I Love You, Oppa....

I Love You, Oppa....
Malam Pertama



Pernikahan sudah selesai dan berjalan dengan sangat sempurna. Semua orang yang hadir ikut bahagia merasakan kebahagian Lee dan Kia. Semua orang membubarkan diri setelah acara resepsi selesai. Keluarga Lee kelelahan dan masuk ke dalam kamar-kamar yang sudah di siapkan untuk mereka. Begitu pula Boy menginap di sana karena sudah terlalu larut untuk pulang. Kediaman baru Lee sangat besar dan cukup untuk menampung mereka.


Pasangan baru sudah ada di dalam kamar pengantin sekarang. Saat ini adalah malam pertama yang akan mereka lalui dengan penuh cinta.


Malam pertama, sebuah momen romantis yang pantas dikenang. Di mana Lee dan Kia bersatu dalam nama cinta, dengan suasana romantis. Diterangi pendaran lilin aromaterapi, taburan bunga mawar di atas tempat tidur. Malam di mana terasa manis dan membuat gugup plus deg-degan.


"Kak, pergilah mandi lebih dulu! "


Ucap Kia.


"Baiklah, aku juga sudah gerah dari tadi!"


Jawab Lee segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sebelum ritual malam pertama mereka.


Kia masih membersihkan wajahnya di depan cermin. Setelah itu membuka gaun pengantinnya yang melekat terlalu lama di tubuh putihnya. Sebelum Lee keluar dari kamar mandi, Kia sudah selesai mengganti bajunya dengan jubah mandinya. Terdengar suara pintu dari kamar mandi. Lee sudah selesai mandi dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Bagian atas tubuh Lee terekspos sempurna. Tubuh six pack yang sexy dan putih mulus terlihat. Memang tubuh sempurna untuk laki-laki seperti Lee.


"Glek "


Kia menelan ludahnya, mata Kia ternoda, bibirnya hampir menganga karena terkejut.


"Mandilah, aku sudah selesai "


Ucap Lee membuyarkan lamunan Kia.


Kia buru- buru masuk ke dalam kamar mandi. Lee menatap heran ada apa dengan istrinya.


"He... he... he... sepertinya wajahnya merona barusan. Apa dia malu padaku? Aku akan menggodamu sebentar lagi sayang! "


Kata Lee tersenyum licik.


Perasaan Kia campur aduk, malam ini akan seperti apa dia tidak bisa membayangkannya. Saat melihat Lee tadi sudah membuatnya gugup. Kia langsung menyiram tubuhnya dengan air untuk mendinginkan kepalanya.


"Bagaimana ini? aku kenapa gugup sekali. OMG sekarang malam pengantin, apa yang harus aku lakukan? "


Batin Kia bergejolak.


Tidak lama dia selesai mandi, Kia bingung akan pakai baju apa. Dia lupa mengambil baju tidur di kopernya. Saat matanya mencari sesuatu ada sebuah gaun malam transparan berwarna hitam di atas rak kamar mandi.


Saat dia memakainya, Kia terkejut dengan tubuhnya yang tembus pandang.


"Ah, kenapa transparan sekali. Siapa yang meletakkan ini ? "


Tanya dirinya sendiri kesal dan malu.


Lee sengaja meletakkan baju tidur itu, dia ingin melihat tubuh istrinya yang sexy. Malam pertama ini Lee ingin membuat kenangan yang tidak akan pernah mereka lupakan semur hidup. Lee sudah menunggu Kia di atas tempat tidur.


"Sayang, apa masih lama? "


Teriak Lee.


"Eh iya se... sebentar lagi Kak! "


Jawab Kia


Lee tahu pasti Kia merasa malu memakai baju itu. Tapi itu yang Lee impikan dan nantikan di malam ini.


Lee mematikan semua lampu. Wangi dari lilin aromaterapi yang spesial dia pesan secara khusus membuat suasananya semakin romantis dan bisa meningkatkan gairah.


"Ceklek"


Suara pintu kamar mandi perlahan terbuka.


Kia terkejut saat keluar sudah ada lilin yang meneranginya di depan kamar mandi. Wanginya membuat Kia merasa tenang dan jantungnya berdebar-debar saat melihat posisi Lee di atas tempat tidur dengan dada terbuka tanpa memakai baju hanya bawahan saja.


"Kemarilah sayang! "


Tangan Lee terulur menyambut Kia.


