
Mobil yang membawa Kia pergi berhenti di sebuah rumah tua yang jauh di daerah perkebunan. Tidak ada rumah lain hanya satu rumah tua tepat berada di tengah-tengah kebun teh. Kia di tarik keluar dari mobil bersama empat orang yang menculiknya. Di bawa masuk ke dalam rumah tua itu.
Mobil Lee sudah berhenti agak jauh dekat pepohonan jadi tidak terlihat oleh penculik itu. Lee keluar dari mobil dengan membawa banyak anak buahnya yang ikut dengan mobil lainnya. Mereka sudah mengatur posisi untuk mengepung rumah itu dari segala arah agar tidak ada yang bisa kabur.
Kia tidak tau kenapa dirinya di culik dan di bawa ke rumah kosong. Saat masuk ke dalam sudah ada wanita cantik yang menunggu kedatangannya. Gadis itu bangun dari duduknya menyeringai licik menatap Kia.
Kia memperhatikan sekilas wajah gadis itu. Ya dia ingat pernah melihatnya saat datang ke kantor Lee beberapa waktu yang lalu. Kia terkejut sebenarnya apa salahnya sehingga di culik ke tempat ini.
"Ikat dia di kursi cepat! "
Perintah Amira kesal.
Amira kesal melihat gadis yang ada di hadapannya adalah kekasih Lee dan akan menjadi istrinya.
"Kau pasti bertanya kenapa aku melakukan ini bukan? Baiklah akan aku beritahu saja dengan cepat. Aku menyukai Lee dan ingin menikah dengannya! Lihatlah dirimu, apa kau pikir pantas bersanding dengannya? "
Kata Amira menekan pundak Kia dengan keras.
Kia meringis kesakitan, Amira sengaja menyakitinya. Mulut Kia yang masih di bekam tidak mampu mengeluarkan suaranya.
"Aku menahanmu di sini karna aku ingin menukar nyawamu dengan Lee. Jika dia ingin kau selamat, maka Lee harus menikah denganku!
Dan........ Jika Lee menolaknya, aku akan membunuhmu di sini. Jadi salah satu dari kita tidak akan mendapatkan Lee. Ha... ha... ha..... ha.... ha"
Amira mengancam Kia dan membuatnya menangis.
Kia terkejut mendengar perkataan Amira.
Bulir-bulir bening jatuh dari kedua ujung matanya. Dia menangis ketakutan......
"Kak Lee, cepatlah datang. Aku yakin kau akan datang kesini. Jangan kecewakan aku! "
Batin Kia berharap Lee akan menyelamatkan nyawanya.
Ponsel Lee berdering tidak tahu nomor siapa. Tapi melihat situasi sekarang pasti penculik itu.
"Hallo Tuan Lee tersayang, apa kau mengingatku? "
Tanya Amira meledek nya.
"Kau? dimana Kia? "
Sengaja Lee mengulur waktu.
"Sabarlah sayang, kalau kau ingin gadis ini selamat aku ingin kau ikuti apa yang aku inginkan! Jangan coba menipuku jika ingin dia selamat! "
Ancam Amira.
"Apa yang kau inginkan? "
Kata Lee yang sudah menempatkan anak buahnya pada posisi akan menerobos masuk.
"Kau cukup patuh hanya demi gadis ini. Hanya satu yang aku inginkan, kau harus menikah denganku! "
Kata Amira tersenyum licik.
Belum sempat Lee menjawabnya, anak buahnya berhasil menerobos masuk ke dalam.
"Gedebuk"
"Brak"
"Ahhhhh..... Ahhhhhhh...... Ahhhhhh"
Suara orang-orang yang dihajar oleh anak buah Lee. Mereka semua terkapar tidak berdaya.
Amira terkejut melihat anak buahnya yang sudah tumbang di tangan Lee. Ponselnya terjatuh saat dia terkejut melihat kedatangan Lee.
Lee mendekat ke arahnya dengan tatapan nya yang dingin.
"Ughhhh"
Suara Amira yang kesakitan saat Lee mencengkeram lehernya. Amira ketakutan melihat mata Lee yang tajam seperti akan membunuhnya. Suaranya tertahan dan kedua tangannya memegang tangan Lee yang ada di lehernya. Dia tercekik, wajahnya mulai pucat pasi, keringatnya mengalir deras. Rasanya nafasnya akan habis, matanya sudah terasa gelap samar2 dia melihat Lee.
