah Neil.
"Selamat datang Nona Yujin! "
Sapa Neil menundukkan kepalanya sopan.
"Terima kasih Neil, bagaimana kabarmu? "
Tanya Yujin.
"Baik Nona, Nona Yujin apa kabar? "
Tanya Neil membalasnya.
"Yah seperti yang kau lihat, bagaimana penampilanku? "
Jawab Yujin Mengedipkan matanya pada Neil.
"Hemmmm, seperti biasa nona terlihat cantik! "
Jawab Neil tanpa ekspresi.
"Hei Neil, kenapa seperti biasa? Aku tambah cantik khan? bukankah aku tambah dewasa dan sexy? "
Tanya Yujin berkacak pinggang.
"Iya, Nona jauh lebih cantik dan..... sexy ! "
Saut Neil memperhatikan adik bosnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ck... ck... ck..... kenapa gadis ini tumbuh begitu cepat? memang cantik! "
Batin Neil berdecak kagum.
"Hei Neil cepat bawa koper ku jangan ada yang ketinggalan! "
Perintah Yujin yang membuat lamunan Neil buyar.
Neil segera membawa tiga koper yang lumayan besar.
"Kenapa gadis ini membawa koper sebanyak ini? Mau pindahan apa? "
Batin Neil kesal.
"Hei Neil apa kau kesal dengan koper ku?"
Tanya Yujin yang melihat dahi Neil berkerut.
"Tidak Nona"
Jawab Neil langsung membawa koper itu dengan troli.
"Cepatlah Neil, aku ingin bertemu Kak Lee dan Kia. Aku merindukan mereka berdua "
Perintah Yujin bergegas meninggalkan bandara.
Mobil yang membawa mereka berlalu meninggalkan bandara menuju perusahaan GRUP L. Yujin ingin segera bertemu kakaknya segera menuju kantornya.
Tiba di perusahaan Yujin langsung turun dari mobilnya. Neil mengikuti dari belakang. Beberapa pegawai yang melihat kedatangan Yujin terkejut melihat gadis cantik dan sexy bak model .
"Hei lihat siapa tuh? cantik! "
Tanya satu pegawai pria pada teman prianya juga.
"Ssstt diamlah, lihat Tuan Neil di belakangnya!"
Jawab temannya.
Mereka berhenti berbicara saat Neil menyorot ke arah mereka dengan mata tajamnya.
Lift akhirnya sampai di lantai paling atas ruangan Presdir GRUP L. Pintu Lift terbuka menampilkan Yujin yang bersemangat menemui Kakaknya dan calon Kakak iparnya.
Kebetulan Kia berada di ruangan Tuan Lee.
"Kak Lee sayang aku datang! "
Teriak Yujin membuka pintu.
Lee tidak terkejut dengan kedatangan adiknya tapi Kia yang lebih terkejut. Karena Kia tidak tahu Yujin akan datang. Lee sengaja tidak memberi tahunya. Sudah Lama tidak bertemu dengan Yujin membuatnya terlihat sangat senang.
"Hai kakak ipar, apa kabar? "
Tanya Yujin langsung memeluk Kia.
"Yujin, aku baik. Wah Yujin terlihat dewasa dan tambah cantik ya! Aku senang kau datang. Sudah lama kita tidak bertemu! "
Kata Kia kemudian melepas pelukan Yujin dan melihat penampilan Kia dari atas sampai bawah.
"Benarkah? Terima kasih kakak iparku sayang!
Jawab Yuji memeluk Kia lagi.
Tuan Lee berdehem menyadarkan Yujin.
"Ah Kak Lee, maaf kak aku melupakanmu. He.... he..... he "
Kata Yujin cengengesan mendekat ke arah kakaknya.
"Aku merindukamu Kak! Rumah terasa sepi semenjak kau pergi! "
Yujin memeluk kakaknya dan begitupun sebaliknya dengan Lee.
"Aku juga merindukanmu "
Jawab Lee mengelus kepala adiknya.
Kia bahagia melihat kedekatan Yujin dan Lee. Perasaannya sama seperti dirinya dan Boy. Mempunyai kakak yang sangat menyayanginya.
"Kia kemarilah! "
Panggil Yujin menyuruhnya mendekat.
