
Rencana yang disiapkan untuk mengejar Kia selama 7 hari akhirnya berubah karena kecelakaan. Sudah lewat 7 hari dari yang sudah direncanakan. Walaupun waktunya telah lewat, tapi Lee tidak menyerah.
Semalam Lee sudah menyatakan perasaannya yang tulus, tapi Kia belum menjawabnya. Kia masih terdiam menetapkan hatinya yang masih bimbang. Dia belum menolak ataupun menerima Lee, memberi hatinya waktu untuk memutuskan apa yang akan dia pilih.
Setelah kondisi Lee dan Kia benar-benar pulih, mereka akan segera meninggalkan kota Jogja. Semua urusan pekerjaan sudah diselesaikan oleh asistennya.
Tapi masih ada yang aneh menurut Lee, kecelakaan itu jelas disengaja dan ingin melukai Kia.
"Neil, bagaimana apa sudah ditemukan orang itu?"
" Sudah Tuan, polisi sudah menemukan pemilik mobil itu. Mereka segera menangkapnya. Pelakunya seorang wanita dan...... namanya Siska tuan....... "
"Apa? ****....... "
Lee kaget mendengar nama Siska, ternyata mantan karyawannya yang sudah di pecat. Lee geram, tangannya sudah mengepal.
" Neil, pastikan wanita itu dihukum dengan berat. Apa kau mengerti Neil? "
"Baik Tuan..... "
Perintah sudah dikeluarkan, Neil akan memastikan semuanya berjalan sesuai perintah tuannya.
"Tunggu Neil......
Sebelum kembali, siapkan tempat untukku dan Kia. Aku ingin melamarnya....
Perintah Lee sebelum Neil meninggalkan ruangannya.
" Baik Tuan, akan saya siapkan tempat yang special. "
Jawab Neil menunduk hormat pada bosnya.
"Ck... ck... ck... Tuan Neil sudah tidak sabar rupanya. "
Gumam Neil tersenyum tipis.
Lee tidak mengatakan siapa yang berusaha mencelakai Kia. Neil hanya tidak ingin Kia memikirkannya. Lee ingin menjaganya disampingnya. Tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada wanita yang dia cintai.
Malam pun tiba, Lee mengajak Kia ke tempat yang sudah di siapkan Neil untuk melamar Kia. Mereka sampai di sebuah restaurant mewah.
"Kak, kenapa kita kesini?
Tanya Kia penasaran karena Lee tidak bicara selama di perjalanan.
" Ehmmm, nanti saja aku beritahu. Ayo kita masuk.....
Lee turun lebih dulu, membuka pintu untuk Kia dan mereka bergandengan tangan masuk kedalam restauran. Sedangkan Neil mengekor di belakang.
Kedatangan mereka sudah disambut beberapa pelayan. Mereka tersenyum dan menunduk dengan hormat. Kia merasa canggung, ada apa sebenarnya. Salah satu pelayan mengantar tamu yang special ke tempat yang sudah disiapkan.
Makan malam romantis yang disiapkan Neil memang tidak mengecewakan. Kia berdecak kagum, tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti ini.
Lee tersenyum puas dengan kerja Neil, tidak sia-sia menjadi orang kepercayaannya selama ini. Tahu dengan apa yang dimau bos besarnya.
Lee segera menarik kursi yang akan diduduki oleh Kia. Kia terkejut dan merasa malu. Diapun duduk dan menatap ke arah Lee yang ada di hadapannya. Mereka saling membalas senyum.
"Bagaimana Kia, apa kamu suka kejutannya?
Tanya Lee antusias ingin mendengar jawaban Kia.
Terima kasih Kak.....
Kia menjawab dengan tersenyum lembut pada Lee.
Senang rasanya melihat kebahagian mereka berdua. Jauh memandang, Neil duduk memperhatikan mereka yang lagi di pojokan.
"Cih, dasar bucin.... "
Neil tersenyum tipis, jiwa jomblonya meronta-ronta. Dia merasa iri coz belum ada yang jadi tambatan hatinya.
Pelayan datang membawa hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Mereka menikmatinya dalam diam, sesekali melirik satu sama lain. Setelah acara makan selesai saatnya acara inti di mulai.
Pelayan datang membawa sebuket bunga mawar merah yang segar dan diatasnya sudah ada sebuah cincin berlian. Lee segera menerima bunga itu. Lee bangun dari duduknya, mendekat ke arah Kia. Kia terkejut, gugup melihatnya. Seketika Kia bangun dari duduknya dan mereka saling menatap.
Lee segera berlutut di hadapan Kia.
"Azkia....... aku mencintaimu.....
Selama ini hanya dirimu yang ada di hatiku, tidak ada wanita manapun. Kamu cinta pertamaku dan cinta terakhirku.
Satu tahun, dua tahun lebih aku menunggumu kembali sewaktu di Seoul. Kau tidak juga kembali.........
Aku takut kau tidak akan pernah muncul. Takut dengan diriku sendiri sudah tidak mampu menunggumu.......
Ketika aku bertemu kembali denganmu, semua penantianku selama ini terobati. Rasa Rinduku tidak dapat aku bendung lagi. Walau kau tidak menerimaku, aku yakin masih ada harapan untukku.
Azkia, maukah kau menikah denganku? "
Lee berkata dengan keyakinannya akan isi hatinya. Tidak ingin kehilangan belahan jiwanya.
Hati Kia tersentuh mendengarnya, tak sadar air matanya mengalir dengan deras. Suaranya sudah terdengar lirih, menyayat hati yang mendengarnya. Perasaan sedih mendengar suara hati Lee karna dulu meninggalkannya tanpa memberi kabar. Perasaan senang karena Lee masih mencintainya dan melamarnya.
Lee belum juga bangun, masih menunggu jawaban Kia. Walau hatinya sedih melihat Kia yang menangis ingin segera memeluknya. Tapi Lee masih berlutut di hadapan gadis itu menanti sebuah kepastian.
Kemudian Kia memeluk Lee yang masih bersujud, membuat Lee terkejut dengan tingkah Kia. Kia berkata.....
"Aku juga mencintaimu kak, aku sangat mencintaimu. Maafkan kepergianku dulu, maaf kak...... "
Kia menangis sesenggukan di pelukan Lee. Lee tersenyum membalas pelukan itu, membelai kepalanya dengan lembut.
" Jadi, maukan menikah denganku? "
Tanya Lee lagi memastikannya.
"Hiks.... hikss..... iya kak... "
Jawab Kia menganggukkan kepalanya.
Lee yang mendengarnya menangis dan memeluk Kia semakin erat.
Akhirnya semua impiannya selama ini menjadi nyata.
Beberapa pelayan ada yang menangis ikut bahagia dan juga Neil tersenyum melihat pemandangan yang mengharukan.
Malam ini berlalu dengan sempurna. Perjalan ke Jogja dengan rencana 7 hari mengejar cinta Kia, walau lewat dari 7 hari karena tragedi kecelakaan tapi hasilnya jauh lebih memuaskan.
Mereka berdua akhirnya kembali merajut benang merah yang terputus.