I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Mandi Bersama



"uhhhhhh"


Terdengar suara Kia menggeliat dalam tidurnya. Terasa sakit sekujur tubuhnya setelah kejadian semalam. Matanya masih terpejam belum sadar sepenuhnya.


Tubuhnya masih bolak balik di atas kasur yang empuk. Di sampingnya Lee sudah bangun dari tadi. Tapi masih memperhatikan istrinya yang masih menikmati tidurnya. Bibirnya tersenyum melihat istrinya ada di sampingnya. Impiannya menikahi Kia sudah terwujud. Rasa bahagia menjadi sepasang suami istri sungguh benar-benar luar biasa.


"Cup"


Dikecupnya lembut kening istrinya


Tapi Kia juga masih belum bangun.


"Cup"


Sekarang bibir manisnya yang di kecup juga belum bangun.


Lee yang iseng langsung mengecup leher Kia yang membuatnya mengerjapkan matanya terkejut dan bangun dari tidurnya.


"Lee? "


Tanya Kia.


"Hei sampai kapan istriku akan tidur? lihatlah ke jendela! "


Kata Lee tersenyum.


"Astaga, ini sudah jam berapa? aku kesiangan. Aku mandi dulu! "


Kata Kia langsung bangun dari tidurnya. Tanpa dia sadari terlihat tubuh polosnya tanpa sehelai benang pun.


Lee terkejut saat melihat tubuh polos Kia yang sudah memiliki stempel dirinya.


Bibirnya tersenyum sekaligus terkejut.


"Sayang, apa kau sengaja menggodaku sekarang? "


Tanya Lee tersenyum licik.


Kia yang bingung lalu sadar saat melihat dirinya yang polos.


"Ahhhhhhhh, Lee jangan lihat kesini! "


Teriak Kia langsung masuk ke dalam selimut lagi. Kia menyembunyikan seluruh tubuhnya, malu sudah rasanya.


Lee tertawa terbahak-bahak.


"Ha... ha... ha.... ha.... ha.... ha. Sayang kenapa sembunyi? aku sudah melihat semuanya semalam. Sudahlah cepat bangun ayo mandi! "


Kata Lee menarik selimutnya.


"Tidak, aku malu. Kau mandilah dulu, aku.... aku akan mandi setelah itu! "


Saut Kia yang masih bicara dalam selimut.


Lee tidak mau mandi sendirian, dia ingin bersama istrinya. Lalu di tariknya selimut itu sampai memperlihatkan tubuh Kia yang meringkuk.


"Ahhh.... tidak, jangan sayang. Cepat turunkan aku. Aku akan mandi sendiri! "


Teriak Kia masih menutup wajahnya.


Lee yang sudah menggendong tubuh polos Kia langsung membawanya ke dalam kamar mandi. Kia berhenti bicara dia merasa malu. Lalu mereka berdua masuk ke dalam bath up yang sudah terisi air hangat.


"Hei, sampai kapan kau menutup wajahmu? lihat wajahmu sudah merah? cepat buka sayang? "


Kata Lee.


Kia menurut dan melepaskan tangannya. Dia menunduk malu tidak berani memandang suaminya.


"Lihatlah, angkat wajahmu apa aku menyeramkan? sini aku akan menggosok tubuhmu. Balikkan tubuhmu! "


Perintah Lee lembut.


Kia menuruti suaminya dan berbalik. Lee mulai menggosok punggung Kia dengan sabun. Kia masih malu dengan suaminya. Ini pertama kalinya mandi bersama, jantungnya berdebar kencang.


"Sayang, apa kau bahagia? "


Tanya Lee memeluk tubuh istrinya.


"Hemmm.... aku bahagia selama itu bersamamu! "


Jawab Kia membuat Lee tersenyum.


Wajah Kia merona dengan ucapannya sendiri. Jantungnya juga berdebar-debar sangat cepat.


"Aku sangat mencintaimu, dulu sekarang dan sampai akhir nanti. Aku akan selalu membuatmu bahagia selamanya! "


Ucap Lee lembut di telinga istrinya.


"Aku juga akan selalu mencintaimu sampai akhir hidupku, suamiku! "


Kata Kia mengejutkan Lee.


Lee membalikkan tubuh Kia menghadapnya. Saat ini mata mereka bertemu. Tentu saja Kia kaget dengan ekspresi Lee.


"Katakan lagi? "


Suruh Lee buat Kia bingung.


"Apa? "


Tanya Kia.


"Kata yang terakhir, kau panggil aku apa sayang? "


Kata Lee.


"Suamiku? "


Tanya Kia.


