
Setelah mengetahui siapa Malik, Lee menyusun rencana baru untuk segera mendapatkan Kia kembali. Saingan baru yang tidak boleh dianggap remeh menurutnya.
Kebetulan minggu ini ada rapat di luar kota, sehingga Lee bisa melaksanakan rencananya mendekati Kia. Semua Jadwal sudah di atur asistennya Neil. Karena lokasinya tidak jauh, hanya di kota Yogyakarta. Mereka tidak menggunakan pesawat pergi kesana, sengaja pergi dengan mobil saja. Semua rencana Mr. Lee tersusun rapi di tangan Neil. Andai terjadi sesuatu besok itu diluar dugaan.
"Neil, hubungi Kia sekarang. Besok Kita berangkat."
" Baik tuan..... "
Neil segera menghubungi ponsel Kia. Lama menunggu akhirnya diangkat juga.
"Halo tuan Neil, ada apa?
" Maaf sebelumnya nona, ada perintah dari Tuan Lee agar and bersiap untuk besok. "
"Apa? besok ada apa tuan?
Tanya Kia penasaran ada apa sich besok juga ketemu di kantor.
"Maaf nona, besok anda akan menemani Tuan Lee ke luar kota selama seminggu. Ada rapat mendadak.....
Jelas Neil lagi.
"Ta... tapi tuan? apa saya harus ikut?
Kia sudah bingung bagaimana harus menolak pergi, ragu-ragu tapi ini perintah Tuan Lee.
" Maaf nona, ini perintah Tuan Lee. Anda harus bersiap dan besok pagi saya akan menjemput anda.
Kata Neil tegas tanpa ada penolakan karena ini adalah perintah. Kemudian Neil memutus telvonnya.
Kia sudah putus asa, apa yang harus dia jelaskan pada kakaknya nanti. Yah dia harus jujur, karena ini berhubungan dengan pekerjaannya. Dia tidak bisa menolak perintah bosnya.
Kebetulan saat ini Boy ada di dekatnya nya. Mereka duduk di sofa ruang tamu sedang bersantai. Boy yang mendengar kemudian bertanya.
"Ada apa Kia?
" Ehm, ini kak.....
Besok Kia harus keluar kota karena ada rapat. Dan.... Kia harus ikut kak...
Ragu-ragu Kia menjelaskan takut Boy salah paham dan marah.
Boy terdiam berusaha berpikir apakah ini rencana Tuan Lee. Boy tahu pasti tidak sesederhana itu. Tuan Lee pasti sengaja mengajak Kia keluar kota. Dia tahu Lee bukan orang yang mudah menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Hahhhhhh..... baiklah, pergilah....
tapi jika ada sesuatu segera hubungi kakak.... Jaga dirimu disana Kia.
Akhirnya Boy setuju dan membiarkan Kia pergi....
Jawab Kia segera berlalu untuk mempersiapkan kepergiannya besok.
Keesokan harinya.....
Sesuai yang dijadwalkan, mobil Lee sudah tiba di depan rumah Kia. Kia sudah menunggu kedatangan mereka di depan rumahnya. Neil turun dari mobil mendekat ke arah Kia untuk mengambil koper yang dibawa Kia dan memasukkannya ke dalam bagasi.
Di dalam mobil sudah ada Lee yang setia menunggu pujaan hati dengan sabar. Senyumnya mengembang melihat Kia yang datang menghampirinya. Saat Kia masuk ke dalam mobil, Lee langsung merubah wajahnya diam tanpa menoleh pada Kia.
" Selamat pagi tuan Lee..... "
Sapa Kia dengan senyum manisnya.
"Hemm, selamat lagi....
Jawab Lee acuh masih tidak menoleh Kia. Tapi saat Kia melihat keluar jendela, Lee meliriknya dan tersenyum tipis.
Perjalanan panjang pun dimulai hari ini. Suasana di dalam mobil sangat tenang, tidak ada yang membuka suara. Mereka larut dengan pikiran masing-masing. Kia merasa canggung duduk disamping Lee, apalagi dengan waktu berjam-jam lamanya. Dia sedikit melirik kearah bosnya tapi segera melempar pandangannya keluar jendela. Takut dengan tatapan bosnya jika tersadar.
Lee yang sadar dengan tatapan Kia tadi tersenyum senang. Merasa perjalanannya mungkin tidak akan sia-sia. Misinya adalah memenangkan Kia kembali ke sisinya. Lee yakin Kia masih mencintainya, dan diapun masih setia menunggu Kia.
Sang sopir hanya melirik mereka sesekali tapi tetap fokus ke arah depan. Tersenyum tipis saat melihat tingkah laku dua orang dibelakangnya.
" Ck.. ck... ck....
Kapan mereka akan bicara, sangat membosankan. Bisakah mereka bersikap mesra sedikit, biar ada tontonan gratis.
Neil berdecak dalam hatinya merasa bosan dan mengantuk.
"Maaf tuan, kita istirahat di rest area dulu. "
Kata Neil yang sudah memberhentikan mobilnya di rest area. Sekalian mengisi bahan bakar yang sudah menipis.
"Hemmm, baiklah. "
Lee segera turun dari mobil. Kebetulan di rest area terdapat resto yang menyajikan berbagai macam hidangan. Kia pun turun mengikuti langkah Tuan Lee. Mereka menghampiri salah satu tempat makan.
Karena merasa lapar mereka bertiga menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti Batagor, Siomay ada juga Gado-Gado. Untuk seorang Lee makanan seperti itu tidak asing lagi. Jadi dia masih bisa menikmatinya. Mereka makan dalam diam tidak ada yang bersuara.
Sejam kemudian mereka selesai dan melanjutkan perjalanan yang masih terasa panjang. Kia terlihat lelah dan mengantuk. Tanpa sadar dia sudah tertidur sambil bersandar di kursinya. Lee melirik, memastikan apa Kia benar-benar tertidur. Terdengar nafasnya yang lembut. Lee perlahan menyentuh wajahnya, memperhatikan sejenak. Yang di sentuh tidak bergerak, hanyut dalam mimpinya.
Akhirnya Lee merebahkan kepala Kia bersandar pada bahunya. Masih meletakkan tangannya di wajah Kia, akhirnya Lee pun tertidur dan hanyut dalam mimpi.
Neil melihat dari spion, kemudian tersenyum. Bosnya mengambil kesempatan disaat Kia tertidur. Mereka tidur sambil bersandar satu sama lain. Pemandangan yang indah dan jarang-jarang Neil melihat bosnya dan Kia seperti ini.
Sepanjang perjalanan menuju kota Yogyakarta, Lee dan Kia tidur dalam keheningan. Mereka berdua merasakan ketenangan. Tanpa sadar Lee sudah menggenggam tangan Kia erat. Kia juga merasakan kehangatan itu, bermimpi bergandengan tangan dengan Lee menyusuri pantai yang indah, menikmati Sang surya mulai tenggelam. Menggenggam tangan Lee, tersenyum saling memandang, dia merasa bahagia sekali, masih belum ingin bangun dari mimpinya. Begitu pula dengan Lee yang masih bermimpi bersama Kia.