I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot
Dia Putra saya Tuan Alex



"Pak Rey." Alma menjawab dengan terkejut.


Gadis belia itu tidak menyangka jika ia harus juga berjumpa dengan dosen tampan itu di sini.


"Siapa dia? Alex yang berada pada sisi Alma bertanya pada gadis itu. Ia juga menatap wajah sang dosen yang menurut Alex juga sangat tampan.


"Uncle, dia Pak Rey. Dosen Alma di kampus." Alma memperkenalkan pria yang juga menatap pada Alex.


Dosen Rey dan Alex kemudian berjabat tangan.


"Rey." Pria itu mengulurkan tangannya pada Alex.


Alex kemudian menyambut uluran tangan Rey.


"Alex, tunangan Alma." Pria itu kemudian dengan santai merengkuh pinggang ramping ponakannya itu dengan sangat santai.


Alma yang menyadari tindakan konyol dari Alex, terpaksa harus berdiam diri saat ini. Karena terlihat kali ini muka Alex yang serius dan sangat datar.


"Oh, jadi Alma sudah bertunangan. Kapan akan menikah?" Dosen Ray begitu terkejut melihat mahasiswinya yang baru saja menginjak semester ganjil tahun ini akan menikah.


"Rencananya tahun ini, iya kan sayang?" Alex bertanya pada Alma dengan sangat mesra.


"Eehmm..iya." Seru Alma dengan terbata.


"Selamat kalau begitu." Ucap Rey dengan tersenyum.


Mereka bertiga dalam suasana hening yang sedikit kaku. Kemudian terlihat laki-laki separuh baya yang berasal dari jepang itu Tuan Miyaku mendekati mereka.


"Rey, di sini kau rupanya. Kalian saling mengenal?"tanya Miyaku pada mereka bertiga.


"Dia adalah mahasiswi ku dady." Ucap Rey dengan melihat Alma.


"Dan ia juga Mahasiswi yang sangat pintar yang ada di ruangan."


"Ah, bapak terlalu memuji." Ucap Alma dengan sungkan.


Alex yang melihat Rey memuji Alma terlihat tidak suka. Entah mengapa rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Refleknya ia posisi tangan kekarnya itu tetap berada pada pinggang ramping milik Alma.


"Oh, aku lupa Tuan Alex memperkenalkan Rey. Ia adalah putra tunggal ku yang belum lama ini pulang dari Australi karena menuntut ilmu di sana, ia tidak mengikuti jejak ku. Namun sangat suka berbagi ilmu dengan mahasiswa." Tuan Miyaku, memperkenalkan Rey pada Alma dan Alex dengan panjang lebar.


"Oh, jadi Dosen Alma adalah putra Anda Tuan Miyaku, senang sekali. Semoga saja bisa kita bekerjasama dengan lebih baik ke depannya nanti."


Alex seakan ingin menyudahi dengan cepat suasana yang terkesan kaku itu, hanya Tuan Miyaku yang terkesan seperti tidak menyadari hal itu. Karena ia sedati tadi tidak berhenti untuk memperkenalkan Rey pada tamu-tamu yang datang.


"Senang sekali mendengarnya Tuan Alex. Kalau begitu permisi. Silahkan menikmati jamuan makan malamnya."


Dosen Rey dan juga Tuan Miyaku meninggalkan mereka berdua.


"Uncle, lepaskan tangan mu!" Cicit Alma dengan tidak sabar. Mata mendelik merah dan rupanya kini seperti tomat masak. Ia sungguh merasa risih dan juga malu dengan kelakuan sang Uncle.


"Sayang, bukankah tadi kita berjanji pada Uncle untuk menjadi pasangan." Ucap Alex dingin.


"Iya, tetapi Uncle terlalu berlebih-lebihan. Aku risih jika tangan Uncle terlalu leluasa memegangku di depan orang ramai!"


"Jadi kmu sangat malu rupanya menjadi pasanganku. Apalagi di depan dosen baru mu itu." Alex seakan tidak suka dari pertama melihat dosen Alma yang bernama Ray itu.


"Bukan karena malu menjadi pasanganmu Uncle, tetapi malu terhadap sikapmu yang seakan benar-benar mendominasi." Jelas gadis belia itu lagi.