Kia hanya menuruti kata-kata Yujin mendekat ke arah mereka. Tanpa Kia dan Lee sadari, Yujin memeluk mereka berdua bersamaan. Mereka berdua terkejut dengan sikap Yujin.
"Kak Lee, Kakak ipar..... Aku senang melihat kalian bersama lagi. Aku berharap kalian bahagia selamanya!
Aku akan selalu mendukung kalian berdua"
Kata Yujin masih memeluk mereka.
"Kau memang adikku yang terbaik "!
Kata Lee.
" Iya, terima kasih Yujin.
Kata Kia.
Neil seperti obat nyamuk dari tadi hanya memperhatikan drama pertemuan di antara mereka bertiga. Tidak ada yang menyapanya, mereka sibuk dengan acara reunian. Sungguh Neil menatap mereka bosan.
"Aish, kapan aku bisa keluar dari drama cengeng ini. Apa mereka sudah lupa padaku? "
Kata Neil kesal.
Yujin yang sekilas melihat ekspresi Neil langsung mencibirnya.
"Yah ada yang di cuekin ni, lihat sepertinya ada yang terlihat kesal! "
Mereka bertiga langsung menoleh ke arah Neil yang masih berdiri di depan pintu dari tadi.
"Neil, siapkan mobil kita ke hotel sekarang. Ini sudah jam pulang kerja, bereskan semuanya ! "
Perintah Lee.
"Baik Tuan "
Jawab Neil menundukkan kepalanya.
Mereka akhirnya meninggalkan perusahaan menuju hotel tempat sementara Lee dan Yujin akan tinggal sampai acara pernikahan.
Yujin sengaja tidak membiarkan Kia pulang dan mengajaknya ke hotel. Banyak yang ingin dia tanyakan semenjak kepergiannya dari Seoul. Lee merasa senang melihat kedekatan mereka. Setidaknya ada seseorang yang menemaninya saat acara pernikahan nanti.
Di Hotel mereka sudah masuk ke kamar masing-masing. Yujin mengajak Kia ke dalam kamarnya.
"Kia, aku sangat merindukanmu. Aku kesepian semenjak kau pergi. Aku mencarimu saat di rumah sakit tapi tidak menemukanmu. Kemana kau pergi? "
Tanya Yujin penasaran.
"Maaf Yujin, semua terjadi begitu saja. Kak Boy membawaku ke Bandung saat aku tidak sadar. Ketika aku siuman aku sudah ada di kota ini. Maaf aku tidak memberi kabar. Kak Boy melarangku menghubungi kalian berdua".
Jawab Kia merasa sedih.
" Apa kau tau saat Kak Lee mendengar kepergianmu? Dia seperti orang gila. Mencarimu selama dua tahun lebih, mengerahkan semua anak buahnya. Saat itu sikapnya berubah menjadi orang yang sangat dingin dan kejam. Semua orang takut padanya. Bahkan Papa dan Mama terkejut ! "
Kata Yujin menjelaskan keadaan Lee saat itu.
"Hemmm, aku tau. Pertama kali ketika bertemu di perusahaan aku terkejut melihatnya yang seperti itu. Aku merasa bersalah saat itu. Tapi aku sadar aku masih mencintainya sampai saat kami bertemu kembali! "
Kia sedih mengingat Lee.
"Sudahlah, semua sudah berlalu. Sekarang kalian bersama lagi dan akan menikah. Aku bahagia melihat Kak Lee sudah berubah seperti sekarang. Semua berkatmu Kia! "
Yujin menggenggam tangan Kia.
"Iya, sekarang aku bahagia berada di sisinya. Aku senang kau datang saat kami akan menikah. Tapi bagaimana dengan orang tua kalian? Apa mereka masih menentang hubungan kami? "
Tanya Kia.
"Mama tidak pernah menentang hubungan kalian, Mama bahagia jika Kak Lee menemukan orang yang dia cintai. Tapi Papa aku tidak tau. Saat dia mendengar kalian akan menikah, Papa hanya diam. Mama membujuk Papa tapi berhasil atau tidak aku tidak tau. Tenanglah, waktu akan merubah hati seseorang seperti Papaku! "
Jawab Yujin menenangkan hati Kia.
Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama sambil mendengar cerita masing-masing. Kia terpaksa bermalam di kamar Yujin karena sudah terlalu malam untuk pulang.