
Sementara Kia sangat ketakutan, dia tidak tau akan dibawa kemana oleh taxi ini. Dia sudah keluar dari kota menuju perbukitan yang jauh. Entahlah kemana dia dibawa pergi, tidak ada yang bisa dia perbuat. Sedangkan sopir taxi itu hanya diam sambil menyetir dan tak lupa sesekali melihat Kia dari kaca. Sopir itu menyeringai dengan senyuman liciknya. Rencananya sudah berhasil dan sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan dia akan bertemu dengan Yoona. Hari ini dia akan mendapatkan uang yang banyak dari Yoona. "Hemmmmmm, akhirnya aku akan mendapatkan uang dan juga Yoona... He... he.... he.... Yoona sudah lama aq menantikan ini dan akan kutagih janjimu. " Kata supir itu dalam hatinya.
Akhirnya Mobil taxi itu sampai di sebuah pondok di dekat danau. Sopir itu melihat sebuah mobil di depan pondok, dia tau itu moobil Yoona. Setelah mobil terparkir sopir itu langsung menyeret Kia keluar dengan paksa. Kia hanya meronta kesakitan karna tangannya ditarik.
"Lepaskan, tolong lepaskan tanganku!... Siapa kau..... Kenapa aku dibawa kesini. Lepaskan, kalau tidak aku akan teriak. Lepaskan...... ". Kata Kia mencoba untuk melepaskan tangannya. Lalu sopir itu berhenti dan menatap Kia dengan tajam.
" Tidak ada yang mendengar suaramu disini dan simpan saja energimu. Jika kau teriak lagi, aq akan bungkam bibirmu yang sexy itu!! ". kata sopir itu dengan mata membunuhnya. Sontak Kia terdiam dan ketakutan, setelah itu dia ditarik lagi oleh sopir itu memasuki pondok. Setelah masuk ke dalam pondok Kia langsung dimasukkan ke dalam salah satu kamar dan diikat disebuah kursi. Kemudian sopir itu meninggalkan Kia yang sudah terikat. Setelah itu sopir pergi ke kamar yang disebelahnya. Di dalam kamar sudah ada Yoona yang duduk di tepi kamar sambil tersenyum. " Wah.... wah... wah... good job honey, tidak salah kau memang yang paling pintar Sojun ". kata Yoona pada sopir itu yang bernama Sojun. Yah dia Sojun kekasih Yoona. Walau selama ini dia bertunangan dengan Lee, tapi masih menjalin hubungan dengan Sojun. Yoona meminta Sojun untuk menculik Kia dengan sebuah syarat. "Yoona sayang, aku sudah melakukan pekerjaan ini dengan baik. Bagaimana dengan perjanjian kita? aku harap kau tidak melupakannya!!! ". kata Sojun dengan senyumnya yang bergairah. Yoona tersenyum pada Sojun tapi dalam hatinya sebenarnya dia tidak ingin tetapi Yoona terpaksa karna hanya Sojun yang bisa membantunya melakukan pekerjaan kotor ini.
"Baiklah jika kau sudah siap, aq mau sekarang saja sayang. Ayo kita mulai ". Jawab Sojun dan langsung mencium bibir Yoona yang sexy. Sojun mencium habis bibir Yoona dengan rakus, Yoona membalas ciuman itu juga dengan bergairah. Walaupun Yoona tidak pernah melakukan nya dengan Lee tapi dia menikmatinya sekarang dengan Sojun. Mereka hanyut dalam ciuman itu dan langsung Sojun mengangkat tubuh Yoona keatas kasur. Mereka semakin hanyut dalam ciuman yang panas. Satu persatu baju yang ada ditubuh mereka lepaskan. Kemudian dilemparkan ke sekarang arah. Sekarang mereka memulai adegan panas mereka di ranjang. Suara Yoona terdengar parau menikmati sentuhan Sojun. Bibir Sojun menyusuri tiap lekuk tubuh Yoona, mengecupnya sampai berbekas. Sojun mulai meraba gunung kembar Yoona yang tidak lah besar. Kemudian ********** dengan rakus. Yoona menggelinjang dengan nikmat, darahnya mulai panas menikmati sentuhan bibir Sojun. Tak berhenti disana, Sojun mulai meraba bagian V Yoona dan masuk pelan-pelan dengan jarinya. Tubuh Yoona bergetar hebat, sungguh kenikmatan yang belum pernah dirasakannya. Sojun menurunkan kepalanya dan bibir nya berhenti di daerah V Yoona. Kemudian mulai memainkan lidahnya disana dengan berirama. Yoona semakin bergetar, tubuh nya menginginkan lebih dari itu. Tapi Sojun masih menikmati daerah itu, sungguh nikmat. Lidahnya terus menyusuri bagian itu dan memasukkannya ke dalam dengan menggoyangkan lidahnya dengan cepat. "Ahhhhhhhhh, Ahhhhh, ahhhhhhhhhh..... So.... so... jun sayang...... ". suara Yoona terdengar menikmati sentuhan itu. Sojun mendengar suara Yoona dan tersenyum. "Slow babe, sebentar lagi kau akan merasakan yang lebih nikmat lagi". kata Sojun sambil melancarkan aksinya lagi. Lalu Sojun mulai memasukkan rudalnya pada Yoona, perlahan mulai masuk. Sojun tau Yoona masih virgin, karna selama pacaran dia belum pernah menyentuh Yoona. Akhirnya rudal Sojun mulai didorong masuk perlahan dan jleb......."Akhhhhhhhhhhhhhhh, sakit Sojun.... Akhhhhhhhhhhh". suara Yoona terdengar kesakitan. Sojun terus mendorong rudalnya tanpa henti, dia menikmati keperawanan yang belum pernah dia rasakan. Sungguh nikmat rasanya.... Kemudian Sojun membalikkan badan Yoona memposisikannya diatas tubuh nya. Yoona sudah ada diatas, dia mulai menikmatinya juga. Yoona bergoyang menaik turunkan tubuh nya mengikuti irama Sojun. Yoona merasakan rasa yang hebat, dia terus bergoyang diatas tubuh Sojun. Semakin lama semakin cepat dan dia mencapai puncaknya. "Ahhhhhh, ahhhhhh, ahhhhhh, Ahhhhhh....". Sojun menikmati pemandangan diatasnya, dia tersenyum melihat ekspresi Yoona. Setelah itu Sojun membalikkan badan Yoona memposisikannya dengan menungging. Lalu Sojun memasukkan rudalnya dari belakang. Pelan-pelan Sojun menikmati iramanya kemudian dia merasakan akan sampai puncaknya dan dengan cepat dia mulai menyodokkan rudalnya ke Yoona dan " Ahhhhhhhhhh..... ahhhhhhhhhh... ahhhhhh....... Ahhhhhh...... babe you are deliciouus ". kata Sojun merasakan nikmatnya percintaan mereka yang panas. Akhirnya mereka terkapar kelelahan di ranjang dan akhirnya tertidur. Berapa jam kemudian Sojun terbangun dan mulai melancarkan aksinya lagi dan lagi sampai pagi......
Sungguh malam yang panas buat mereka....
Sedangkan Kia tidak mendengar apapun karena dia kelelahan dan tertidur dengan masih terikat di kursi.