"Brak"
Suara tubuh Amira yang jatuh saat Lee melepasnya.
Amira tidak berdaya, tenaganya sudah terkuras. Tidak ada yang bisa di lakukan lagi. Bodohnya dia tidak tau seperti apa kemarahan Lee jika wanita yang di cintainya dalam bahaya.
Lee mencari keberadaan Kia, matanya melihat Kia yang terikat di kursi dengan mulut yang dibekap kain. Kia menangis melihat kedatangan Lee. Lee segera melepaskan ikatannya dan memeluk tubuhnya erat.
"Maaf sayang, aku sedikit terlambat! "
Lee merasa bersalah lagi.
"Hiks...Hiks...Hiks....Tidak Kak, aku baik-baik saja. Aku senang kau datang. Terima kasih Kak! "
Kia masih menangis sesenggukan.
Kata Lee mengelus kepala Kia.
"Tidak Kak, ini bukan salahmu. Semua yang kita alami selama ini adalah ujian buat kita. Semoga kita selalu di beri jalan yang baik dan kita selalu bersama selamanya! "
Kata Kia penuh harap.
"Iya sayang, aku akan selalu menjagamu di sisiku selamanya. Aku tidak akan membiarkan seseorang menyakitimu! "
Jawab Lee.
"Ayo pulang sayang! "
Ajak Lee.
Kia menganggukkan kepalanya, Lee merangkul Kia memberinya rasa aman. Mereka segera keluar meninggalkan rumah tua itu. Sebelum pergi Lee memberi perintah pada anak buahnya.
"Bereskan wanita itu dan yang lain, kirim mereka ke penjara. Buat mereka di hukum seberat mungkin. Serahkan semua buktinya jangan sampai mereka bebas! "
Perintah Lee.
"Baik Tuan! "
Jawab anak buah Lee.
Di dalam perjalanan pulang mereka masih terdiam. Lee memeluk Kia, Kia bersandar di bahunya dengan mata terlelap. Badannya yang letih dan emosi yang terkuras habis membuatnya tidur di samping Lee. Tangan Lee masih memegang erat tangan Kia tak ingin dia lepas.
Lee mengambil ponselnya dan menghubungi Boy.
"*Hallo Tuan Lee"
"Hallo Boy "
"Ada apa Tuan*? "
Tanya Boy.
"Boy, bawa barang keperluan Kia sekarang. Pergilah ke rumah baruku, aku membawa Kia ke sana sekarang! Lebih baik Kia di sana sebelum pernikahan. Aku ingin dia aman! "
Perintah Lee yang membuat Boy penasaran.
"Apa yang terjadi dengan Kia? Apa dia baik-baik saja? "
Tanya Boy cemas.
"Tenanglah Boy, dia baik-baik saja. Sekarang dia tidur aku tidak ingin dia terbangun. Nanti aku jelaskan sampai di sana! "
Jawab Lee.
"Hemmmm baiklah Tuan "
Jawab Boy.
Lee kemudian menghubungi Neil.
"Iya Tuan Lee?
Tanya Neil.
" Bawa Yujin ke rumah baru ku, bawa semua barang-barang nya. Siapkan baju pernikahanku dan semuanya kirim ke rumah. Aku akan tinggal disini sampai hari pernikahan. Bereskan semua urusan kantor, serahkan pada Kim jika kau tidak bisa"
Perintah Lee.
"Baik Tuan, saya mengerti ! "
Jawab Neil.
Selanjutnya Yujin.
"Iya Kak ada apa? "
Tanya Yujin.
"Bersiaplah, bawa semua barangmu. Sebentar lagi Neil akan menjemputmu! "
Perintah Lee.
"Baiklah Kak "
Jawab Yujin.
Setelah selesai dengan ponselnya Lee menghela nafasnya berat. Hari ini dia cukup lelah dengan kejadian berulang kali yang terjadi pada Kia.
"Maaf sayang, aku selalu membuatmu menderita. Mulai sekarang aku akan selalu menjagamu di sisiku. Aku akan membuatmu bahagia.
Saranghae "
Kata Lee mengecup kening Kia dengan lembut.