
Matahari sudah tidak terlihat dan mulai berganti malam. Lee meninggalkan kantornya segera menuju kediamannya. Pikirannya tidak fokus setelah selesai rapat tadi siang. Yang dia pikirkan hanya wajah istri tercintanya. Lee tidak ingin berlama-lama meninggalkan istrinya. Setelah menikah Lee lebih posesif terhadap Kia. Karena banyak kejadian yang tidak terduga sebelum mereka menikah.
Kantor Lee berada di pusat Kota Seoul. Tidak butuh waktu yang lama akhirnya dia sampai di rumah. Di depan rumah sudah ada Kepala pelayan Song yang menyambut kedatangannya.
"Selamat malam Tuan! "
Katanya ramah dan menunduk hormat pada Tuan Lee.
"Malam, di mana istriku? "
Tanya Lee yang belum melihat istrinya.
"Nyonya Muda di atas Tuan, sedang menunggu Tuan untuk makan malam "
Jawab Pak Song.
"Hemm, baiklah aku ke atas dulu. Siapkan saja, nanti kami akan turun! "
Kata Lee.
Lee mempercepat langkahnya menaiki anak tangga. Dirinya sudah tak sabar bertemu sang pujaan hati. Rasa rindu yang tidak bisa di bendung lagi. Perasaan cintanya yang besar tidak bisa dia sembunyikan. Lee ingin selalu bersama istrinya setiap saat. Mungkin saja ini adalah efek sebagai pengantin baru yang tidak ingin terpisah jauh walau hanya sebentar.
Lee menghentikan langkahnya di depan pintu, mengambil nafas agak dalam. Nafasnya terengah-engah karena langkah kakinya yang cepat untuk naik ke lantai dua.
"Ceklek "
Pintu di buka perlahan.
Terdengar hanya sayu-sayu suara nafas Kia dari balik selimut. Istrinya sedang menikmati tidurnya karena terlalu lama menunggu Lee pulang.
Lee mendekat dan duduk di sampingnya. Lee menghela nafas melihat istrinya tidur dengan nyenyak. Dibelai lembut rambut hitam panjang istrinya yang terurai. Jika di dalam kamar Kia tidak akan memakai hijabnya. Lee memperhatikan wajahnya dalam. Hanya dengan menyentuh istrinya miliknya yang tersembunyi sudah menegang.
"****, hanya menyentuh rambutnya saja. Kenapa aku langsung terangsang? Istriku menjadi candu ku yang hebat. Aku harap tidak ada laki-laki yang berpikir sama sepertiku"
Umpat Lee dalam hati.
"Sayang? Kau sudah datang? "
Kia terbangun saat merasakan sentuhan pada rambutnya.
"Iya baru saja. Kenapa sudah tidur? Ayo kita makan sayang. Tapi aku mandi dulu ya! "
Kata Lee.
'Uahemmmm, baiklah. Aku juga lapar "
Jawab Kia menguap sambil menutup mulutnya dan segera duduk bersandar.
Lee masuk ke dalam kamar mandi memulai ritual mandinya. Sepuluh menit kemudian dia keluar dengan wajah yang terlihat segar. Rambutnya yang basah menambah nilai plus.
Kia yang melirik ke arah suaminya langsung terpesona melihat wajah tampannya dengan rambut yang basah menetes ke setiap lekuk tubuhnya. Perut sixpax yang mulus sedikit berotot tapi terlihat kekar. Kia mencoba menelan ludahnya yang hampir menetes. Kia langsung memalingkan wajahnya, tidak tahan dengan godaan di depannya.
Sedangkan Lee melihat istrinya dengan bingung dan muncul ide jahil di otaknya.
Lee mendekat perlahan dan mengibaskan rambutnya yang masih basah ke wajah Kia.
" Ahhhhh sayang hentikan. Aku basah nih, ihhhh sayang dingin! "
Terdengar nada manja membuat Lee langsung menerkam istrinya.
"Cup...cup...cup...ummmmmhhhh"
Lee mencium leher jenjang istrinya yang putih mulus. Kia merasakan sentuhan bibir suaminya. ******* tertahan dan menggigit bibirnya. Tubuhnya bergetar karna Lee berpindah posisi dan langsung mencium bibirnya. Kia mendorongnya keras tapi tenaganya tidak cukup menahan tubuh Lee.
