
Lee menatap yoona dengan wajah yang dingin, tidak biasanya Lee seperti ini apalagi karna seorang wanita yang baru dia kenal. Yoona mengerti wajah Lee yang dingin tapi dia masih berpura-pura tidak ada yang terjadi .
"Berhenti berpura-pura bodoh yoona, aq tau apa yang sudah kau lakukan kepada kia. Kenapa kau mencarinya? apa salahnya padamu sampai kau menamparnya?". kata Lee bertanya.
" Ha... ha... ha... ha... ha.... Lee ada apa mengapa kau peduli padanya? dia bukan siapa-siapa. Justru aq yang harus bertanya, ada hubungan apa kau dengannya? kau jalan berdua dengannya kemarin apa itu kurang jelas! ingat Lee kau adalah pacarku dan kita sudah dijodohkan oleh orang tua kita dan sebentar lagi kita akan menikah!". kata yoona sambil tertawa sinis.
"Itu bukan urusanmu, hubungan diantara kita hanya terpaksa dan kau tau itu. Kapanpun aq bisa memutuskan hubungan kita. Mulai sekarang kita tidak punya hubungan apa-apa lagi. Aku akan memberitahukan hal ini pada papaku. Ingatlah satu hal yoona........ sekali lagi kau menyentuh sehelai rambut Kia, aku tidak akan segan lagi padamu. camkan itu baik-baik". Lee berkata dengan wajah yang menakutkan kemudian pergi meninggalkan yoona sendiri di apartemennya.
" Sialan...... Brengsek kau Leeeeeeee......" teriak yoona.
"Kita lihat saja nanti Lee, aq akan menghancurkan wanita itu. Sampai kapan kau bisa melindunginya. Ha... ha.... ha... ha.... ha....." ancam yoona. Yoona tertawa sendirian, dia mulai merencanakan sesuatu yang jahat kepada kia.
Kediaman Lee.....
Kia akhirnya terbangun dari tidurnya, dia merasa jauh lebih baik. Kemudian kia duduk di balkon kamar yujin. Dia menatap jauh keluar sambil termenung memikirkan kejadian yang menimpanya. "Ya Tuhan kenapa ini terjadi padaku, bukan ini yang aq inginkan. Aq sudah berusaha membuang perasaanku pada kak Lee, tapi kenapa hatiku berkata lain. Apa aq sudah jatuh cinta padanya? ". Kia berkata dalam hatinya dan mengingat kejadian kemarin juga hari ini.
" Ceklek..... "suara pintu terbuka tapi kia tidak mendengarnya. Lee mencari-cari keberadaan kia. Lee melihat kia ada di balkon lalu berjalan mendekatinya.
Kemudian Lee memeluk kia dari belakang, kia terkejut tapi tidak berani menoleh karena dia tau siapa yang memeluknya. " Deg.. deg... deg... deg..... "suara detak jantung kia tidak beraturan. Begitupun dengan Lee, mereka berusaha menahannya satu sama lain. Ada rasa bergejolak diantara mereka. " Maafkan aq kia, aq bersalah karena membuatmu berada di situasi yang sulit. Aq tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dirimu lagi. Tolong beri aku kesempatan sekali saja kia, aq akan membahagiakanmu. Aq sungguh mencintaimu !!! ". Kata Lee dengan suaranya yang lembut. Kata-kata Lee Membuat kia merasa tersentuh. Belum ada lelaki manapun yang membuatnya seperti ini. Karna ini adalah cinta pertamanya........
