I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Rumah Baru



Melihat Kia yang tertidur di sofa, Lee mendekat lalu mencium keningnya lembut. Yang di cium tidak bereaksi larut dalam mimpinya. Lee tersenyum melihat Kia yang masih tidur.


"Ceklek....,"


Suara pintu terbuka, Neil langsung masuk ke dalam tanpa bertanya pada bosnya. Neil melihat Mr. Lee duduk di bawah sedang memperhatikan wajah Kia. Dia tersenyum melihat bosnya sudah membaik.


"Hemmmm, tidak sia-sia rencanaku..... "


Gumam Neil berjalan mendekati bosnya.


Seketika Mr. Lee terbangun dan duduk di tepi tempat tidur. Menyandarkan pundaknya yang lelah.


"Neil.... siapkan rumah untukku, aku akan menetap di sini. Siapkan dalam minggu ini..... "


Perintah Mr. Lee membuat Neil terkejut tapi dia tidak membantahnya.


"Baik bos.... "


Jawab Neil singkat tapi masih ingin bertanya lagi.


"Desainnya seperti apa bos?


Tanya Neil penasaran karena tidak ingin bosnya kecewa.


" Jangan di tengah kota, aku ingin ada view yang sejuk jauh dari keramaian tapi dengan fasilitas lengkap."


"Baik, akan segera saya siapkan. "


Ada lagi bos?


Neil bertanya lagi.


"Kau atur minggu ini Kia harus ikut denganku pergi ke rumah itu. "


Perintah Mr. Lee lagi karena ingin memberi kejutan buat Kia.


Mendengar perintah bosnya, Neil langsung menghubungi agen perumahan. Tidak lama baginya untuk menemukan yang dia cari. Hanya butuh waktu sebentar dan rumah itu pun sudah siap. Bos besar hanya tinggal memilih saja mana yang dia suka.


Ada gerakan kecil di sofa yang membuat Mr. Lee dan Neil menoleh padanya. Kia bangun dari tidurnya, wajahnya masih terlihat kebingungan. Ya dia ketiduran dari tadi.


"Astaga, aku ketiduran. Gawat kalau Tuan Lee melihat bagaimana? "


Kia sudah gusar sendiri tapi memang sudah terlambat, bos besar sudah bangun dan melihat kearahnya bahkan sudah menciumnya saat dia tidur.


"Ahhhh, Tuan maaf.... maafkan saya. saya tertidur, saya tidak sengaja. maafkan saya tuan."


OMG Kia gelapan dengan tingkahnya sendiri. Dia langsung bangun dari duduknya dan langsung merapikan bajunya.


Mr. Lee yang melihat itu tersenyum tipis berusaha menahannya. Melihat wajahnya seperti itu dia seperti ingin menjahilinya.


"Wajahmu saat bangun tidur, menggemaskan sekali. Aku jadi ingin melihatnya lagi.


Mr. Lee menyeringai licik berencana mengerjainya.


" Wah.... wah..... wah.... Sudah berani ya kamu tidur saat bekerja menjagaku. Apa kamu sudah bosan bekerja untukku?


Mr. Lee sengaja memberi penekanan pada kata-katanya.


"Ehmmmm, tidak tuan. Saya bukan seperti itu. Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja.... "


Gelagapan Kia mendengar kata-kata bosnya takut akan dipecat.


"Sudahlah, karena kamu sudah menjagaku kumaafkan. Jangan coba ulangi lagi....


Jawaban Lee seperti angin segar buat Kia. Hatinya sudah merasa tenang, sang bos sudah tidak marah.


" Baiklah, pulanglah dan istirahatlah sekarang. Neil sudah datang......


Lee berkata sepertinya masih tidak rela Kia pergi. Tapi Lee tidak ingin terlalu memaksa Kia. Biarlah pelan-pelan saja katanya dalam hati.


" Baik, tuan. Saya permisi....


Akhirnya Kia pun pergi dari ruangan itu dan pergi meninggalkan hotel. Diluar matahari sudah mulai terbenam. Segera dia memesan ojol untuk mengunjungi kakaknya di resto.


Seperti biasa sepulang bekerja Kia akan mengunjungi resto kakaknya. Kia membantu kakaknya di resto meski hanya sebentar. Mereka pulang bersama dari resto setiap hari.


Seminggu kemudian.....


Rencana seminggu yang lalu sudah terlaksana. Rumah yang dipesan Mr. Lee sudah siap seperti apa yang di inginkannya. Hanya menunggu wanita yang akan diajaknya pergi kesana untuk pertama kalinya. Lee memang berharap itu akan menjadi rumahnya kelak bersama Kia merajut kebahagian. Impian terbesar Lee selama ini meski belum terlaksana sampai sekarang.


Mobil Mr. Lee sudah melaju menuju rumah Kia. Karena ini akhir pekan, dia ingin memberi kejutan buat Kia. Sengaja dia tidak memberi tahu kedatangannya. Tapi Mr. Lee tahu, kalau Boy tidak ada di rumah. Dari siapa lagi, pasti orang yang bertugas setiap hari mengawasi rumah Kia. Akhirnya mobilnya pun sampai.....


"Ting tong..... ting tong....."


Suara bell berbunyi yang membuat seseorang yang sedang bersantai di dalam kamarnya segera turun untuk membuka pintu.


"Jeglek.... "


Pintu pun terbuka, Kia kaget melihat kedatangan bosnya. Tidak percaya lalu menutup pintunya kembali. Diam sebentar lalu dibuka lagi pintu itu.


"Tuan..... Tuan Lee.... Aa.... ada apa kemari? "


Kia gelagapan melihat bosnya datang. Dia mundur langsung ketika Lee berusaha masuk. Yah telat, bosnya sudah masuk ke dalam.


"Ehmmmm, bersiaplah sekarang. Ikut aku dan jangan membantah.


Perintah Lee sudah tidak bisa di tawar lagi.


" Tapi tuan, kita mau kemana? "


Kia memaksa bertanya tapi tidak didengar bosnya.


"Aku hitung sampai 10, kalau tidak aku seret sekarang juga!


Perintahnya lagi, tapi sebelum Mr. Lee menghitung Kia sudah berlari keatas untuk bersiap.


Lee melihat wajah Kia yang cemas, merasa terhibur. " Aish, apa aku keterlaluan ya?


Beberapa menit kemudian Kia turun dengan baju santainya. Karena ini hari minggu, jadi dia tidak berpakaian formal. Dengan riasan wajahnya yang natural, bibirnya yang merah muda membuatnya terlihat cantik dan manis.


Lee melihat Kia menuruni tangga, terpesona hingga matanya tidak berkedip.


"Cantik.... "


Refleks suaranya keluar begitu saja yang akhirnya terdengar Kia. Wajah Kia pun merona malu diperhatikan Mr. Lee.


Lee tersadar dari pesona Kia, lalu memilih berpaling dan segera keluar. Kia merasa heran ada apa dengan bosnya. Akhirnya Kia mengikuti langkah Mr. Lee.


Di mobil sudah ada Neil yang menunggu dari tadi. Melihat bosnya berjalan beriringan dengan Kia, dia tersenyum tipis.