"Sayang, kau buat aku menahannya semalaman. Kau tertidur dengan pulas, jadi kau harus membayarnya sekarang juga! "
Kata Lee langsung mencium bibir istrinya sedikit kasar. Rasa panas sudah membakar tubuhnya. Lee sudah tak tahan dengan hasratnya yang memburu. Dia tidak akan membuat istrinya tidur dengan tenang malam ini.
"Sayang aku lapar! "
"Sayangku, junior juga sangat-sangat kelaparan dari tadi ingin memakanmu. Biarkan dia makan dulu ya? Please honey?!! "
Bujuk Lee memelas dengan wajahnya yang sudah merah menahan hasratnya.
Kie manatap wajah tampan itu dengan intens, mata yang sudah berkaca-kaca dan pipi yang merona membuatnya tidak tega.
"Cup, ummmmm! "
Kia langsung menyambar bibir Lee, menciumnya lembut. Lee yang terkejut tidak ingin kalah. Bibirnya membalas ciuman itu dengan rakus. Lidahnya menelusup bermain lebih dalam lagi. Rasa panas membara, sekujur tubuhnya menegang menikmati permainannya. Kia mulai terlena dengan sentuhan bibir Lee, apalagi tangan Lee sudah menelusuri d*** yang tambah montok menurutnya. Jari jemarinya sudah ahli menyusuri tiap inci tubuh Kia. Memberi rangsangan hebat sehingga membuat Kia tak sadar bahwa tubuhnya sekarang sudah polos. Baju yang di pakainya sudah teronggok di lantai. Permainan panas berlanjut sampai mereka berdua mencapai pelepasan itu.
Setelah menyelesaikan makanan pembuka tadi, mereka sekarang menikmati makan malam berdua duduk di meja makan. Rasa lapar yang sudah di tahan, membuat Kia makan dengan lahap begitupun Lee. Mereka makan dengan tenang, sambil melirik dan saling membalas senyum.
Pelayan yang melihat tingkah laku Tuan dan Nyonya muda itu saling melempar senyum dengan pelayan lain.
"Aish, pengantin baru buat iri aja. Wajah mereka berdua merona, sepertinya mereka bersenang-senang sebelum makan. Pantas aja kami menunggu begitu lama. Hahh, mereka baru turun "
Bisik pelayan itu yang berdiri agak jauh, sambil menunggu bosnya selesai makan.
Setelah menghabiskan makan malam mereka menghabiskan waktu di kamar sampai esok hari.
Pagi hari Lee bersiap berangkat ke kantor. Kia menyiapkan kebutuhan suami seperti kemeja dan jas yang sudah siap dia atas tempat tidur. Setelah Lee memakainya, Kia dengan sigap memasangkan dasi warna senada seperti jas yang dipakai. Lee menatap istrinya dengan lembut, bibirnya tersenyum manis menerima perhatian dari istrinya. Memang menikah itu pilihan terbaik dalam hidupnya. Ada yang mengurus semua kebutuhannya terutama kebutuhan biologisnya.
"Cup "
Sekilas Lee mencuri perhatian Kia dan mengecup bibirnya.
"Ah, sayang diamlah sebentar "
Kia kesal.
"Sayang? "
Panggil Lee.
"Ehhmmm, ada apa? jangan mulai lagi ah. Ini masih pagi dan kau masih kurang? "
Jawab Kia ketus.
"Iya, buatku selalu kurang sayang. Aku masih belum dan tidak akan puas hanya untuk dirimu sayang!"
Kata Lee menggoda.
"Gombal ! "
Jawab Kia.
"Tidak, aku serius sayang. Aku hanya milikmu seorang, dan kau juga hanya milikku tidak ada yang boleh memilikimu!!! "
Jawab Lee tegas.
"Baiklah... baiklah sayang aku tau itu. Aku hanya milikmu okaaayyy!! "
Kia mendengus sebal menarik dasi yang terpasang dengan kencang
"Eh...eh..eh...Sayang.... sakit ni! "
Teriak Lee saat lehernya yang terasa sesak.
Kia melonggarkan dasi itu setelah melihat Lee kesakitan. Kia tertawa riang melihat ekspresi suaminya. Tumben dia mengerjai suaminya dan rasanya menyenangkan.
"Sayang, nanti datanglah ke kantor dan kita makan siang bareng ya. Sopir akan mengantarmu kesana"
Ucap Lee.
"Baiklah sayang! "
Jawab Kia.