Kia tidak menjawab perkataan lee, dia bingung harus menjawab apa. Karna dia tau seperti apa posisinya saat ini, ya sebagai orang ketiga. Kemudian Lee membalikkan tubuh kia dan akhirnya mereka saling menatap. Sungguh Lee terkejut melihat kia yang sudah berlinang air mata." Ada apa kia? apakah kata-kata ku ada yang salah? jawab kia!! " ucap Lee bersedih melihat kia menangis. Kia hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak tau harus berkata apalagi. Kemudian Lee menarik dagu kia dan ..... "cup"...... Lee mencium kia dengan sangat lembut, ya ini ciuman pertama buat kia dan Lee. Kia merasakan ciuman lembut dari lee, terbuai dengan ciuman Lee. Lee ******* bibir 👄 kia yang merah dan sexy. Terasa manis buat Lee dan dia menyukai rasa itu. Kia mulai mengikuti setiap gerakan bibir lee yang mulai bergairah. Sungguh ciuman pertama mereka yang panas. Lama mereka terbuai dengan perasaan mereka, rasanya melambung keluar dari tubuh mereka. Hati Lee merasa bahagia karna kia membalas ciumannya. Lee terus memburu bibir kia tanpa jeda, nafas mereka tak beraturan. Lee menggiring kia ke atas kasur yang empuk. Mereka tidak berhenti berciuman justru mereka semakin hanyut ke dalam pelukan yang hangat. Kemudian Lee melepas ciumannya, mereka terengah-engah. Wajah mereka sudah merah merona. Sungguh pengalaman yang menghanyutkan. Kalau diteruskan entah apa yang terjadi dengan mereka. Lee tersadar atas perbuatannya dan meminta maaf. " Maafkan aku kia, aq tidak bisa menahannya. Aq sungguh mencintaimu kia".
Kia masih membisu, hanya bisa menunduk malu. Dia tidak berani menatap mata Lee. "Tolong kia jawab aq, apa kau marah? ". tanya Lee.
" Tidak kak!" jawab kia singkat.
"Baiklah aq tidak akan memaksamu lagi, aq akan menunggumu........ kata Lee sambil mendekap erat tubuh kia. Detak jantung mereka saling bertautan. Sungguh perasaan lega yang ada di hati mereka berdua. Tapi kia belum mengungkapkan perasaannya pada Lee. Dia belum siap, karna masih ad sedikit keraguan di hatinya.
" Kia aq akan selalu menjagamu, baik itu yoona atau siapapun juga yang menyakitimu. Aku akan selalu melindungimu ". Ucap Lee yang membuat kia merasa tenang.
Malam pun tiba, Lee mengantarkan kia sampai ke apartemen kakaknya. Lee takut yoona akan berbuat nekat lagi. Lee tau yoona seperti apa, wanita yang terobsesi dengannya sejak dulu. Karna perjodohan Lee harus terpaksa mengikuti perintah papanya. Tapi tidak sekarang, Lee sudah menemukan cintanya dan dia akan memperjuangkannya walau harus melawan papanya.
" Cepatlah naik, nanti boy mencarimu". kata Lee terseyum dengan wajah tampannya. "Baiklah, Terima kasih sudah mengantarku! " jawab kia.
Lee melihat kia masuk ke dalam apartemen, setelah bayangannya menghilang dia pun pergi.
Sebelum pergi Lee menghubungi asistennya.
"kring... kring... kring... ". terdengar suara ponsel dari asisten Lee. Orang itupun bernama Niel....
" Hallo, ehm ada tugas apa bos? ". tanya Niel dengan sigap.
" Niel tugas kamu sekarang awasi gerak-gerik yoona, aq tau dia akan melakukan sesuatu terhadap Kia. Tolong kamu awasi dia dan laporkan padaku. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk, karna aq tau yoona seperti apa. Dan minta anak buahmu yang lain jaga Kia dari jarak jauh. Jangan sampai Yoona menyakitinya!!" . perintah Lee pada asisten kepercayaannya.
"Siap bos laksanakan!! ". jawab Niel.
Niel berpikir sebentar berusaha memutar otaknya. Dia memang tidak suka dengan yoona, wanita yang sombong itu. Niel tersenyum licik. " Yoona oh yoona...... ternyata ada saatnya Lee membuangmu". kata Niel.
Akhirnya Niel mulai menugaskan anak buahnya untuk mengawasi Kia di apartemennya. Sedangkan Niel sendiri pergi untuk mengawasi yoona sendiri dari dalam mobilnya. Lama menunggu kemudian Yoona terlihat keluar dari apartemen dengan mobilnya. Yoona pergi ke sebuah kafe yang tidak terlalu besar. Terlihat dia sedang bertemu salah seorang pria muda. Niel menyamar dengan menggunakan sebuah topi dan masuk ke kafe itu. Niel melihat ada kursi kosong dibelakang Yoona, kemudian duduk disana agar dapat mendengar percakapan mereka dengan jelas......