
"Niel....... kirimkan vidionya pada Yoona. Biar dia melihat dan mengingatnya dengan jelas". perintah Mr. Lee
" Baik tuan, Akan saya laksanakan". Jawab Niel.
"Jangan lupa Niel bersihkan tempat ini jangan tersisa apapun !! " perintah Mr. Lee lagi.
Mr. Lee akhirnya pergi meninggalkan rumah itu dengan menaiki mobilnya sendiri. Mobilnya melaju melewati kota Seoul menuju perusahaannya. Sepanjang jalan dia hanya memikirkan Kia saja. Apa yang terjadi pada Kia, kalau dia tidak mengawasi Kia dan Yoona. Lee tau bahwa Yoona bukanlah wanita biasa, Yoona bisa melakukan segala cara untuk menghancurkan orang lain terutama Kia. Yoona tidak boleh diremehkan begitu saja karna keluarganya salah satu orang berpengaruh di Kota Seoul. Untung saja Lee bisa mengantisipasi apa yang dapat terjadi. Lee harus mengawasi gerak gerik Yoona jangan sampai dia melukai Kia. Lee sadar semuanya tidaklah mudah, dia harus menentang orang tuanya dan keluarga Yoona. Sekarang hanya Yoona yang bertindak kelak mungkin keluarganya........
Kampus Kia......
Akhirnya kelas pun telah selesai, Kia berjalan menuju sebuah kursi kosong di taman kampus. Kia menunggu Yoojin karna kelas nya belum usai. Kia termenung mengingat kejadian kemarin di rumah Lee. Dia bingung apa yang harus dia lakukan sekarang. Kia mengingat kata Kak Boy agar dia menjauhi Lee. Tapi perasaannya tidak bisa melakukan nya. Dia sudah berusaha melupakan Lee dan menjauh darinya tapi justru sebaliknya. Dia belum berani bilang pada Kak Boy karna tidak mau mengecewakannya.
"OMG, what can I do now ? ". tanya Kia sambil meraup wajah nya gusar.
" Hey girl what are you doing ? you look so sad ? " . tanya Yujin sambil duduk di sebelah Kia."Ayolah Kia, I know what are you thinking now. Jangan sedih lagi okay? please? ". Aq akan selalu mendukungmu. Jangan dengarkan orang lain". kata Yujin menghiburku.
Aku hanya tersenyum mendengar kata-kata Yujin, dia adalah teman yang paling baik.
" Kia.... kita ke kafe dekat kampus aja dah laper ni. Trus setelah itu kita nonton film gimana? kebetulan ada film baru kau pasti suka". kata Yujin sambil menarik tanganku berlalu keluar kampus. Aku tidak bisa menolak kupikir aq bisa melupakan rasa gelisahku. Akhirnya kami sampai di sebuah kafe tak jauh dari kampus. Yujin memesan banyak sekali makanan, mejapun terisi penuh tanpa celah. Aku heran siapa yang akan makan semua ini. "Come on Kia, try it!!! uhmm, this all soo delicious.... I know you are sooo sad, and I want you forget it. Please? " Jelas Yujin padaku sambil merayu.
Akhirnya aq tertawa melihat tingkahnya agar aq mau makan. Walaupun kami blum lama berteman, tapi dia sungguh baik padaku seperti Kak Lee. Kami mulai mencicipi semua makanan diatas meja sampai habis. Rasanya perut kenyang sekali dan gak sanggup untuk bangun dari tempat duduk. Kami tertawa geli melihat makanan yang tak tersisa. Ternyata dengan makan bisa membuat pikiran agak tenang. "Wah kenyang sekali, aq kira akan tersisa eh malah habis juga. makanan disini lumayan juga, enak sampai ketagihan gk mau berhenti makan". kata Yujin.
" Hemmmmm iya...... perutku sampai sesak. wah Yujin kalau seperti ini trus kita pasti sudah gk berbentuk. 🤭 aq menjawab. Kami tertawa geli sampai perut kami sakit. Lama kami duduk di kafe sambil mengobrol kemudian Yujin bertanya, "Kia bagaimana perasaanmu pada Kak Lee? apa kamu akan menerimanya? aq tau kau juga mencintainya. Aq akan senang jika kau bisa menerimanya. Kak Lee sungguh2 mencintaimu, sangat. Dia tak pernah menyukai seorang wanita seperti ini. Saat dia menatapmu, aq melihatnya tersenyum. Bukan senyuman biasa yang dia perlihatkan. Di wajah nya aq melihat kebahagiaan yang tak pernah dia tunjukkan pada wanita manapun termasuk Yoona. Tapi saat dia menatapmu dia seperti mempunyai kehidupan. Ini adalah cinta pertamanya...... " kata Yujin menjelaskan semuanya.
" Baik lah aq tidak akan memaksamu, aq mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi aq jujur padamu, Kak Lee benar2 mencintaimu". kata Yujin.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, kami menghabiskan waktu di kafe sambil curhat satu sama lain. Akhirnya kami tidak jadi menonton karna hari menjelang malam. Yujin langsung mengantarku pulang ke apartment Kak Boy.
Mobil pun sampai di apartemen, aq langsung turun dari mobil.
"Yujin terima kasih sudah menghiburku hari ini dan sudah mengantarku pulang. Bye.... ". Kata Kia.
" Ok bye, see you tomorrow". balas Yujin. Akhirnya mobil Yujin berlalu meninggalkan aq di depan apartment. Aq mulai berjalan memasuki apartemen kemudian aq kaget karna ad yang menarik tanganku dari belakang. "Awwww, siapa? ". tanyaku sambil teriak. Aku menoleh seketika dan terkejut melihatnya. " Kak Lee....... ".
" Maaf Kia aq membuatmu terkejut". kata Lee menyesal.
"Ehm, tak apa kak. Tapi ada apa Kak Lee disini? ". tanyaku lagi penasaran.
" Maaf Kia aq kesini untuk bertemu dengan mu, apa Kia tidak keberatan?". tanya Kak Lee.
"Tidak kak, ada apa? ". tanyaku kembali.
Aku merasa bingung, karna baru kemarin aq menemuinya apa ad masalah lagi.