Kia mendekat perlahan jantungnya terasa ingin terbang keluar. Tubuh sexynya terlihat sempurna dan rambut panjang hitamnya terurai begitu saja. Membuat Lee terpesona tidak bisa mengedipkan matanya.


"Glek...... Deg.. deg.. deg... deg... "


Lee yang tak sabar langsung bangun dan menyambar tangan Kia menariknya ke dalam pelukannya. Mereka terjatuh di atas kasur dengan posisi Kia ada di atas tubuh Lee.


"Sayang, kau cantik.... sexy.... dan tubuhmu sangat wangi. Aku sudah tidak tahan menunggumu dari tadi "


Bisik Lee di telinga Kia.


Wajah Kia merona saat mendengar kata-kata Lee. Kemudian Lee membalikkan tubuh Kia berada di bawah kungkungannya sekarang. Mata mereka bertemu, gairah mereka mulai terlihat. Kia merasakan hembusan nafas Lee yang hangat.


Lee mulai mencium wajah Kia. Dimulai dari pipi kanan dan kiri, kedua matanya, kening, dagu, dan bibirnya. Perlahan merasai bibir Kia yang terasa manis. Terus mencium mulai memainkan lidahnya masuk lebih dalam. Lama mereka melakukannya lalu berhenti untuk mengambil nafas. Terlihat Kia yang tersengal-sengal menerima ciuman Lee yang bertubi-tubi. Melihat wajah Kia yang terpejam, Lee pindah ke bagian telinga. Mengecup lembut dan memberi stempel ke pemilikan di lehernya.


"Kak, aku....."


Suara Kia terengah-engah.


"Panggil namaku sayang"


Kata Lee melanjutkan aksinya menyusuri bagian bawah lehernya.


Tidak butuh waktu lama saat Lee menarik perlahan bajunya.


"Lee.... Lee.... "


Ucap Kia tidak bisa mengontrol desahannya.


"Hemmmm, istriku memang pintar. Terus sayang, aku menyukai suaramu! "


Kata Lee terus mengerjai setiap lekuk tubuh Kia.


Kia menggelinjang, merasakan tubuhnya yang panas. Setiap sentuhan Lee membuat tubuhnya bereaksi. Lenguhan-lenguhan dari bibir sexynya membuat Lee bersemangat melanjutkan aksinya.


Tidak ada lagi yang tersisa di tubuh Kia. Bajunya sudah tergeletak di sembarang tempat karena Lee membuangnya.


Tubuh Kia bergetar kencang, merasakan sentuhan dari bibir Lee yang nakal.


" Lee....... sayang "


Suara Kia membuat Lee bersemangat.


Kia memeluk tubuh Lee erat dan membuat Lee tergoda segera ingin merasakan lebih.


Lee tak sabar ingin melanjutkan lebih. Pertama kali buat mereka, dan Kia pasti akan merasa sakit. Tidak ingin menyakiti istrinya, Lee bertanya pada Kia.


"Sayang, apa kau siap? Aku sudah tidak tahan"


Tanya Lee.


"Hemmmm, Lee sayang aku siap. Cepatlah! "


Kata Kia yang sudah tidak bisa menahannya.


Lee tersenyum mendengarnya, melihat wajah Kia yang merona dengan mata yang hampir terpejam. Perlahan Lee mencoba terus dia mencoba tanpa lelah.


Suara Kia yang mendesah kesakitan.


Peluh membasahi tubuh mereka. Pekerjaan yang cukup melelahkan untuk mereka berdua tapi mereka menikmatinya.


"*Te*rus sayang...."


Terdengar suara Kia yang menikmati walau kesakitan.


"Sayang, aku akan lebih cepat. Tahan ya sayang"


Ucap Lee.


Tidak ada suara lagi, hanya wajah mereka yang terlihat lelah. Sejam berlalu sudah mereka melakukannya. Lee terbaring di samping Kia, Kia kelelahan dan sudah tak ada suara darinya. Lee melihat Kia yang tertidur pulas. Di kecup keningnya dengan lembut dan dia pun ikut memejamkan matanya yang sudah lelah. Lee memeluk tubuh istrinya. Mereka tertidur pulas setelah melewati malam yang penuh gairah. Tubuh polos mereka hanya di tutupi selimut sampai ke atas dada.


Malam yang dingin dengan bulan purnama yang bulat sempurna dan sangat indah menjadi saksi malam pertama mereka.