Lee menganggukkan kepalanya. Hatinya merasa senang saat Kia memanggilnya seperti itu.


"Baiklah suamiku. Suamiku sayang"


Lee langsung memeluk tubuh Kia.


"Terima kasih sayang, i love you! "


Kata Lee senang.


"I love you too "


Jawab Kia.


Lama mereka mandi hampir satu jam. Mereka berdua mandi bersama sebagai pengantin baru. Setelah malam pertama yang tidak akan pernah mereka lupakan. Saat ini mereka menyegarkan tubuh yang lelah setelah bekerja semalam.


Lee mengendong tubuh Kia yang sudah tertutup jubah mandinya. Memperlakukannya dengan lembut karna Lee tahu tubuh istrinya sedikit sakit karena dirinya. Lee memanjakan istrinya dengan sayang. Mengeringkan rambut hitam panjang istrinya dengan handuk dan hair dryer. Mereka bergiliran melakukannya.


"Sayang, bulan madu ingin kemana? "


Tanya Lee.


"Ehm, terserah suamiku saja. Kemanapun aku akan senang selama ada suamiku tersayang! "


Kata-kata Kia membuat Lee tersenyum merekah.


"Baiklah, kita ke Bali saja dulu. Aku belum pernah kesana. Selanjutnya dari sana kita langsung ke Jepang. Bagaimana sayang?"


Tanya Lee.


"Baiklah sayang, aku juga ingin ke Bali. Bolehkan Kia menjenguk paman di sana? "


Tanya Kia.


"Tentu saja sayang "


Jawab Lee.


Suara bahagia terdengar dari kamar pengantin baru. Orang-orang yang lewat depan kamar mereka ikut senang mendengarnya.


Yujin dan Boy bertemu saat lewat di depan kamar Lee.


"Kak Boy mau kemana? "


Tanya Yujin.


"Aku ingin bertemu Kia, aku akan pulang sekarang"


Jawab Boy.


"Apa? cepat sekali kak? apa tidak menginap dulu beberapa hari di sini? "


Tanya Yujin.


"Maaf Yujin, ada yang harus aku urus di resto. Aku tidak mau mengganggu pengantin baru di sini"


Kata Boy sengaja berbohong.


Sebenarnya dalam hati Boy masih ingin tinggal. Tapi ada orang tua Yujin, dia merasa tidak enak hati. Jadi Boy memutuskan untuk pulang hari ini.


Lee dan Kia yang mendengar suara Boy dan Yujin langsung membuka pintu kamar mereka. Yujin terkejut melihat kakaknya keluar kamar.


"Wah... wah.... pengantin baru sudah keluar. Lihatlah matahari sudah terik, apa semalam menyenangkan kak? "


Tanya Yujin mencibir.


Kia yang mendengar itu langsung memerah. Sedangkan Lee menjitak kening adiknya.


"Ishhhh.... sakit kak. Kakak ipar lihat, suamimu jahat! "


Teriak Yujin menggosok keningnya yang sakit.


Boy hanya tersenyum melihat tingkah Yujin. Menatap gadis itu, jantungnya berdebar melihat tingkah Yujin yang imut menurutnya.


"Sial, ada apa denganku? hei berhentilah melihatnya! "


Batin Boy memaki.


"Kak Lee, bujuklah Kak Boy dia akan pulang hari ini. Jangan biarkan dia pulang sekarang. Aku ingin mengajaknya jalan-jalan dulu menikmati alam di sini. Yah Kak? "


Tanya Yujin memegang tangan kakaknya memaksa.


"Ayolah Kak, bantu aku sekarang! "


Bisik Yujin.


Lee sadar permintaan adiknya, Kia yang ada di belakang juga menarik baju Lee agar mengiyakan. Lee pun mengerti apa yang mereka berdua mau.


"Boy, tinggallah di sini beberapa hari. Besok aku akan pergi berbulan madu. Ajaklah Yujin jalan-jalan. Aku belum sempat mengajaknya berkeliling. Gimana Boy? "


Tanya Lee.


"Iya Kak Boy, temani Yujin selama kami pergi"


Kata Kia membujuk kakaknya.


Boy yang tak enak hanya pasrah dengan permintaan mereka.


"Baiklah "


Jawab Boy.


"Hore, terima kasih Kak Boy! "


Jawab Yujin langsung memeluk Boy.


Boy terkejut saat Yujin memeluknya. Lee dan Kia tersenyum melihat tingkah Yujin.


"Ehmmm"


Lee berdehem menyadarkan Yujin.


"Ahhhh, maaf kak aku terlalu senang. He.... he... he"


Jawab Yujin cengengesan.