I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Pengobatan Alex di Singapura



"Ini Rey no orang kepercayaan Uncle yang ada di Kantor. Ia bernama Pak Ramses. Walaupun ia sudah berumur tetapi Uncle tetap terkadang mengambil kebijakan dan keputusan dengan mendengarkan pendapat beliau."


Tidak lama Rey kemudian menghubungi lelaki kepercayaan mendiang Teguh Brhamajaya itu.


"Hallo."


"Iya dengan Pak Ramses."?


"Benar, saya sendiri."


"Saya Calon suami dari Alma, sekarang saya sedang berada di rumah sakit bersama Alma dan juga Tuan Alex. Saya tidak bisa berbicara banyak pak, karena kami sebentar lagi akan terbang menuju Singapura. Saya hanya berpesan selama saya dan Alma di sana tolong kendalikan Perusahaan dengan baik pak..!"


"Ee.. calon suami non Alma. Siapa yang sakit? Baik Tuan." Suara pak Ramses sedikit bingung.


Sambungan telpon lalu berhenti dengan cepat.


Alma yang mendengat itu semua menjadi termangu sejenak ia berusaha mencerna apa saja yang yang baru di dengarnya. Pipi dan mukanya gadis itu menjadi semerah buah tomat. Ia langsung memalingkan muka dan wajahnya ke arah lain.


Rey yang menyadari situasi yang demikian, kemudian melangkah dan mendekati Alma yang tertunduk malu.


"Maaf jika kata-kataku barusan sedikit membuatmu sangat keberatan dan tidak suka. Aku mengatakan hal demikian di karenakan beberapa hal Alma."


Hening diantara mereka berdua. Alma kemudian mengangakat mukanya dan menatap Rey yang juga memandang lekat pada bola mata Alma.


"Aku melakukannya demi hanya untuk melindungi mu, Perusahaan, dan musuh yang akan senang jika melihat kehancuran dari Brhamajaya Group. Tetapi orang-orang juga akan bertanya siapa aku yang sangat peduli padamu!"


Rey menjelaskan dengan sangat tenang. Ia sangat berharap jika Alma tidak kesal atas kelancanganya telah mengatakan calon suami yang pada orang kepercayaan Teguh Brahmajaya Graup itu.


lelaki tua yang telah mendekati umur 70 tahun tetapi masih sangat kelihatan segar bugar.


Alex yang sedang tertidur dan belum bisa sama sekali kembali membuka matanya, pria itu kembali mengucapkan syukur atas tindakan yang sangat tepat oleh lelaki tampan yang sekarang berada di tepi pembaringan miliknya.


Alma merasa sangat salah tingkah, pikiran yang tadi mengelana kemana-mana dan berpikir Rey ingin melakukan itu semua karena telah jatuh hati padanya. Ia merasa sangat malu sendiri.


Ah, berkacalah Alma. Bukan kah Rey pernah mengatakan pada mu jika hal ini terjadi pada orang lain bukankah ia juga akan berbuat hal yang sama. Ia akan menolong orang tersebut sama seperti dirinya. Jadi mengapa ia merasa besar rasa sekarang. Memalukan sekali!


"Baiklah Rey aku tidak bisa berkata lebih banyak lagi, selain ucapan terimakasih.


Rey terdiam karen rombongan dokter dan perawat telah sampai pada ruangan itu.


Setelah semuanya selesai Alex Si Uncle Hot. Sekarang hanya bisa bisa pasrah ia di dorong ke sana kemari dan pada akhirnya masuk dalam pesawat pribadi milik Rey.


Kemana perkasanya Alex, yang dulu sangat luar biasa. Kemana kekuasaan Alex yang dulu sangat di takuti oleh lawan bisnisnya. Dan kemana teman-teman dekatnya? dalam keadaan kritis seperti bini tidak satupun orang yang menjenguk lelaki itu atau hanya untuk sekedar berbasa-basi. Tidak ada sama sekali!


Lelaki yang terbaring dalam pesawat menuju Singapura itu baru menyadari. Siapa teman dan siapa juga orang yang sangat menyayanginya saat ini.


Tidak sia-sia hasil dari perbuatannya baik dan kasih sayangnya pada Alma selama ini. Ia adalah harapan dan hidup untuk hari depan dan hari tua. Ia ingin hidup lebih lama dan pulih dengan sedia kala. Ia ingin hidup dan melihat Alma bahagia. Tuhan beri kesempatan pada orang yang penuh dosa ini. Beri kesempatan pada ku walau hanya kali ini saja, jerit Alex dalam hati.


Pesawat pribadi milik Rey itu telah terbang meninggalkan Tanah Air. Tidak dapat dikatakan bagaimana kemewahan yang ada di dalam pesawat itu. Mulai dari fasilitas hingga alat-alat yang dibutuhkan oleh Alex selama berada dalam perawatan.


"Apa kau sudah makan?" Rey bertanya pada gadis cantik yang masih setia menunggu Unclenya itu pada sisi pembaringan.


"Ee..aku..."


"Ayo kita makan dahulu, kau harus menguatkan energi dalam tubuhmu agar kau tetap kuat selama Alex masih dalam ke adaan sakit." Rey mendekati Alma.


lelaki itu lalu memegang tangan lembut milik gadis cantuk itu. Ia menuntunnya agar keluar dari ruangan Alex dan menuju di raungan istirahat dan bersebelahan dengan ruang makan.


Alma yang di tuntun oleh tangan kekar Rey. Membuat rasa geteran yang aneh menjalar pada detak jantung di dadanya. Ia sunguh merasa sangat malu.


Sama seperti dengan Rey, entah keberanian dari mana yang ada pada dirinya saat ini. Dengan spontan menarik tangan gadis itu! ah, tetapi tidak ada penolakan. Syukurlah!


Rey sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, jika saj Alma marah dan menepis tangannya. Ia tidak akan bisa menutup rasa malunya.


Tetapi Alma menyambut uluran tangan itu, ia terpaksa atau benar iklas. Ah aku merasa tidak tahu tentang karakter gadis itu.


Yang jelas, saat ini aku bisa selalu menikmati rasa kebersamaan dengan mu gadis cantik pujaan hatiku, itu sudah ku rasa cukup!


Bersambung