
Tepat jam tiga dini hari, Alma terjaga dari tidurnya. Ia hampir menghabiskan waktu sampai tengah malam menagis sendirian. Hatinya begitu kesal, Alma begitu memohon pada Sang Uncle untuk menemaninya. Ia berjanji untuk malam-malam berikutnya ia tidak lagi akan minta untuk menemaninya hanya malam ini saja, ia begitu rindu dengan rasa hangat pelukan sang Uncle untuk sampai ke dunia mimpi sebagai mana hari sebelumnya.
Tapi tangan siapa ini, tangan kekar yang melingkar di bahunya. Ia segenap mengumpulkan tenaga dan nyawanya.
Ah, itu sang Uncle tertidur pulas. Bahkan ada dengkuran halus yang terdengar. Alma menatap tajam pada Alex.
Betapa sempurna ciptaan yang maha Kuasa, Wajah Alex yang begitu sempurna, hidungnya yang mancung, Alisnya yang sangat tepat. Alisnya itu seperti ulat bulu berwarna hitam lebat dan bulu mata sangat panjang bahkan terkesan lentik, bahkan ia yang saja perempuan tidak mempunyai bulu mata sepanjang itu.
Alma menyingkirkan tangan Alex pada bahunya dengan hati-hati. Ia tidak mau aksinya membuat pria itu terjaga. Kemudian dengan pelan-pelan mendekati pada wajah itu.Ia membelai dengan hati pipi, kemudian hidung berlanjut pada alis mata Alex yang sangat tebal, yang membuat Alma sangat merasa gemas.
Uncle, aku tidak mau berpisah denganmu. Cukup sudah kau meninggalkanku di saat sakit. Sekarang kau telah sembuh jadi saat ini, aku ingin kau terus bersamaku.
Mengapa kau sama sekali tidak tahu perasaanku, rasa yang telah lama ada semenjak aku berumur 15 Tahun. Aku merasa getaran dan kehangatan yang ada jika berada di dekatmu. Aku tahu kita tidak ada pertalian darah sedikit pun, tidak jika menikah.
Uncle I love..I love Uncle Hot. Aku tidak peduli semua akan masa lalumu yang aku tahu, aku ingin selalu ingin bersamamu.
Aku juga tidak peduli, jika jarak kita terlalu jauh. Aku juga tidak peduli jika rambutmu cepat putih dari rambutku. Aku jika tidak peduli jika kulitmu nanti lebih cepat keriput dari diriku. Yang ku mau akulah satu-satunya wanita yang ada di hari tuamu, beserta anak-anaknya kita nantinya.
Up..aku terasa sangat geli memikirkan tentang anak-anak kita..Yang jelas saja. Belum tentu kau mau padaku Uncle!
Kau harus mau, aku harus ego akan hal ini desah Alma lirih. Ia dengan terus mengusap dan mengelus pipi dan juga rambut Alex.
Tanpa ia sadari pemilik pipi dan kening yang ia usap mendengar semua yang Alma katakan. Walau yang Alma katakan sangat terdengar lirih namun bagi Alex hal itu sangat terdengar jelas.
Pria itu merasakan dada dan aliran darah bergetar hebat. Bagaimana mungkin, jika di hadapan seorang gadis seksi dan montok bergelayut manja dan mengusap lengan dan pipinya dengan lembut ia tidak merasakan getaran yang ada. Ia lelaki juga lelaki normal.
Namun lihatlah saat ini, gadis yang ia besarkan itu sekarang telah mulai meraba bibir sensualnya. Dan..cup.. bibirnya Alma mengecubnya sangat lembut. Apa yang harus dilakukannya sekarang! apa ia harus berpura - pura tidur.
Ia ingin bangun dan menghindar dari itu semua, tetapi tunggu bibir itu serasa sangat nikmat dan sangat manis membuat aliran darahnya berdesir sangat kuat.
Ia tidak tahan lagi, untuk harus berpura-pura. Pria itu terbangun, dan Alma menyadarinya. Ciuman itu terlepas dengan sangat cepat.
"Maafkan Uncle." Alex kembali merengkuh tubuh Alma dan menyadarkannya pada dada bidang milik pria itu.