"Uncle, cukup bercandanya. Kita di tempat umum saat ini dan orang banyak melihat kita. Uncle lihat di sana juga ada beberapa orang wartawan dan juga kru dari Televisi swasta yang sedang menyiarkan secara life acara ini."


Alex terdiam dan hening sebentar.


"Apa peduliku?" Jawabnya tanpa beban.


"Ya, tidak masalah denganmu, tetapi sangat masalah dengan ku Uncle. Besok pagi lihat saja aku pasti akan di ledek matian di kampus karena pergi menjadi pasangan mu malam ini."


"Coba saja jika mereka berani macam-macam padamu Alma. Direktur dan Rektor Kampus itu akan berurusan denagnku!"


"Dasar konyol." Desis Alma lagi.


"Ayo, tadi kau mersa sangat lapar, kita sudahi dulu perdebatan kita. Kau sungguh gadis yang keras kepala."


Mereka berdua mendekati Meja Plasmanan yang sangat besar. Menu mewah telah hadir di sana saat ini.


Alex dan Alma makan dengan pelan dan hening, sesali kali Alex menyeka keringat yang ada di kening Alma dengan mengunakan tissue.


Dosen Rey yang menatap dari kejauhan hanya bisa menahan rasa yang tidak bisa ia ungkapkan sendiri.


Semenjak kenal dengan Mahasiswi pintar itu. Rey telah merasa jatuh hati pada gadis belia itu. Ia minta pertolongan Alma siang itu, sebenarnya hanya akal-akalan saja. Ia ingin dekat dan terus berada dengan gadis itu. Tetapi waktu begitu cepat untuk memisahkan mereka.


Tetapi sekarang impian dosen tampan itu telah musnah. Gadis itu akan segera menikah. Alex yang sering dibicarakan oleh pihak Televisi sebagai pembisnis muda dan cerita dari sang Dady mengenai pria itu. Akan menjadi pasangan yang nantinya akan menikah.


Ah, tetapi sebelum janur kuning belum ada. Kita masih punya kesempatan. Pikir Rey dengan semangat.


Biarkan saat ini aku seperti ini, tetapi lihat saja. Aku akan berusaha jiga untuk mendapatkan mu.


Tidak ada rasa getaran dan sinar cinta yang hadir di lubuk hati telah lama adanya melihat para gadis belia.


Dengan mu, aku kembali merasakan debaran yang kencang di dadaku. Aku akan mendapatkan mu bagaimana pun itu. Rey seakan bergumam sendiri dan terus menatap Alma dari kejauhan.


Alex yang menyadari ekor mata Rey yang dati tadi mengikuti Alma menyadari akan hal itu. Memendam rasa kesalnya dalam hati.


"Cepat sudahkan makan mu sayang, kita akan segera untuk pulang!" Perintah Alex pada Alma.


"Mengapa kita mesti buru-buru Uncle. Acara baru saja di mulai.Bukan kah setelah ini. Uncle ada beberapa keperluan dengan beberapa orang klien yang juga datang ke sini! Tanya Ala bingung.


"Aku sangat tidak nyaman dengan mata dosen mu yang dari tadi terus saja melirikmu dari kejauhan. Agaknya ia sangat menyukaimu sayang!"


"Apa dosen Rey menyukai ku. Uncle yang benar-benar saja! jangan bertingkah konyol lagi Uncle!"


"Uncle tidak berbohong, apakah kamu juga punya perasaan padanya!'


Alex kembali bertanya pada Alma.


Muka Alma kembali dengan rupa semerah tomat. Ia menyembunyikan rasa rasa malu dan juga sungkan saat ini.


"Aku tidak pernah punya perasaan apapun selama ini pada pria Uncle. Aku masih kecil dan harus belajar banyak."


Eh?


Pandai sekali gadis kesayanganku ini menyembunyikan sesuatu. Ia membuat alasan lagi masih kecil. Tetapi jika ia marah ia berlagak seperti gadis dewasa. Benar-benar lucu dan sekaligus menyebalkan! desis pria tampan itu dalam hati.


Haii..para pecinta I love Uncle Hot. Jangan lupa dukunganya sayang. Tekan tanda love, like di setiap bab dan votenya ya.