I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Dia Gadisku



Jamuan makan malam itu telah selesai saat ini, Tuan Miyaku memberikan kata sambutan sebagai selaku tuan rumah.


Ia mengucapkan terimakasih banyak, bagi rekan bisnis dan mereka yang telah meluangkan waktu untuk hadir.


Acara kemudian dilanjutkan dengan acara santai. Mereka yang masih lajang dan juga singgle bisa mencari pasangan yang mau berdansa dengannya.


Rey melihat Alma yang berdiri sendiri melihat para pasangan berniat turun untuk berdansa. Sementara alunan musik merdu telah mulai terdengar.


Entah kemana perginya tunangan Alma, hmm..gadis itu sendiri. Apa salahnya jika ia mau aku akan membawanya untuk turun berdansa.


Alex baru saja selesai dengan klien bisnis yang sekilas berbincang dan ingin meminta kerja sama pada Perusahaan Besar milik pria itu.


"Baiklah Tuan Wilson. Anda bisa datang ke Perusahaan besok pagi lengkapi semua persyaratan dan dokumen anda. Saya permisi dulu."


Alex berdiri dari tempat duduknya.


"Terimakasih banyak Tuan Alex." Ucap Tuan Wilson dengan sangat penuh rasa syukur.


Tuan Wilson tidak berhenti untuk tersenyum dan menganggukan kepalanya pada Tuan Alex. Karena baginya tidak mungkin perusahaan besar seperti pria itu mau bekerja sama dengan mereka perusahaan kecil. Itu adalah mimpi baginya dan sekarang tidak mimpi itu adalah nyata. Oh Tuhan terimakasih atas semua ini dengus pria separuh baya itu.


Di tempat dansa, Rey datang mendekati mahasiswinya yang sedari tadi hanya diam memaku. Menatap para pasangan yang telah


mulai ikut turun berdansa. Alma tersenyum sendiri. Mungkin ia juga merasa sangat risih dengan cara -cara orang besar memakai acara dansa segala pada jamuan makan malam mereka.


Mengapa acara ini tidak di tutup dengan acara pundi amal. Itu akan lebih baik. Kita bisa membantu orang-orang yang tidak mampu dan ini lebih berfaedah dari pada melengak lengkok badan ke kiri dan ke samping dan tangan kaki-laki bertumpu pada pinggang ramping perempuan. Sungguh pemandangan yang sangat membosankan pikir Alma lagi.


Mengapa Uncle Lex terlalu lama. Aku sudah sangat bosan sendiri di sini.


"Apa kau tidak berniat untuk ikut turun bergabung dan turun berdansa Alma." Suara bariton dan sangat berat berada di belakang gadis itu.


Alma kemudian menoleh dan membalikan badannya.


"Oh, dosen Rey. Saya tidak suka dan tidak pernah berdansa pak."


"Oh, berdansa sangat menyenangkan Alma. Kita bergembira sambil mendengarkan bunyi musik. Dengan bergembira tentu saja urat syaraf yang ada di kepala akan terasa kendur dan kita akan merasa fresh kembali."


"Benarkah begitu."


"Maukah kau berdansa dengan ku!" Dosen Rey mengajak Alma untuk turun ke lantai bersama mereka yang tengah menikmati Alunan musik. She's Gone yang di populerkan oleh Steel Heart.


Alam berpikir sebentar dan kemudian ia menyambut uluran tangan dosen Rey padanya.


"Tetapi aku sama sekali tidak pernah mencobanya pak." Ucap Alma dengan jujur.


"Itu tidak sulit, kau bisa melihat orang di sekitarmu. Kau pasti bisa."


Rey kemudian sedikit memberikan tuntunnan dan gerakan pada Alma. Ya tidak sulit baginya gadis cerdas itu untuk menyesuaikan langkahnya bersama dengan langkah kaki Rey.


"Saat ini mereka benar-benar menikmati dansa itu. Tangan mungil Alma telah bergelayut manja pada leher dosennya itu. Sementara tangan Rey bertumpu pada pinggang ramping gadis dengan posisi tubuh tinggi semampai.