"Maafkan untuk apa?" Alma membalikan tubuhnya dan sekarang muka mereka hanya berjarak beberapa centi saja.
Kembali darah mereka berdesir dengan sangat kencang.
"Uncle minta maaf atas semua ini,"
Hening dan canggung di antara keduanya. Mata mereka beradu, mata mereka berdua seakan bicara, walau bibir mereka tanpa bisa mengatakan sesuatu.
"Uncle tidak layak untukmu sayang, ada pria yang lebih pantas untuk dirimu dibanding Uncle. Rey telah banyak berjasa pada kita dan lagi pula ia adalah pria yang baik, ia juga pria bertanggung jawab dan juga sangat mencintaimu.!"
Air mata kesedihan jatuh di pelupuk gadis itu. Jadi tidak sedikitpun Uncle bisa menerimanya dan mengerti akan perasaanya saat ini?
"Hua..hua.."
Tangisan Alma yang bermula hanya sedikit terdengar, kini jauh lebih keras. Ia merasa sangat kecewa dan patah hati.
Alex kemudian perlahan membalikan tubuh Alma. Sekarang tubuh itu menghadap pada wajahnya.
"Cup." Tiba-tiba saja Alex ******* bibir ponakan angkatnya itu. Sontak Alma juga merasa sangat terkejut. Kemudian detik berikutnya Alex melepaskan ciuman itu.
"Jadi benar kau sangat mencintaiku gadis kecilku? Benar semua ucapanmu barusan, benarkah kau tidak akan menyesal hidup denganku?"
Jauh sebelumnya ini, Alex sangat menyadari perubahan dari tingkah Alma. Tetapi apa yang harus dilakukannya saat itu. Ia sama sekali tidak pantas dan tidak layak untuk gadis polos dan cantik seperti dirinya.
Yang bisa ia lakukan adalah, menjaga dan menyayangi gadis itu layaknya ponakan sendiri. Namun apa yang terjadi, jika Rey yang begitu tampan dan baik hati tidak bisa meluluhkan hati gadis itu.
Alex tidak bisa juga berbuat yang terbaik lagi saat ini, sedangkan sebenarnya jauh sebelum Alma menyukai dirinya Alex juga terlebih dahulu menyukai gadis itu.
Hati keduanya saling menghangat, keduanya juga saling berpelukan erat. Karena sebenarnya hati mereka sama. Hati mereka dan jiwa yang ada tidak ingin berpisah. Walau usia sangat jauh antara mereka berdua terpaut 17 Tahun, tetapi mereka terlihat pasangan yang serasi.
"Ayo kita menikah," bisik Alex di sela kecupan hangat di pucuk kepala Alma.
Alma hanya menunduk malu-malu, kembali dekapan erat dan peluk dari Alex ke pinggang ramping gadis pujaannya itu.
Mereka kembali terlelap, di bawah selimut yang hangat dengan saling rangkul.
Betapa damai rasa hari ini, betapa tuhan menganugerahkan rasa, nikmat yang tidak pernah ku pikirkan. Terimakasih Tuhan.. terimakasih kau telah memberi amanah padaku..aku akan menjaganya dan melindungi nya seumur hidupku.
Biarlah mimpi indah menyertai kami saat ini, biarkan damai dan bahagia selalu hadir. Dan untuk esok hari aku akan menyelesaikan masalah Alma dan Rey, aku yakin laki-laki itu menerima dengan senang hati. Walaupun aku yakin ini tidak mudah bagi Rey.
Alex melirik Alma yang terlihat tertidur pulas di bawah pelukannya. Tidurlah yang nyenyak, karena esok kita akan menyosong masa depan yang cerah, kau akan melahirkan anak-anak yang banyak, pasti mereka sangat cantik dan lucu. Menjadi ibu untuk anak-anakku kelak, semoga hari-hari penuh cinta akan kita raih kelak.
\*\*\*The End\*\*\*
Hai, teman-teman pembaca "I love Uncle Hot". Terimakasih atas like dan komen, vote selama ini. Hanya sekian dari Author. I love kalian semua.
Bersambung