Rey yang berdansa pada anak dari Tuan Miyaku menjadi sorotan hangat. Beberapa pasang mata menyoroti mereka yang tenggelam dalam perasaan masing-masing. Dan tidak lupa kamera wartawan mengabadikan moment itu menjadi berita hangat esok hari.


Wangi rambut dan aroma tubuh Mahasiswinya itu membuat Rey terasa tenggelam dalam larutan cinta. Ia benar-benar menyadari jika ia sangat menyukainya. Menyukai gadis belia yang menjadi Mahasiswinya itu. Tanpa ia sadari Alex telah datang mendekati mereka.


Bruk


Bruk


Alma berteriak histeris dan ketakutan.


Alex langsung menyambar lengan gadis itu dan langsung mendekap erat.


Dosen Rey yang tadi terjatuh kembali berdiri dan ia ingin membalaskan serangan balik pada Alex.


Tetapi para pengawal dan asisten yang ada di sana. Melerai pertikaian itu. Acara sedikit menjadi agak terlihat kacau. Musik berhenti dan orang yang tadi ikut berdansa ikut pergi menjauh.


Tuan Miyaku sebagai orang tua dari Rey pun terkejut.


"Ada apa ini Alex ?" tanya Tuan Miyaku.


"Dan ada apa dengan dirimu Rey?"


lelaki separuh baya itu terlihat agak bingung.


"Lain kali jangan coba-coba untuk mendekati gadis ku. Apalagi untuk menyentuhnya!" Jelas Alex dengan sangat marah.


"Aku hanya mengajaknya untuk berdansa apa salahnya!" Ujar Rey tidak kalah sengitnya.


"Kau mengajaknya untuk berdansa. Dengan begitu kau mengunakan kesempatan untuk menyentuhnya.!"


Orang terdiam dan sekarang mereka sangat paham jika gadis yang dibawa Rey tadi adalah milik Tuan Besar Alex. Ia marah besar jika ada orang lain yang menyentuh miliknya.


"Kau tahu aku adalah dia adalah gadis ku, dan tidak seorang pun boleh menyentuhnya termasuk juga dirimu!"


Alex berkata sambil membusungkan dadanya dan juga mencodongkan tubuhnya pada Rey. Ia benar-benar marah saat ini.


"Aku akan mendapatkan gadis mu, karena kau belum suaminya.!" Dengan lantang Rey mengatakan hal itu.


"Kau sungguh berani jika begitu. Kau lihat saja aku akan menutup akses tempatmu mengajar dan juga perjanjian kerjasama sama antara perusahaan ku dan orang tua mu. Bagi ku itu sangat mudah."


Alex berkata sambil membersihkan Jas dan tangannya dengan mengusapnya sebentar. Semua orang bergidik agak ngerti melihat pria itu dengan ucapannya.


Siapa yang tidak tahu sepak terjang pria lajang yang telah lama menduda itu. Ia pembisnis hebat, tetapi sangat kejam pada lawan bisnis yang tidak padanya. Tetapi sangat baik hati dengan perusahaan kecil yang butuh bantuan. Di dunia bisnis tentu aja ada ang suka dan tidak sedikit pasti ingin menjatuhkan dengan jalan apapun.


"Tuan Alex, aku mohon pada padamu. Maafkan putraku, tolong maafkan dia. Dia masih labil dan matang seperti dirimu!"


"Kau tahu Tuan Miyaku, dia tidak bisa akan sama seperti ku. Kau paham!" Aura membunuh dan dingin terpancar pada pria itu saat ini.


Alma kemudian meraih lengan Alex. Tubuhnya gadis itu sedikit gemetar.


Alma berbisik pada Alex yang sedang emosi dan sangat kesal.


"Uncle, aku mau pulang. Please jangan membuatku takut."


Muka Alma terlihat pucat, ia sangat takut Jika Marah dan emosi Alex yang tidak terkendali saat ini.


Alex melihat Alma yang terlihat takut. Emosi yang tadinya memuncak. Sekarang sedikit mengendur. Ia melihat seakan Alma kecil yang menangis dan merengek.


"Ayo kita pulang." Alex mengemgam erat tangan gadis itu dan menuntunnya pergi dari jamuan makan malam yang menyebalkan menurut pria itu.


"Tuan tolong maafkan putra saya!" Dari jauh Tuan Miyaku berteriak memohon.


Bersambung